Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Showing posts with label Kita. Show all posts
Showing posts with label Kita. Show all posts

Tuesday, 29 December 2015

Detik Demi Detik


Sumber : Kartunlucu.Com


Waktu...
terasa begitu sangat cepat
tak terasa sudah berganti hari
adakah kau rindukan aku disana
sesibuk apapun dirimu

Waktu...
masih sempatkah kita bersama
menyusuri perjalanan cerita
yang terkadang kita menjadi emosional
tak terbatas diantara ruang rindu

Waktu...
sembunyi dimana ketika aku tak ada
masih bermanja riakah kau disana bersamanya
apakah masih pantas aku menemanimu
saat kau memang benar membutuhkanku

Waktu...
bisa saja membunuhku dalam perjuangan meraih
begitu tulusnya aku untuk ada disetiap nafasmu
terkadang egomu sangat membuatku menahan amarah
setiap melihat betapa bahagianya kamu ada aku

Waktu...
bisakah kita bersama mengejar sebuah mimpi
yang masih dalam sebuah coretan kecil
buat semuanya ini pastikan nyata
diriku hanya bagaikan debu bagimu
angin lewat yang terdengar hanya puingnya

Waktu...
jika memang inilah yang terbaik jalan bagi kita
segeralah beranjak menata benang-benang kusut itu
untuk kau susun dengan rapi bak layang-layang terbang bebas
sang merpati tak akan pernah mengikari janjinya untuk kembali


Jakarta, 29 Desember 2015

Wednesday, 3 December 2014

Malam Tirakatan 3 Desember 2014

Ditepi tembok aku bersembunyi,
Ketika syair indah dalam tulisan yang tak abadi namun terkenang sepanjang hidup, meski hanyalah sebuah tulisan tanpa makna namun nyata dan terasa di sayat kalbu malam yang tak berujung menunggu pagi.....

Sepenggal potongan puisi yang nyaris terlupa....dan diganti dengan tulisan yang tak ingin dibaca oleh siapapun!!!! Dari sanapun kita belajar


Pada dasarnya kita semua adalah manusia dilahirkan di dunia yang sama yaitu bumi. Kelak kitalah yang menjadi pemuda pemudi masa depan yang akan memperjuangkan hak-hak asasi. Negara maritim yang beribu-ribu pulau belum mampu menjadikan kita manusia yang seutuhnya mampu membangun negeri ini dengan penuh keyakinan diri. Kita masih perlu banyak berbenah untuk menjadikan negara kita berubah agar menjadi negeri yang inklusif.

Sayangnya, banyak orang yang beranggapan dan belum menyadari hal ini betapa pentingnya kita bersosialisasi, bukankah kita harus hidup bergandengan dan bersosialisasi? Hidup bukanlah untuk berkorban untuk mencari kebenaran yang ada tetapi hiduplah yang harus dicari letak keadilannya. Jangan sampai orang lain semena-mena atas perjuangan kita. Tidak boleh menyerah hanya sebatas rasa belas kasihan. Tangan yang meminta bukanlah sebuah petunjuk yang benar, tangan yang berharap penuh cinta untuk diajak bergandengan tangan dialah memberikan segala hal tidak kita tahu sebelumnya.

Dunia ini, berapa banyak lagi yang harus menderita karena kesusahan? Bukan, bukan itu yang ingin saya lakukan, tapi saya ingin dunia ini berubah, mengubah setiap orang di dunia atau bahkan di negara sendiri untuk segera berbenah. Menjadikan negara yang ramah bahkan inklusif. Saya yakin semua orang tahu biar semuanya yakin bahwa penyandang disabilitas itu ada diantara kita, kehidupan kita.

Mari berfikir jernih, masih maukah anda menjadi manusia yang sok mana tahu segala hal? Belajarlah dari mereka bagaimana mereka bisa bertahan hidup terhadap goncangan caci makian, kebohongan publik, dan bahkan diskriminasi yang mereka temukan. Mau seperti apa negara kita, malukah kita pada negara lain atau dunia. Yang telah berhasil mengubah hidup dari pandangan orang.

Masyarakatku masih awam atau masih tak mau menerima keadaan ini? Saya malu saya berharap untuk negara ini agar tak ada lagi campur tangan kebiadaban dari peradaban yang semestinya dihapus yaitu sebuah diskriminasi. Yang telah mencapai titik nadir yaitu bagaimana kami harus memulai kembali untuk meyakinkan diri.

Kami tidak dapat melakukan itu semua, hanya bersama kalianlah ku ingin mengajak satu persatu setiap orang agar tersadar memiliki hati nurani penyayang dan rela berkorban bukan hanya untuk kami tetapi untuk negeri dari ketidak adilan dan ketidak jujuran ini. Demi bangsa kita penerus masa depan ya...dialah anak negeri penemu hebat yang bisa bermanfaat bagi negeri. Jangan sampai terlepas dari negara lain atau dunia.

Semua adalah milik kita bersama, kitalah yang memanfaatkannya, jangan sampai merusak apa yang tidak pantas untuk kita pakai demi kenyamanan dan hak hidup bagi penyandang disabilitas. Meski masih kekurangan ruang publik untuk berdialog bersama, fasilitas yang memadai jauh dari impian. Meskinya negeri ini berbenah dari sekarang mewujudkannya bersama jangan menunggu apa yang kita minta tetapi lama diwujudkannya. Masih berharapkah pada pemerintah kita untuk menjadikan kita sebagai bahan cobaan? Jangan! Tapi segeralah bagkit dengan cara kita agar pemerintah percaya kita bisa produktif, jangan asal mencopas apa yang kita dapatkam, namun pergunakan keinginan kita sebaik mungkin! Percayalah negara kita pasti bisa lebih baik dari tangan-tangan hebat selain dari anak cucu kita.

Di dunia ini banyak orang terkenal dan hebat yang berhasil mendunia, apakah kita pantas malu? Tidak...harusnya kita bangga, penyandang disabilitas lah penemu hebat yang bisa mengukir dunia dalam sejarah. Kenapa kita tidak? Bersegerah bangkit dari rasa malu karena kita sama dilahirkan di bumi yang sama walaupun kita tidak sempurna, tetapi kita masih bisa melihat, mendengar, berlari, berjalan, dan hal-hal lainnya yang masih bisa kita miliki dalam bertahan hidup di era ini. Saya yakin bumi kita nan pertiwi segera bangkit dan menjadi negara yang inklusif.

Percayalah...hanya kalianlah yang bisa mengubah dunia atau mengubah negeri ini

Jakarta, 3 Desember 2014

Salam Disabilitas!!!

Thursday, 6 November 2014

SEMUA TENTANG KITA

Dan bukan karena aku yang memilihmu atau karena kamu yang memilihku, semua itu adalah proses butuh perjuangan untuk dapat meyakinkan diri bahwa tidak ada yang pasti. Bukan berarti harus pergi perlahan atau menjauh perlahan, semakin aku merindukanmu atau semakin kamu merindukanku, ada gejolak asmara diantara kita yang tak terpisahkan.

Masih ada banyak waktu dan ruang untuk kita berbicara banyak hal yang tak kita ketahui sama sekali, kekurangan bukan berarti kita harus menyerah pada kegagalan. Ada kelebihan yang kita miliki bukanlah suatu alasan untuk memamerkan diri. Lebih banyaklah berkarya atas kekurangan diri. Dari sana kita pun belajar untuk mencintai seseorang atau menyayangi seseorang.

Belajarlah dari mengenal aku dan kamu untuk dapat menyatukan perbedaan yang ada. Bagaimana menyatukan hubungan dua sejoli diantara kita, agar menjadi hubungan yang erat. Setiap masalah itu ada solusi dan setiap solusi itu ada jalan keluar bagi kita untuk saling menguatkan. Belajar memaafkan, belajar mengalah, dan belajar menyikapi perbedaan yang ada. Semua adalah tentang kita.

Jakarta, 5 November 2014

SEPEKAN TERAKHIR BERSAMA

Bagaimana aku bisa tahu tentangmu, bagaimana aku bisa tahu semua hal yang ku tak tahu sama sekali, dan bagaiamana pula aku bersabar menghadapi semua sikapmu?

Mengurung diri dalam lamunan senja bertabur cahaya bintang yang tak mau menampakan kemolekkannya. Hanya aku bisa diam berdiri menatap jendela keluar berbicara pada awan malam yang pekat. Dari sana tampak butiran-butiran debu bersama angin sepoy yang meliuk-liuk menari mengucapkan kepadaku "jangan bersedih ku buat kau bergembira melihatku menari malam ini".

Bersama angin pualam yang semerbak daun kamboja mewangi dalam kegelisahan diri. Dimana sang pujaan hati tak memberi kabar dalam sejuta tanda tanya yang bermilyaran bahan cerita yang tak sanggup ku karang dalam kiasan sandiwara. Membuai dalam harapan yang sendu menghipnotis semua kehidupan masa lalu yang tak seharusnya dibaca dan diceritakan.

Sang pujaan hati tak mau diam membisu dia selalu saja membangkitkan semua kenanganku, apa ada yang salah dalam semua kisahku atau hanya begitu dia yang keingintahuannya luas ingin mengetahui semua masa laluku. Ah...biar saja semua tenggelam bersama badai yang siap menghampiriku, itu adalah aku dan itu adalah masa lalu. Biarkan semua dihantam petir agar kau tak terus bersandiwara. Aku sudah lelah dengan semua yang telah lalu. Biarkan aku bersamamu dengan semua cerita yang nantinya kurangkai bagai melodrama yang penuh dengan cerita romantis kita, atau kebencian, air mata, dan tawa yang membuat semua cerita ini menjadi hidup. Bersamamu memulai petualangan baru dengan cinta.

Mungkin darimu tak yakin bagaiamana aku, seperti apa aku, yakinkan aku, dan membuatmu semakin mengerti tentangku, aku hanya belum siap dari segala hal cerita yang kurangkaikan nantinya padamu. Aku percaya kamu bisa benar-benar mencintaiku dan menyayangiku dengan segenap ketulusan yang bertabur kebahagiaan bersamaku meski aku takut kekuranganku akan membuatmu menjaga jarak untukku. Semakin kamu tenggelam dan menjauhiku dalam jarak pandang yang tak lagi mampu menjadi sandaran dalam jiwaku.

Setiap kali aku menangis, bukan karena aku merindukanmu tetapi aku menangis mengingat semua hal manis bersamamu. Bolehkah aku menangis saat jauh tanpamu. Kadangkala aku pula tak berani menangis dihadapanmu. Aku berusaha untuk kuat bila kau disampingku. Kehadiranmulah yang membuatku semakin kuat dan semakin sadar bahwa aku tak boleh berhenti untuk terus menyakinkan diriku, hidupku tak sendiri. Hanya kamulah yang membuatku benar-benar nyaman ketika kau berada disampingku, saat jauh aku terus mengingatmu tak pernah sekalipun ku berprasangka buruk padamu. Saat dekat denganmu pula aku terus mengingatmu. Apa salah?

Bisakah aku benar-benar mencintaimu meski kamu tak peka. Membiasakan diri untuk memulai menyayangimu dalam rautan kisah yang selalu merindukan kenangan. Aku tulus apa adanya, butuh perjuangan untuk mendapatkanmu kembali, meraih semua yang ingin aku gapai bersamamu. Dapatkah aku meraihnya semua hal saat berada disampingmu, bersamamu, dan saat jauh. Itu adalah kisah yang berbeda yang tak mampu aku biarkan ini berhenti begitu saja. Aku tidak butuh harta, dan kekayaanmu. Aku hanya butuh kamu saat ini, esok hari, dan selamanya.

Jakarta, 6 November 2014

Thursday, 18 September 2014

Tunggulah Aku di Dawai Asmaramu

Bingung ku harus memulai darimana
Semua ini berlalu begitu sangat cepat
Sehingga tak sempat ku susun menjadi sebuah cerita
Tetapi aku masih ingat bagaimana rasanya suka
Menyukai seseroang dan kemudian jatuh cinta

Masih adakah peluang disana 'tuk mendapatkanmu
Masih adakah peluang disana 'tuk mendekatimu
Meski kita terhalang antara jarak dan waktu yang sulit ditempuh

Membayangkan dirimu disaat kita jauh
Hati ini serasa sendiri bukan milik siapa-siapa terasa kosong
Dan kehampaan ini mulai ditangisi oleh air mata kesedihan
Diantara udara dan daratan yang membuat kita terpisah diantara ruang waktu

Aku tahu ini sulit, aku tahu ini tidak mudah
Tapi aku yakin aku percaya meski aku takut untuk meyakinkan diriku
Seberapa besar cintamu padaku disaat seperti ini
Mudah goyah diombang-ambing dalam buaian asmara lain

Rinduku menantikan kehadiranmu
Kini semua kisah kita masih sangat kusimpan dengan rapi
Tunggu aku disana untuk menjemputmu dawai asmara yang kau nantikan

Jakarta, 18 September 2014

Monday, 17 February 2014

Jadilah Inspirasi

Orang yang pengetahuannya sedikit, tapi banyak menggunakannya bagi kebaikan diri dan lingkungannya, akan menjadi pribadi yang jauh lebih berilmu daripada orang yang banyak pengetahuan tapi sedikit menggunakannya. Tuhan meninggikan kedudukan orang yang berilmu dengan beberapa derajat, dan kelihatannya beberapa derajat lagi untuk yang menggunakannya bagi kebaikan diri, keluarga, dan lingkungannya.(Mario Teguh)

Membaca kutipan kata-kata Mario Teguh diatas boleh jadi kita hampir saja melupakan apa impian kita sebelumnya benarkah sudah benar-benar tercapai atau belum, semakin kita terus mencoba maka semakin pula kita terpuruk ketika kita gagal untuk menjadi bagian orang lain. Ada kalanya jika kita melupakan sesuatu terhadap apa yang sudah dibuat dan kita mencoba untuk kembali melakukannya. Tahukah jika kita terburu-buru untuk mencapai tujuan kita, maka tidak ada keberhasilan yang akan dicapai dalam kehidupan kita.

Kita menjadi orang yang merasa cemas, suka menyendiri, pemarah dan kadang pun kita mengeluh dengan Tuhan. Jangan salahkan Tuhan tapi salahkan diri kita mengapa kita tak pernah berdoa. Jalan yang kita lalui adalah masalah. Tapi siapa yang tahu sesuatu yang terjadi dalam hidup dan kehidupan kita memang terlalu dekat dengan masalah. Kadang keegoisan duniawi memang sangat sulit dijelaskan dengan akal sehat manusia. Meski begitu apakah kita mau terus menerus selalu terlibat dengan pendirian kita yang tak menentu. Cobalah mengerti arti kehidupan ini dengan belajar bersama alam. Alamlah satu-satunya kehidupan yang patut dicontoh. Tidak ada ruginya belajar mengenal alam kita. Keindahannya mengalahkan segalanya yang kita tidak tahu sama sekali.

Begitulah kira-kira yang terjadi dengan hidup dan kehidupan kita, tak ada bedanya semua hampir sama. Salahkah kita mencoba untuk menjadi inspirasi? Yah inspirasi yang bagaimana yang bisa menjadi panutan. Tapi cobalah untuk memulainya dengan berdoa. Karena doa adalah obat mujarab dikabulkannya doa, tanpa berdoa kita tidak akan menjadi orang yang berhasil melakukan apa yang kita lakukan. Belajar terus menerus untuk bisa mengubah diri menjadi lebih baik, memang butuh waktu dan butuh jam untuk memulainya.

Kalau ingin menjadi orang yang inspiratif belajarlah dari orang yang memberikanmu inspirasi bukan meniru gaya bicaranya, gaya gerak tubuhnya, gaya mimik ataupun ekspresinya. Jadilah dirimu sendiri yang bisa menginspirasi orang lain bukan karena pakaian apa yang kamu kenakan ataupun berapa banyak teman yang dimilikimu. Siapa yang memberikanmu dorongan untuk maju, agar mampu menjadi inspiratif. Ada kegagalan saat mencoba jika kita sering mengeluh terus kapan akan berhasil? Beranilah maju untuk menjadi inspiratif, dan mau belajar mengakui kesalahan-kesalahan yang kita pelajari. Dan orang lainlah yang akan menilai kita seberapa hebat kita menjadi inspirasinya. Biarkan orang lain mengkritik kita seberapa payah dan seberapa bagusnya kita di depannya sebab itulah tolak ukur kita untuk memperbaiki diri menuju keberhasilan dimasa yang akan datang.

Bukan maksud untuk menggurui tetapi ingin memberikan makna seberapa besar peluang kita menjadi inspirasi orang lain. Benar apa yang di katakan oleh Mario Teguh. Banyak lagi kisah-kisah inspiratif lainnya yang perlu kita pelajari dan gunakan dalam kehidupan kita.

Saturday, 18 January 2014

Dua Insan

Adakah rasa tulus saat ini kau berikan untukku
Adakah rindu yang menggembu tuk menantikanku
Disaat semua rasa sepi ini datang melanda
Redakan semua kekosongan dihati

Entahlah...
Mengapa ini bisa terjadi begitu cepat
Seolah sang waktu mempermainkan kisah kita
Tatkala senyumanmu menggoyahkan semua
Keinginan terbesar dalam hidupku

Tuk mendapatkanmu dalam bingkai cinta
Ku rangkai kata demi kata seindah mungkin
Sehingga menjadi kiasan yang bermakna
Dan menjadi karangan yang penuh arti

Kau selalu saja membuat hatiku berdebar
Tak mampu kuasa menahan mulut ini berucap
Mengatakan satu dua kata saja aku bingung
apalagi merangkai kalimat yang indah untukmu

Tuhan....
Pertemukanlah dua insan yang menjauh ini
Agar mampu menjadi insan yang saling menyayangi
Kelak hanya kepadaMu aku dan dia menjadi dekat
Memimpin bahtera kehidupan baru dengan izinMu

Jakarta, 18 Januari 2014
Dear Diary.

Wednesday, 1 January 2014

Dalam Diam

Saat masa lalu tenggelam ditelan waktu seakan kembali mundur kewaktu yang lama. Kesakitan, kecemasan, kekecewaan, kemarahan dan tangis semua seakan menjadi lembaran cerita yang telah mengusik jiwa. Terlalu lemah sehingga raga ini tak berdaya terselungkup oleh abu sedikit demi sedikit.

Sirna akan keteguhan yang semakin pudar seolah diri ini tak percaya dengan apa yang sudah terjadi sehingga tak mungkin terulang. Masih ada jantung ini yang terus berdenyut memberikan setidaknya untuk bernafas mencintai dunia dengan kerendahan hati walau terasa berat untuk ditinggalkan terlalu gemerlap dan indah, sehingga adrenalin ini terpacu mencari sesuatu yang setidaknya berguna.

Terkadang keegoisan dan keirian selalu merenggut jiwa ini membawa kepuasan pada harta yang berlimpah. Dimana lagi kita mencari kalau bukan dunia. Ahhhh tahukah dunia ini begitu fana sehingga keelokannya menggelapkan mata kita. Sesungguhnya yang dicari dari mereka adalah harta bukan iman maupun ilmu yang akan dibawa saat kita tidak di dunia lagi.

Ingin rasanya hati dan mulut ini berteriak sampai nadi ini berhenti. Tapi tak mampu, ada rasa penyesalan yang membuat kita menangis larut dalam doa yang teramat dalam. Sehingga waktupun tak akan mampu berdiam dia akan terus berputar sampai kita berhenti tepat dimana kita berdiri. Dia akan pelan-pelan berbunyi ketika jam bertik tik pada kita. Sadarkah? Waktu tidak pernah berhenti sampai sedetik ini.

Saat aku menulis ini ada rasa penyesalan yang teramat menyakitkan sehingga tidak mungkin ditenggelamkan oleh sang waktu. Masih sedetik ini setiap aku menulis selalu ada tangis dalam diamku. Entah harus dimana lagi kutuangkan penaku kucoba mencoret-coret ceritaku dalam tulisan yang sepanjang ini tak ada kata yang berguna, yang menyayat hati hanya ada kalimat yang penuh dengan kemarahan, keemosian dan jiwa yang diliputi dengan teriakan. Pasti kita semua merasakan apa yang dinamakan cerita.

Dengan balutan kertas yang tak bernyawa masih ada tersimpan kisah yang menarik namun kadang sempat terabaikan dalam momen kita. Semakin kita mengungkapkannya namun tiba-tiba terlepas dalam ingatan. Tak ada lagi cerita yang menarik yang mampu mengingatkan kita pada kejadian yang terlewat dan terlepas dari itu kita pun semakin lupa pada waktu dan semakin kita menyesalinya.

Semua biarkanlah saja terlupa tapi kita pun sangat semakin yakin bahwa kita tidak akan pernah lupa apalagi melupakan. Begitu sangatlah sulit untuk benar-benar dilupakan. Mengingat kembali semua cerita kita pun akan berurai air mata tahukah kamu jika meneteskan setiap butiran air mata yang keluar ini dengan penuh penyesalan dan keteguhan hati bahwa air mata ini berasal dari waktu kita disepanjang hari dalam melewati perjalanan waktu.

Berdoalah dan berbicaralah pada Tuhan-Mu. "Dimanakah penyesalanku saat itu, dimanakah bahagiaku saat itu" . Dan semua kisah kita pun akan kembali pada-Nya.

Selamatkanlah dirimu dan duniamu dalam malam pergantian tahunmu. Percayalah Tuhan-Mu itu maha baik akan memudahkan setiap segala urusanmu dengan duniawimu.

Salam,
Dear Diary.

Jakarta, 1 Januari 2013
00.00 WIB

Sunday, 29 December 2013

Jangan Katakan Selamat Tinggal

Mengapa harus ada perpisahan saat semua murni menjadi masa lalu. Ah entahlah ini memang sebuah pengkhianatan kecil seakan itu ditujukkan kepadaku. Semakin aku tidak memperdulikannya semakin aku melupakannya dan aku pun perlahan-lahan semakin kembali teringat. Mungkin aku ingat dimana letak kesalahanku dulu tapi itu sudah dipastikan akan tercatat bukan hanya dalam memory otak tetapi juga dialam sana. Alam yang jauh lebih indah...

Semakin aku merindukan semakin aku ingin mencarinya sampai akhirnya kudapati hanya sebuah karangan cerita biasa sama seperti yang dulu. Setidaknya aku menemukan kisahku yang memang bukanlah kisah sejati namun berkesan. Ada 365 hari dan 12 bulan dalam setahun, entahlah apa saja yang sudah kulewati pada masa itu.

Tapi aku masih menyimpan impian kecilku yang orang lain belum tentu tahu tentang itu. Aku hanya bisa menangisi setiap perjalananku penuh dengan peristiwa-peristiwa yang patut menjadikanku pelajaran yang amat berarti. Tidak ada salahnya berbalik pada masa lalu agar itu menjadi penyesalan. Naif memang tapi sungguh berarti bahwa perjalananku tidak akan berhenti hanya disini saja.

Yang kulakukan bukan hanya menyimpan secarik cerita dalam diary manis ini agar semua orang tahu bahwa aku baik-baik saja dan masih setia dengan rasa yang berbeda. Dan yang kulakukan adalah mengembalikkan keceriaan itu menjadi kenangan yang membahagiakan. Bukan otakku yang error ataulah nasibku yang sial tapi kekuatan inilah yang menjadikan aku setegar ini kujalani hidupku dengan intrik-intrik bak superhero melawan penjahat yah memang benar ada kejahatan dibalik selimut yang hangat. Tak semua orang menyadarinya lucu memang akalan-akalan dan aku mengetahuinya dengan penuh kehati-hatian.

Memang pahit jika dirasakan manis jika dikenang. Tak ada kisah sejati untukku yang ada hanyalah angin yang lewat dalam buaian rindu. Setiap goresan ini adalah kisah sejati dan ini adalah kisahku, agar mereka tahu ini adalah ceritaku dan dibuat dengan balutan nada-nada yang syahdu dan sendu seakan membawamu pergi dalam tidur dibalut dengan mimpi yang tak nyata ketika terbangun itu adalah nyata.

Jangan katakan selamat tingga tahun 2013
Mengapa?
Karena tahun terus berganti
Dan kita pun akan semakin menua
Kisah baru sedang menanti
Biarkan itu berjalan
Seiring waktu, hari, dan bulan
Karena kita tak tahu
Ada apa denga masa lalu kita
Setidaknya kita masih bisa bernafas
Menghirup dunia yang kejam
Sadarlah ajal akan menanti
Kita tidak tahu kapan
Ubahlah hidup yang bermanfaat
Yang akan mampu dikenang orang
Dan membawa amal yang bermanfaat

Tahun 2014 akan semakin dekat
berdoalah pada Tuhan
Karena dengan-Nya
Kita bisa melewati ujian-Nya
Menempuh hidup yang baru
Dengan semangat yang membara
Bukan api tetapi hasrat dan semangat
Tidak ada kegundahan dan rasa takut
Menggapai mimpi-mimpi yang ada di depan mata

Tuhan itu tidak tidur, aku hanya takut tak mampu membahagikan diriku dengan srmua yang telah kulewati dan aku masih berdosa.
Semua orang pasti sama, masih banyak dosa yang diperbuat, suci hanya ketika kita menghadap-Nya. Dan gagal adalah hal biasa namun perlahan mencoba agar berhasil. Doa adalah obat mujarab untukku ketika kumenangisi waktu yang telah kulewati dan waktu yang tersisa kemudian itu kumanfaatkan selama aku masih diberi nafas. Kehidupan tidak ada yang abadi ingatlah hanya kisah sejati dan itu dalah aku, kamu, dan kita ketika terhanyut saat membaca semua cerita ini. Wajarlah bila engkau ingin menangis dan ini hanyalah cerita bukan kebenaran biarkan hati yang menilai mulut yang berkata.

Salam,
Dear Diary.

close