Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, 31 January 2014

Cinta Yang Terabaikan (Edisi Bersambung)

Sepertinya saya harus menulis sekarang apalah itu....
Sindrom gara-gara cerita komik ngenes romantis
Baiklah saya harus cepat-cepat menulis sebelum kehabisan ide >,<

Perkenalkan dulu nama saya oh ya sudah tau ya??
oke deh masuk ke intinya saja deh

Seri ke-1
(apaan sih sudah jelas ngga ada serinya ngga usah dipake juga kali) 

Entah apa yang ada dipikiranku ketika menulis judul ini, tapi memang beginilah keadaannya. Tak tahu harus membuat judul apalagi yang bisa memudahkanku dalam menulis. Pikiranku dipenuhi dengan khayalan kisah indah yang palsu dan tak mampu ditulis dengan baik. Seandainya bisa menulis tentang apa yang ingin kutuangkan dalam tulisan ini, tangan ini tak mampu berhenti untuk mengetik-ngetikan sebuah kata yang tak berhasil menjadi coretan yang bagus, semua itu seolah kabur dalam pikiran-pikiranku, tak ada yang mampu kutulis dengan baik. Seandainya aku memikirkan seseorang hari ini baiklah akan kubuat tulisan ini menjadi cara yang tepat untuk menulis hahaha....

Ini bukanlah sebuah diary yang asing bagiku namun sepertinya ada saja yang datang dari mana menghasilkan jawaban yang tidak tepat GALAU? ah...tidak juga, terus apa? hmm..apa yah yang ingin kutuangkan dalam coretan ini apakah yakin ada seseorang yang kusukai akan membacanya? ahahahaha....ada-ada saja...baiklah, baiklah aaarrrrgggghhhh ini gara-gara komik ngenes yang membuatku semakin menderitaaaa arti sebuah kata cinta yang terabaikan. Ini benar-benar seperti kisahku sebelumnya. (ketahuan deh ketahuan hahahaha....)

Yakin apakah seseorang yang kusukai akan membacanya baik-baik atau bahkan tertawa membaca ceritaku ini, halahhh...saya ngga percaya apakah akan ada keajaiban apakah dia akan membalas pesanku disini, smsku atau bbmku atau aahhh...sudahlah terlalu kebanyakan akun online membuatku pusing satu-per-satu membalasnya hahaha...

Aduh, bingung kosong lagi kan pikiranku hmm....sepertinya saya harus putar otak mencari celah agar segera mencair isi otak ini (emangnya bisa??) yah wajarlah namanya juga dunia nyata bukan dunia komik >,< dan sudah kuduga akhirnya sampai juga isi selanjutnya mhuahahahaha.... (mulai stress ini kayaknya). baiklah lanjutkan menulis mudah-mudahan ini yang terakhir yeah yang terakhir (adu argumen dengan apa yang ada di otakku).

Sebenarnya saya mau tulis apa sih? ngga ada yang menarik deh dengan tulisan ini tanpa gambar yang ngga jelas banget, ah bodo amatlah mendingan nulis saja deh daripada nyari gambar yang ngga-ngga :p

Susah juga jadi penulis cerpen lagi yang berkarakter kuat lama-lama karatan juga nih kalau ngga diselesain kisah ini aih..emangnya ini nyata atau fiksi hahaha (tuh..kan mulai stress otaknya). Ah ngga usahlah disebar-sebar begini mendingan nulis fiksi aja daripada nulis kisah cinta orang yang berpacaran lama-lama bosen juga masa isinya pacaran melulu sih (-_____-")""\ penulisnya aja belom dapet pacar, oke dah kalian ini kalian ini tak usahlah menghiraukan kejombloanku aaaarrrrrrgggggghhhhhh (T______T).

Mari lanjutkan, tadi sampai mana yah masih ingat tidak yah apa yang harus saya tulis ah yah, liat judulnya saja saya sudah males menulis panjang-panjang begini apalagi isinya ngga jelas bisa-bisanya penulis seperti saya ini ngaco dalam hal memikirkan ide cerita yang berjalan dan menarik yang bisa merenggut hati pembacanya ceileehhh mulai kan mhuahahaha.

Lebih baik bersambung saja biar penulisnya ngga makin ngaco menulis, tunggu saja deh seperti apa kelanjutan isi ceritanya.

Saturday, 18 January 2014

Dua Insan

Adakah rasa tulus saat ini kau berikan untukku
Adakah rindu yang menggembu tuk menantikanku
Disaat semua rasa sepi ini datang melanda
Redakan semua kekosongan dihati

Entahlah...
Mengapa ini bisa terjadi begitu cepat
Seolah sang waktu mempermainkan kisah kita
Tatkala senyumanmu menggoyahkan semua
Keinginan terbesar dalam hidupku

Tuk mendapatkanmu dalam bingkai cinta
Ku rangkai kata demi kata seindah mungkin
Sehingga menjadi kiasan yang bermakna
Dan menjadi karangan yang penuh arti

Kau selalu saja membuat hatiku berdebar
Tak mampu kuasa menahan mulut ini berucap
Mengatakan satu dua kata saja aku bingung
apalagi merangkai kalimat yang indah untukmu

Tuhan....
Pertemukanlah dua insan yang menjauh ini
Agar mampu menjadi insan yang saling menyayangi
Kelak hanya kepadaMu aku dan dia menjadi dekat
Memimpin bahtera kehidupan baru dengan izinMu

Jakarta, 18 Januari 2014
Dear Diary.

close