Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, 26 August 2015

Sampai Kapan

Aku tidak tahu sampai kapan aku harus menunggu sampai saatnya itu tiba, saat dimana hari ini sama seperti kemarin. Tak ada yang istimewa bagiku, mengapa ini tampak berbeda sejenak aku berfikir untuk tidak mengharapkan ini bisa terjadi, aku takut kecewa meski diantaranya ada yang harus kulakukan untuk mendahuluinya atau hanya seperti angin yang tertiup dedaunan, sang rantingpun bergoyang-goyang mengikuti alunan sang deru.

Entahlah harus bagaimana lagi aku mengatakannya, semua pikiranku kosong bagai tak terisi sama sekali. Meski perasaanku teramat sakit, aku mencoba untuk tetap tegar dan berusaha tersenyum di depannya seolah itu semua tidak terjadi apa-apa. Apakah memang benar aku tergila-gila padanya, sampai kutak mampu melihat yang ada disekitarku, atau aku yang bodoh menyukai orang seperti dia sehingga dia tak sadarkan atau tak mengharapkan perasaanku.

Ya sudah, biarkan aku saja yang merasakannya betapa sakitnya jika dipermainkan walaupun tertusuk jarum sekalipun tetap merasakan sakit yang teramat pahit. Jika esok dia datang memberikan sejuta perasaan sayang dan cinta dengan tulus maka ku terima dia apa adanya sampai berakhirnya kisah atau meneruskan kisah ini hingga ujung maut yang memisahkan. Aku tetap berusaha kuat agar semua ini tampak indah dan berarti.

Jakarta, 29 Oktober 2014

Gejolak Asmara

Dan bukan karena aku yang memilihmu atau karena kamu yang memilihku, semua itu adalah proses butuh perjuangan untuk dapat meyakinkan diri bahwa tidak ada yang pasti. Bukan berarti harus pergi perlahan atau menjauh perlahan, semakin aku merindukanmu atau semakin kamu merindukanku, ada gejolak asmara diantara kita yang tak terpisahkan.

Masih ada banyak waktu dan ruang untuk kita berbicara banyak hal yang tak kita ketahui sama sekali, kekurangan bukan berarti kita harus menyerah pada kegagalan. Ada kelebihan yang kita miliki bukanlah suatu alasan untuk memamerkan diri. Lebih banyaklah berkarya atas kekurangan diri. Dari sana kita pun belajar untuk mencintai seseorang atau menyayangi seseorang.

Belajarlah dari mengenal aku dan kamu untuk dapat menyatukan perbedaan yang ada. Bagaimana menyatukan hubungan dua sejoli diantara kita, agar menjadi hubungan yang erat. Setiap masalah itu ada solusi dan setiap solusi itu ada jalan keluar bagi kita untuk saling menguatkan. Belajar memaafkan, belajar mengalah, dan belajar menyikapi perbedaan yang ada. Semua adalah tentang kita.

Jakarta, 5 November 2015

close