Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, 11 August 2021

Bila Memang Jodohku

Tuhan...
izinkan aku untuk mencintai kekasihku hanya sekali saja
Tuhan...
izinkan aku untuk membencinya 
walau aku tahu itu sangat berat

Namun 
pastikan kalau memang Dia jodohku 
izinkan aku bersamanya seumur hidup

Akan lebih baik hidupku seterjal apapun 
engkau memberiku tiap-tiap permasalahan hidup
Biarkan aku berjalan beriring 
bersamaMu dan bersama kekasihKu. 

Selama masih bisa bernafas
menghirup kebebasan di tiap-tiap hariku
Pastikan hatiku hanya untukMu
dalam sujud dan limpahan Doaku. 

Pucuk
8 April 2021
-C-

Wednesday, 20 April 2016

#Titip rindu untuk sang HIMALAYA


Cepatlah pulang dalam kerinduanku yang sendiri.

-----

Cinta datang dengan bahagia dalam bayang canda dan tawa
Kini sepi itu hilang kau taburkan benih cinta
Bunga-bunga mulai bermekaran dalam karangan hati
Lagu perindu selamat pagi yang kau sambut untukku terbangun dalam mimpi
Kehadiranmu menjadi pengisi hidupku di kala senja

Andaikan waktu bisa diputar kembali bersamamu ke masa itu
Saat di mana semua perasaan kita mulai menyatu
Dan sang pena itupun berbagi kisah di atas kertas yang usang
Untuk membagikan cerita kita berdua di sana tertulis namamu
Ada album yang akan menjadi pelengkap cerita kita
Separuh hati yang kau tinggalkan bersama sang perindu
kau satukan hati dengan berbagai warna keindahan
Terlalu lama kita memendam perasaan yang sama
Padahal cerita itu baru di mulai dengan sangat sederhana tanpa goresan

Jika aku yang tercipta untukmu temani sepanjang harimu
Tuk coba khayalkan semua yang bisa aku bayangkan
Menjadi teman dalam puisi terakhir hidupmu
Dengan berbagai macam warna pelangi yang indah
Tak terbatas dalam ruang dan waktu

Mungkin untukmu tidak butuh waktu lama untuk merasa kehilangan
 Aku lelah sendiri tanpamu sunyi memeluk rinduku yang pergi
Aku memang belum pantas menjadi penghibur bagimu yang sempurna
semoga kebahagiaan yang ku harapkan darimu
bisa orang lain berikan sebagai penebus rasa sesalku

Melupakanmu hal yang sulit untukku
Karena kau telah mengisi hatiku dan hidup dalam setiap langkahku
Kini kau pergi dengan sejuta kerinduan yang berubah menjadi benci
Benci karenaku terlalu baik untukmu saat kita melangkah bersama
Dan akan ada saatnya nanti kita kembali menyatu seperti sang HIMALAYA

Jakarta, 10 April 2016
-C-


Sunday, 10 January 2016

Tahukah Kamu?

Tahukah kamu?

yang aku takuti adalah
jika suatu saat nanti kita tak bersama lagi
ada rasa sedih dan kecewa
disana...
kamu bersama orang lain
padahal...
aku sudah cukup sabar untukmu
berusaha setia dan bertahan untukmu
tapi...
apa yang aku dapat tak ada yang istimewa
sedangkan...
engkau mengistimewakan dia dari hadapanku
kamu terlalu acuh dan tak menganggupku ada
disini...
saat engkau bersamaku
bahkan kamu tak rela aku pergi
padahal...
aku sudah berusaha semampuku
untuk satu hari bahagiamu
tapi...
semua itu hanya seperti sandiwara belaka
sedangkan...
aku harus memendam tangisku
saat engkau tak bersamaku

Jakarta, 10 Januari 2016
Dear Diary

Tuesday, 29 December 2015

Detik Demi Detik


Sumber : Kartunlucu.Com


Waktu...
terasa begitu sangat cepat
tak terasa sudah berganti hari
adakah kau rindukan aku disana
sesibuk apapun dirimu

Waktu...
masih sempatkah kita bersama
menyusuri perjalanan cerita
yang terkadang kita menjadi emosional
tak terbatas diantara ruang rindu

Waktu...
sembunyi dimana ketika aku tak ada
masih bermanja riakah kau disana bersamanya
apakah masih pantas aku menemanimu
saat kau memang benar membutuhkanku

Waktu...
bisa saja membunuhku dalam perjuangan meraih
begitu tulusnya aku untuk ada disetiap nafasmu
terkadang egomu sangat membuatku menahan amarah
setiap melihat betapa bahagianya kamu ada aku

Waktu...
bisakah kita bersama mengejar sebuah mimpi
yang masih dalam sebuah coretan kecil
buat semuanya ini pastikan nyata
diriku hanya bagaikan debu bagimu
angin lewat yang terdengar hanya puingnya

Waktu...
jika memang inilah yang terbaik jalan bagi kita
segeralah beranjak menata benang-benang kusut itu
untuk kau susun dengan rapi bak layang-layang terbang bebas
sang merpati tak akan pernah mengikari janjinya untuk kembali


Jakarta, 29 Desember 2015

Monday, 28 December 2015

Kerinduan

Kala malam datang menusuk kulitku
Angin malam semakin membekukan semua seisi tubuhku
Aku lemah tak berdaya seakan diriku hampa
Namun kau hadir menyelimutiku
Dalam kehangatan kisah dan cintaku
Walau dingin ini masih terasa
Tapi hatiku tetap sama dan ada untukmu
Dalam setiap nafas dan helaian waktu yang tersisa

Bulan yang terang belum mampu menghangatkanku
Tulang rusukku masih ada dan....
Belum kuberikan pada orang yang kusukai
Namun rasa ini akan semakin terang
Jika Dia memelukku untuk menyatukan
tulang rusukku....
Kerinduanku akan kehadiranmu membuatku
seakan semakin rindu

Terima kasih kau memberiku banyak cinta
memberiku arti hidup yang sebenarnya
Mengajariku belajar mengingat waktu
Mengajariku hal yang berarti dalam hidup
Kado terindah darimu adalah sebuah bingkisan senyum
yang tak tergantikan
Walau kini semuanya sudah menjadi cerita manis
tapi sangat berharga untuk selalu diingat

Jakarta, 28 Desember 2015

Sunday, 1 February 2015

HAI HUJAN...

Hai Hujan...

Rindu akan sosok yang ku damba
Sekian lama ku bertepi dalam haluan
Berlabuh sejenak diantara badai asmara
Sempat mengoyak-ngoyakan ketenanganku
Aku tak diam aku selalu berprasangka
Dan...akhirnya diterjang dalam ketidakpastian

Hai hujan...
Ku ingin kau titipkan rasa sayangku ke dia
Walaupun itu tidak seberapa penting baginya
Engkau bagaikan mendung yang berselimutkan pekat
Betapa menyejukannya kau wahai hujan

Langit akhirnya menjadi tebal
Suasana makin mendayu-dayu
Hening damai menyengat dalam jiwa
Kuinginkan kehangatannya seseorang yang kurindu sejak hari itu
Ingin terus menatapnya lama tak ingin ku lepas

Hai hujan...
Aku ingin bertanya padamu
Sedang apa dia disana
Kuingin menyapa walau dia tak akan menyambutku
Ribuan kata sepatah kata pun dia tak mau mendengarku
Biar apa kata dia tapi suara hatikulah yang berbicara

Aku bingung dimana lagi akan bersandar
Dermagaku ke pelabuhan rindu
Yang ingin ku menantikan sosok-sosok senyumnya
Meskipun dia acuh cuek dan kadang-kadang menyebalkan
Bagiku itulah yang ku suka
Karena dari situ aku belajar mengenal arti kepribadiannya

Hai hujan...
Aku ingin sekali bertemu menyapanya
Meskipun hanya sesaat
Tak akan mampu dia merangkulku
Dengan segenggam tangannya
Senyum hangat yang menggodaku
Tawa yang menyiratkan kebahagiaanku

Aku tahu meskipun harus menjauh
Dan aku hanya bisa melihatnya dari jauh
Kusadari betapa hebatnya dia menjadi sosok lain
Dari dia akupun belajar mulai mengenal arti benci

Hai hujan...
Bisakah sekali lagi engkau titipkan salam rinduku
Agar dia tahu aku baik-baik saja
Aku disini akan selalu nampak baik-baik saja
Meski hati kecilku berkata lain
Tapi biarkanlah aku berlabuh ke dermaga lain
Jangan sampai terdampar di tempat yang salah

Jakarta, 1 Februari 2015

Sumber foto : Google Image

Friday, 30 January 2015

Sang Siang

SANG SIANG

Hari ini sudah menjadi siang sang matahari menari-nari bersama awan putih
Langitpun akhirnya menjadi biru si kembar bersama warnanya laut biru
Indah sangat anugerahNya
Tak dapat dipungkiri ciptaan Tuhan
sungguh luar biasa

Bila awan hitam pekat dan gelap
Mataharipun menyingkir
Petir menyambar-nyambar mengeluarkan emosi menggelegar
Kejam, ironis, dan menakutkan
Lalu kemudian dia memberi hujan yang amat deras
Tidak ingin berhenti bernyanyi-nyanyi diantara debitnya air
Memuaskan hasrat bahagia dalam kelabunya suasana

Manusia bersuka cita bahagia menangis haru
Sontak akhirnya menjadi diam penuh dendam
Ada saat dimana akhirnya tak bisa menjadi ceria
Rasa ini semakin membelenggu tatkala semua itu berakhir pada saat sang hujan berhenti
Tertawa-tawa riang ketika semua berakhir
Sungguh dambanya hidup dalam setiap musim gugur tenang dan menghanyutkan

Hai...matahari kau nampaknya sangat berduka
Mana senyum terhebatmu sang terik menyengat
Cantik indah pesonamu ku rindu
Yang membuat hariku begitu riang dengan cahaya sinarmu
Kudambakan semua hari-hariku saat siangmu
Tidak akan pernah berhenti ku menyemangati diriku dan dirimu
Kutunggu hari esok dan seterusnya saat siang berganti petang, dan pagi bertemu siang

Jakarta, 30 Januari 2015


Sumber foto : Google Image

Friday, 16 January 2015

SAAT MATAHARI TERBENAM BERSAMAMU

Mengapa Hatimu terbuat dari batu?
Sesulit inikah harus kupecahkan hatimu?
Bagaimana caranya agar kau jatuh hati padaku?

Jauh dilubuk hatiku
Selalu kuingat namamu,
Merindukanmu
Bagai bulan purnama yang indah
Meski malam ini bukanlah bulan purnama
Bisakah sebentar saja ku bertemu denganmu
Sebagai balasan rinduku untukmu,
Jangan terus bersembunyi untukku
Karena kaulah...
Yang nantinya akan menjadi pelabuhan hatiku

Jakarta, Januari 2015

Model : Trisnie Chan, Sam Nawa
Foto : Rahasia katanya
Lokasi : Ga tau dimana ga nanya haha

Tuesday, 13 January 2015

AKU HANYALAH AKU

Aku tidak terlalu cantik dan sempurna dimatamu
Aku hanyalah wanita biasa dan tidak begitu sempurna
Aku bagimu bagai sebuah hiasan di dinding
Meski tak dapat kau sentuh aku dengan belaianmu
Aku bukanlah bayanganmu yang selalu melintas dipikiranmu dan disetiap mimpi-mimpimu
Aku hanyalah aku
Seperti inilah duniaku
Berkarya dengan penuh cinta
Berdedikasi untuk kecintaanku
Pada setiap proses impian-impianku
Yang telah berhasil tercapai
Dan yang belum berhasil tercapai
Jakarta, 12 Januari 2015

Model : Chairunisa Eka
Fotografer : Giand
Lokasi : Tower UMB
Juli 2011

SANG FAJAR BERMANDIKAN REMBULAN

Demi masa telah kulewati

Masih mampu untukku berlari

Mengejar asa

Diam bagai kepompong

Terbang bagaikan merpati

Aku bebas! Bebas bersama angin pualam


Dan...

Aku tidak sendiri

Terus mengejar yang tak pasti

Saat matahari bersinar terang

Menghitamkan seluruh raga ini

Lalu dia datang sang sore hari

menampakan cahaya benderang

Memutihkan kembali raga 

Yang sempat terpudar pancaran


Aku bersama laut ditepi pantai

Diam membisu memandang langit senja bersama derunya pasir


Aku tidak sendiri

Ada dia sang pencipta

Meneduhkan setiap insan yang memandangnya

Terbuai dalam keindahan logika duniawi

Sejenak diam kupandangi kemolekannya

Penuh dengan buaian kerinduan


Jakarta, 3 Januari 2015



Model : Trisnie Chan

Fotografer : Pandu

Lokasi : Pantai Pok Tunggal Gunkid Yogjakarta

Desember 2014

Dokumentasi : Trisnie Chan


Tuesday, 7 October 2014

Meninggalkan Jejak Kenangan Bersamamu

Masa yang telah kita lewati bersama seakan telah pudar ditelan waktu
Semua cerita manis kita ada disana tempat dimana kita berjanji dalam sebuah ruangan yang dipenuhi dengan bintang malam yang bersinar terang
Kamu..
Telah membuat semua hidupku kisah kita menjadi begitu berbeda sebelum ada kamu
Yang memberikan waktumu hanya untukku meskipun tidak lama kita bertemu
Adakalanya kita bertengkar, menahan emosi yang meluap-luap dan juga kesedihan kita
Akhirnya kita pun berbagi akan semua rangkaian kisah-kisah ini
Potret wajahmu kerinduanku adalah kasihku padamu
Disana kamu menjauh meski kita tidak dekat
Bisakah Aku belajar untuk mencintaimu mengikuti lembaran demi lembaran cerita dalam dongeng
Agar ini semua tampak benar-benar nyata adanya
Akan kutunjukkan betapa besar diriku untuk bisa memulai cinta ini bersamamu
Terjalin amat kuat untuk ikatan cinta
Biar kucatutkan namamu dalam setiap detakan jantungku
Kau yang selalu kusayangi bisakah kau dekat terus bersamaku setiap saat, setiap hari, dan selamanya

Jakarta, 7 Oktober 2014

Selalu Denganmu

Ingin rasa hatiku berbisik
Rindu ini semakin menjadi
Apa yang kan ku katakan
Pada dia yang selalu kusayang
Bisakah ini harus ku ungkapkan

Entah mengapa diriku
Semakin tergoda akan indahnya cinta
Dekat dirimu bagai surgawi
Namun tetap terasa bagai mimpi
Yang selalu kunanti

Jika memang kau untukku
Percayalah ku kan selalu denganmu
Walau kau jauh dariku
Ku kan tetap menantimu
Hingga ujung waktuku

Jakarta, 7 Oktober 2014

TAK HABIS PIKIR

Pernahkah kau bertanya padaku
Akan artinya sebuah cinta
Akan artinya sebuah kerinduan
Dan akan artinya sebuah kasih sayang

Kau hanya diam hingga saat ini
Seolah menyembunyikan sesuatu padaku
Dan tak pernah memberitahuku
Akan apa yang kau simpan rapat-rapat di dalam hatimu

Aku tahu engkau tidak begitu menyukaiku
Aku tahu engaku tidak begitu mencintaiku
Aku tahu engaku tidak begitu merindukanku
Aku tahu engkau tidak begitu menyayangiku

Tapi engkau tidak pernah tahu sekian lama ku menunggumu untuk bisa hadir dalam kehidupanku sesulit apapun dirimu sesibuk apapun dirimu aku tetap setia untukmu

Aku tak pernah menyangka bahwa engkau benar-benar datang dan pergi sesuka hatimu
Tidak ada yang terpikirkan olehmu akan kehadiranku untukmu
Aku hanyalah sebuah kertas yang dibasahi tetesan air yang mudah rusak

Meski kau tak disini bersamaku
Aku berharap kau tahu isi hatiku
Betapa besar cintaku ini untukmu
Walaupun aku tak dianggap olehmu

Bisa saja aku pergi saat semua menjadi sempurna untukmu
Tak berharga mau dianggap apa
Hati ini seperti hancur ketika mengetahui kau tak mempercayaiku
Akan arti sebuah kesetiaanku untukmu

Tak habis pikir
sampai kapankah kau terus begini memalingkan wajahmu padaku
menjauh dariku jika itu yang kau inginkan
maka biarkan aku saja yang pergi untuk meninggalkanmu
Menyimpan semua kestiaanku untuk yang lain.

Jakarta, 7 Oktober 2014

Thursday, 2 October 2014

ILUSI KEHIDUPAN

Cerita pendek suara hati

Bisakah kau mendengar jeritan suara hatiku??? Jika kau mampu membuatku tersenyum mengapa kau terus membuatku bersedih hati atas kemarahanmu padaku? Oh..jadi beginikah caramu kau campakkan aku??

Hanya sekecil ini saja begitu emosinya dirimu amarah yang kau curhkan padaku! Bisakah..bisakah..bisakah..setiap hari kau mencintaiku? Menggenggam tanganku agar aku kuat menerima segala cobaan dihadapanku.

Bukannya kau mendamaikan segenap keringat di tubuhku, detak jantungku seakan bergelayut sangat kencang memompa-mompa diriku agar berhenti berteriak kepadamu! Seakan kau menang atas duniamu sendiri.

Kapan kau bisa sekali..sekali...sekaliii saja untuk bisa berada di dekatku! Hanya sebentar saja, tidak akan lama tapi kenapa kamu tidak mau?? Seakan hatiku goyah, untuk merelakanmu meninggalkanku dan benar saja kau meninggalkanku, tanpa sepatah katapun!

Tuhan tolong, bagaimana lagi aku harus bisa menyayanginya! Mencintainya saja diriku takut, hanya engkaulah yang mencintaiku! Memberikan aku sedikit cobaan dan kebahagiaan untukku. Tuhan, hanya engkaulah yang tahu bagaimana aku bisa menahan rasa pedihku! Tuhan tolong aku...

Kesendirian ini bukannya membuatku semakin kuat, perlahan-lahan akupun menjadi lemah dan tak berdaya, aku sangat merindukan sosoknya. Walaupun aku takut untuk memulainya kembali. Bisakah Tuhan membagikannya untukku memberikan kasih sayangku??? Tuhan tolonglah jawab akhiri mimpi ini, agar aku bisa bahagia dengan caraMu.

Dimanakah aku harus menunggu senja saat langit tertiup angin semerbak sang surya yang tenggelam dilangitnya yang kelam. Berdawaikan dedaunan yang semakin pekat. Sehingga kesunyian ini semakin membuatku menjadi dingin dan ketakutan.

Dimanakah ada rindu kembali yang akan kumulai. Saat sosok-sook sang pujaan hati yang kudamba semakin dekat, sehingga semakin ku kuat menghadapi terjangan kepiluan yang hebat. Dimakan usia yang teramat tua, seperti pohon yang berdiri kokoh meski bisa bertahan lama sampai seribu tahun lamanya.

Sang pujaan hati bukannya mendekat tetapi semakin jauh dihadapanku. Memberikan sedikit cerita manis lalu membuangnya dibak sampah bahkan terlihat kuno untuknya. Tidak memberikan kesempatan untuk mencoba terus mendekatinya. Sampai kapan!!!! Sampai kapan aku harus bertahan untuk mendapatkanmu, bersabar untuk membuatmu ada di dekatku!

Dan akhirnya aku berhasil mendapatkanmu, jujur hatiku bahagia mendapatkanmu. Ku perlakukan kau sangat istimewa, sejuta bahagianya ku tetap perlakukan kau sangat istimewa, ku berikan singgasanaku sampai nyaris ku rela korbankan jiwa dan ragaku untukmu.

Sampai tiba saatnya ku bermahkotakan berlian sejuta bahkan semilyaran harganya hanya demi kamu. Kuberikan singgasanaku yang nyaman untukmu agar kelak kau bahagia dengan kehadiranku bersama anak-anak kita. Membentuk keluarga kecil yang bahagia. Sampai anak-anak kita dewasa, dan kitapun menua. Menatap senja di kelabu malam dan bersejuk dibawah pohon tua yang gugur di musim semi. Kitapun bahagia selamanya.

Jakarta, 2 Oktober 2014

Sesikit coretan mengenai penulis :

Penulis Juara 1 kontes blogger kartunet, Juara 2 writing contest Young Voice Indonesia, dan pernah membawakan musikalisasi puisi yang diciptakan sendiri(tapi ga bisa nyanyi), serta senang bermain drama/ akting.

Kecintaannya terhadap seni sudah ada sejak usia Kanak-kanak mulai dari menggambar, tari, akting, menulis cerita, puisi, lagu dan yang terakhir adalah memberikan kebahagiaan untuk orangtua tercinta yang sudah bersusah payah membesarkan penulis.

Sekarang penulis aktif menjadi motivator muda bagi anak-anak tunarungu di sekolah mengikuti jejah langkah tunarungu-tunarungu sebelumnya, juga pernah memberikan training, pelatihan, dan memberikan motivasi dihadapan orang-orang luar biasa dalam hidup. Kekurangan dan menjadi tunarungu bukanlah suatu alasan untuk menutupi diri dari orang-orang sekitar, menjadi terbatas bukan berarti keterbatasan yang membuatmu terbatas.

Hingga saat ini pun penulis masih setia dengan blog yang sudah disusun sejak masih kuliah yaitu sekitar tahun 2009 hingga sekarang. Berkat blog ini penulis berhasil menanamkan kepercayaan diri untuk berani memulai dan takut menerima kegagalan hingga berhasil, dan tetap berani jika gagal bila tidak sesukses orang-orang luar biasa.

Setiap tulisan ini yang pada akhirnya suatu saat nanti pasti akan dibukukan untuk menjadi penyemangat hidup, bahwa tidak ada alasan untuk berhenti menulis.

Bergabunglah dan temukan cintamu! Tebar semangat apapun demi masa depan! Dan menyenangkan atau senangkan orang-orang sekitarmu dengan karya menulis. Esok jika kau mati karyamu akan tetap dikenang!

Salam hangat!!!

Friday, 19 September 2014

Kita Pasti Kembali

Mencoba untuk menghibur diri menenangkan pikiran yang bergelayut di otak. Dan terciptalah puisi meski tak indah

Dd lest in memoriam (17-09-2014)
Teruntuk Alm. P. Lesmana Putra

KITA PASTI KEMBALI

Aku disini mencari kehidupan dengan cinta
Demi masa..
Ada saat dimana aku bisa tertawa, menangis bahkan marah
Aku tahu tak pantas untuk meluapkan segala emosi
Aku tahu Allah bersamaku
Aku tahu Allah bersamamu
Dari tanah kembali ke tanah
Dia yang menciptakan segala hal kehidupan ini
Biar Aku yang meninggalkan dunia melawan semua dusta kehidupan
Meski aku tak mewarisi harta
Yang kan kubawa kesana adalah ilmu
Walau hidupku sementara
Kita tidak bisa melalui kehendak-Nya
Hanya yang kuinginkan darimu adalah Doa
Doa yang tulus adalah tuntutan untuk surgaKu
Kelak disana kita akan kembali
Dan aku pun pergi meninggalkanmu bukan cara yang tak istimewa
Insya Allah khusunul khotimah
Berjuang dalam tancapan pedang tajam
meski aku tak hebat melawan bajingan ataupun preman
Aku bukan lelah tapi lemah tak berdaya
Kan kutunggu pintu Surga bersamamu
Wahai kau yang menyayangiku penuh kasih
Maafkan aku yang telah pergi meninggalkan jejak-jejak kenangan kita

Doaku disana untukmu dd lest
Kau yang telah meninggalkan kami yang lebih dulu, kami akan kembali berjuang di Jalan Allah mencari kebenaran yang sebenar-benarnya untukmu. Terima kasih untukmu selama ini yang banyak membantu kk dan udo rama. Maafin kk ya sayang. Kk tidak bisa menjadi yang terbaik untuk udo. Tapi tali silaturahmi ini tetaplah menjadi yang terbaik.

i missing u Dd Lest
Jakarta, 19 September 2014

Thursday, 18 September 2014

Tunggulah Aku di Dawai Asmaramu

Bingung ku harus memulai darimana
Semua ini berlalu begitu sangat cepat
Sehingga tak sempat ku susun menjadi sebuah cerita
Tetapi aku masih ingat bagaimana rasanya suka
Menyukai seseroang dan kemudian jatuh cinta

Masih adakah peluang disana 'tuk mendapatkanmu
Masih adakah peluang disana 'tuk mendekatimu
Meski kita terhalang antara jarak dan waktu yang sulit ditempuh

Membayangkan dirimu disaat kita jauh
Hati ini serasa sendiri bukan milik siapa-siapa terasa kosong
Dan kehampaan ini mulai ditangisi oleh air mata kesedihan
Diantara udara dan daratan yang membuat kita terpisah diantara ruang waktu

Aku tahu ini sulit, aku tahu ini tidak mudah
Tapi aku yakin aku percaya meski aku takut untuk meyakinkan diriku
Seberapa besar cintamu padaku disaat seperti ini
Mudah goyah diombang-ambing dalam buaian asmara lain

Rinduku menantikan kehadiranmu
Kini semua kisah kita masih sangat kusimpan dengan rapi
Tunggu aku disana untuk menjemputmu dawai asmara yang kau nantikan

Jakarta, 18 September 2014

Friday, 11 July 2014

KEHADIRANMU

kehadiranmu...
Adalah sosok yang kunantikan
Disetiap waktu antara jam, detik, dan menit.
Seolah semua yang ku tak punya termasuk cinta
Telah hadir dalam rindu yang datang silih berganti
Menerobos antara kehampaan dan kesepian pelukan.

Diantara itu hanya engkau yang mampu merajam diriku dengan semanis janjimu  dan semanis kebohonganmu serta belakamu.

Yang kuminta darimu inginku adalah
Buat semua cerita tentang kita indah saat dikenang.

Walaupun banyak kisah kita yang terlewatkan namun yang pasti akan selalu teringat.

Cerita kita bukan seperti kisah sinetron bukan pula film dramatis ataupun romantis.

Hanya setiap kali melihat wajahmu hatiku berbunga bahagia tetapi yang kirimkan adalah  sebuah lukisan manis yang bisa membuatku tersenyum.

Jantungku berdegup kencang mengikuti irama musik yang syahdu, rocker, pop ataupun dangdut setiap kali bertemu denganmu aku tak berani menatapmu.

Yah, aku tahu alam dan seisinya, rasa sayangmu padaku belum berjuta-juta seperti bintang yang ribuan tahun selalu bersinar.

tapi aku tetap menunggu setia disini menanti engkau datang untuk memberikan sekuat tenaga, mencurahkan seisi jiwa dan kasih sayangnya untukku.

Aku yakin engkau bisa bersinar bersamaku seperti dongeng yang abadi, menerangi kegelapan dan kesunyianku agar aku tidak kesepian lagi menyambut dunia baru

Dear Diary,

Jakarta
11 Juli 2014

Wednesday, 19 March 2014

Setiap Helai Nafas

Entah bagaimana aku bisa mengungkapkan perasaanku
Sejuta tanda tanya terus menghantuiku
Darimanakah engkau datang secara tiba-tiba
Tak tahu aku bingung harus berkata apa
Setiap detik aku merasa seperti berhenti ditengah jalan
Aku tak tahu darimana ini bermula
Apakah ada rasa jatuh cinta lagi yang kuinginkan
Lalu aku kemudian diam sejenak mencari celah
Pesan-pesan yang tersembunyi didalam kalbu ini
Setiap helai nafas ini seperti jantung yang terus berdetak
Aku bingung haruskah ku jatuh cinta padamu
Aku takut membuatmu kecewa karenaku
Aku takut dimatamu aku bukanlah yang sempurna
Aku takut kau meninggalkanku begitu saja
Tanpa menghiraukan perasaan hati ini
Bisakah aku bertanya pada bintang?
Oh tidak..
Apa yang harus kulakukan agar hati ini menyatu
Lakukanlah sesuatu untukku walau itu sederhana
Namun akan selalu terkenang

Jakarta 19 Maret 2014

Saturday, 18 January 2014

Dua Insan

Adakah rasa tulus saat ini kau berikan untukku
Adakah rindu yang menggembu tuk menantikanku
Disaat semua rasa sepi ini datang melanda
Redakan semua kekosongan dihati

Entahlah...
Mengapa ini bisa terjadi begitu cepat
Seolah sang waktu mempermainkan kisah kita
Tatkala senyumanmu menggoyahkan semua
Keinginan terbesar dalam hidupku

Tuk mendapatkanmu dalam bingkai cinta
Ku rangkai kata demi kata seindah mungkin
Sehingga menjadi kiasan yang bermakna
Dan menjadi karangan yang penuh arti

Kau selalu saja membuat hatiku berdebar
Tak mampu kuasa menahan mulut ini berucap
Mengatakan satu dua kata saja aku bingung
apalagi merangkai kalimat yang indah untukmu

Tuhan....
Pertemukanlah dua insan yang menjauh ini
Agar mampu menjadi insan yang saling menyayangi
Kelak hanya kepadaMu aku dan dia menjadi dekat
Memimpin bahtera kehidupan baru dengan izinMu

Jakarta, 18 Januari 2014
Dear Diary.

Thursday, 16 January 2014

Yang Terakhir Kalinya

Kasih...
Engkau bagaikan sinaran bulan
Yang mengiringi langkahku
Saat ku berjalan sendiri

Kasih...
Mengapa kau pergi jauh dariku
Ku ingin sekali bertemu dirimu
Hanya sekejap saja

Inilah yang terakhir kalinya
Sulit menahan rindu ku ingin bertemu
bertemu dengan sosok sepertimu

Sulit ku tatap wajahmu dari kejauhan
Sulit ku peluk dirimu dalam kehampaanku
Sulit ku cari bayanganmu dalam kesendirianku

Inilah yang terakhir kalinya
Ku bertemu denganmu lagi
Saat mata hati menjadi satu
Disaat kita pernah jatuh cinta dulu

Jakarta, 16 Januari 2014
Dear Diary.

close