Sepertinya kini aku menyadari ada kapal yang bersandar di dermaga. Dan kali ini diapun mulai berlabuh di hatiku datang untuk menyemarakkan hidupku yang baru. Tidak ada lagi kata untuk diam menunggunya untuk berlama-lama berlayar berkeliling dunia hanya untuk mencari permata. Rasa ini kian berkembang setelah sekian lama ku nantikan rindu yang menggebu. Tiada kesendirian lagi yang dulu, lebih berwarna dengan kehadirannya untuk menggapai cinta kasih yang bersemayam dalam kalbu. Untuk bisa mencintainyan lebih dari apapun di dunia. Ku yakin ada harapan untuk mencari sebagian yang hilang itu. Permata yang dia dapatkan saat berlabuh ditepian tidak akan biarkan tenggelam saat semua belum sempurna.
Tapi untukku dia sudah begitu sempurna walau tak utuh. Biar saja hilang terombang ambing karang dan ganasnya air lautan tapi cinta kita tetap menyatu dalam terpaan badai. Siap menghadapi setiap buaian dan caci makian dengn ikhlas meski hati menolak. Untuk apa ada cinta di hadapanku sedang orang yang kutunggu itu ada disetiap detik hidupku dan dia ada bersamaku sepanjang hari hanyalah sebuah bayangan. Dan aku berharap dia benar-benar nyata saat semua menjadi ada. Kapal-kapal itu tidak akan jauh dariku meski dia terus berlayar mencari permatanya. Dan aku percaya suatu hari atau esok dia akan berlabuh di dermaga tepat di depanku. Dan ku yakin itu kamu.
Jakarta, 11 Januari 2014
Dear Diary
