Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, 9 October 2015

Arti Bersyukur Mata & Telinga #Saveourdisability

Hai gadis kecil yang tak berdosa,
sucinya tubuhmu bagai bau surga yang mewangi dalam rindu Illahi. . .
Bagai taman surga yang menghantarkanmu mengenali dunia
Sang penghibur ada disana
bersama malaikat dan
bidadari-bidadari yang menyambutmu bersama tangan-tangan mungilmu.

Tuhan selalu memberikan kejutan untukmu dan keluargamu. Cantiknya dirimu tak mampu mengungkapkan semua ekspresi orang-orang yang melihatmu. Meskipun matamu adalah buta, dan tak bisa melihat dunia, tapi aku kagum denganmu wahai gadis kecil berhati suci. Tak mampu melihat dunia dengan mata, senyummu membuatku selalu ingat artinya bersyukur, aku dan kamu nak sangat berbeda. Pemberian Allah selalu luar biasa.

Hati kecilku berkata ingin sekali ku memelukmu dengan erat, namun hatiku tak kuasa menahan air mataku melihatmu begitu terus tersenyum padaku. Dik, jika sudah besar nanti inginku terus sekali melihat pancaran wajahmu yang penuh dengan senyuman bukan wajah murung yang membuatku tak bisa berbahagia jika berada di dekatmu.

Dik, teruslah tersenyum buat mereka menyukaimu dengan semangatmu, disuatu hari nanti kamu akan menjadi orang hebat selanjutnya. Aku percaya setelah aku, dan kamulah dik yang akan memperjuangan semua hak-hakmu suaramu, dan hal-hal luar biasanya hidup yang tak pernah lekang oleh waktu.

Cahaya penerang jiwa setiap orang, adalah ibumu dik yang sungguh berjiwa ksatria tanpa mengharap balas jasamu, sabar dalam membimbingmu, begitu juga aku teringat saat kecilku dulu. Hari ini diusiaku ditahun 2014 ini, aku belum mampu membahagiakan kedua orangtuaku, belum bisa membanggakan mereka, aku masih penuh dosa dik, penuh dengan sejuta bahkan bermilyaran tanda tanya bagaimana aku bisa memberikan orangtuaku artinya bahagia dan bangga. Melihatmu, aku jadi semakin lebih semangat mengejar semua impianku.

Dik, aku sungguh sangat menyayangimu betapa hidup ini penuh liku, betapa orang pernah tidak menyukaimu, tapi percayalah perjuangan kita tidak akan pernah berakhir hanya sampai disini saja. Masih banyak mata dan telinga yang membutuhkan uluran tangan untuk belajar dan mengejar cita-cita. Masih banyak mata dan telinga yang yang harus kita perjuangkan untuk bertahan dan meraih semua hak-hak kita.

Dik, meski wajah polosmu membuatku tertawa tetapi aku percaya di masa depan kamulah yang akan jadi penerus orang-orang hebat dan luar biasa yang terdahulu. Memperjuangkan semua isu-isu disini tempat kelahiranmu, tempatmu mencari kepingan-kepingan mimpi dan meraihnya sampai mendapatkannya. Dik, meski kamu tak mengerti apa yang kubicarakan, yakinlah suatu saat jika engkau besar nanti kamupun akan mengerti. Problematika yang akan kamu hadapi dimasa depan. Aku bukannya lelah mengejar semua hal problematika itu, aku terlalu tua untuk menyelesaikan semua permasalahan itu. Semua orang percaya kamulah yang akan menjadi penerusnya. Tetaplah tersenyum di depanku agar aku menjadi orang yang tak lupa bersyukur.

Teruntuk :
Semua adik-adik yang kutemui
Tunanetra, tunarungu, tunadaksa, cerebal palsy, dan autis

Terima kasih Ibu kalian memang Ibu luar biasa, suatu hari aku ingin seperti engkau tak berlelah letih mengucap penuh syukur memiliki anak luar biasa dan hebat.

Love
-Chairunisa Eka-
9 November 2014 pukul 9:36

Saturday, 19 September 2015

BAGAI LILIN KECIL

Disini aku tak'kan berbicara tentang cinta
Tapi aku akan bercerita tentang sosok seorang yang selalu membuatku teringat setiap saat tatkala rasa sepi menghampiriku. Entah bagaimana itu semua terjadi saat kamu mulai hadir dalam setiap nafasku, menghiasi hariku.Dan petualangan itupun dimulai.

Masih terlihat sangat jelas cerita yang telah lalu
Ketika bersamamu terasa begitu dekat
Kau genggam tanganku agar tidak takut
kau peluk aku agar tidak merasa demikian takut
Lelahmu bahkan tak pernah terlihat dari wajahmu dariku
Senyummu membuatku seakan bangkit untuk berusaha bahagia
Tapi hati kecilku merasa kau begitu jauh saat tak bersama
Namun di semua hari hanya ada satu hari kita bersama
Tetapi di satu hari itu kadang tak ada cerita
Hanya diam diantara sudut kebisuan

Aku pergi tinggalkan semua yang kau miliki sekarang bukan karena ingin membuatmu khawatir tentangku
Aku pergi tak'kan lama agar semua tampak baik-baik saja sehingga kamu bisa lebih bahagia tanpaku
Aku pergi bukan tanpa alasan untukmu agar kamu tahu bahwa tidak semua kejujuran patut diceritakan dengan sungguh-sungguh
Tetap kamu yang terpatri walau diantara ruang dan waktu kita tak bersama yakinlah pada saatnya nanti kita akan bersama

Dear Diary
Jakarta, 19 September 2015

close