Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, 11 August 2021

Teruntuk Anakku #1

Nak, ibu tidak ingin kamu menyesali dirimu, ketika dewasa kamu akan mengerti, untuk apa kamu terlahir di dunia ini. Kenapa Allah SWT ciptakan kamu ke dunia ini, untuk tanah dan kembali ke tanah. Ibu hanya bisa mendoakanmu, lahirlah dengan sempurna tanpa kekurangan apapun, lahirlah dengan baik, agar ibu tahu rasanya mendengar tangismu penghilang rasa sakit melahirkanmu, agar ibu bisa sekali lagi mendengar suaramu saat kamu merasakan kehidupan untuk pertama kalinya. Dan mengucapkan terima kasih kepadamu anakku, terima kasih telah hadir di dunia bersama ibu dan ayahmu. 

Nak, Allah SWT ciptakan kamu menjadi manusia yang berhati ikhlas, bersyukur padaNya, dan sabar menjalani permasalahan kehidupanmu. Bukan untuk menjadi pembenci, pendusta, dan penjahat dikehidupanmu sendiri. Jangan kotori ucapanmu kelak dihari penghakiman Lidah dan hati yang akan bicara, telinga yang akan mendengarkan, dan langkah kaki tangan yang akan menjadi tempat terakhir ibadahmu. Maka sujudlah, 1 hari ketika 1000 tahun tak ada gunanya sebelum meninggalkan dunia. 

muhasabah diri, agar terus menjadi penikmat kehidupan yang pandai menempati diri dimana kaki berpijak disitu langit dijunjung. Dimanakah letak tangan yang sesungguhnya saat berdoa? dimanapun dan kapanpun letakkan tanganmu di atas langit jangan rendahkan tanganmu, karena disitulah letak keajaibannya, tundukkan padanganmu terhadap sang Pencipta karena disitulah jawabannya yang akan kamu tak menduganya. 

Nak, pahamilah kehidupan ini, tak ada yang abadi selamanya. Hidup di dunia ini hanya sekali, maka hargailah dirimu sebelum engkau dihargai. Bahagiakan dirimu dengan caramu, syukurilah dan jalani hidupmu yang penuh arti. Ciptakanlah kebahagiaanmu yang sesunguhnya, jangan seperti orang tuamu, contohlah para Nabi2 pendahulumu yang berjuang menegakkan Agama, memperkokoh Agama, dan mempertahankan Agama yg dibelaNya. 

Nak, ibumu bukan penghafal Qur'an, ketahuilah, ibumu ingin yang terbaik untukmu menjadi penyelamat ketika berada di Lauhul Mahfuz, engkaulah yang akan mendoakan ibumu dan ayahmu dari jembatan Shiratal Mustaqim yang menentukan jalan hidup mana yang dilewati antara Syurga dan Neraka. 

Nak, izinkan ibumu untuk mendoakanmu, mendidikmu menjadi anak yang berbakti, menjadikanmu anak Sholeh pengharum Syurga dikehidupan ibu dan ayahmu. Walau ibu lelah mengandungmu selama 9 bulan, dengan air mata dan rasa sakit, ibu bahagia dengan kehadiranmu menjadi penerus kehidupan, penolong ibu dan ayahmu, bukan tentang harta berapa banyak ayah ibumu punya. Akan tetapi, berapa banyak hitungan amal, serta ibadah ibu dan ayahmu yang akan ditimbang di hari penghakiman. 

Nak, letak Syurga itu ada di langit, sedang Neraka ada di bawah tempatmu berpijak, ketika kamu sukses ingatlah di bawah, bukan menengadah ke langit karena puas dengan yang kamu raih. Bersenang-senanglah dengan kehidupanmu, raihlah pahala yang bisa kamu dapatkan dimana saja dengan terus mengingat arti Bersyukur, dan berterima kasih  kepadaNya, maafkanlah orang-orang yang pernah kau khianati bahkan pernah kau ingkari dan di ingkari. Sebab manusia itu tidak ada pernah puasnya dengan yang didapatkannya. Puaskan dirimu dengan sedekah, agar kamu merasakan kelegaan di hati. Perbanyaklah ilmu, supaya kamu dapat menciptakan kebenaran yang Haq dan Bathil dikehidupanmu. Syukuri nikmat yang Allah SWT berikan untukmu, dan raihlah kemenanganmu dengan berpuasa agar kamu merasakan ringannya beban hidupmu. 

Nak, jangan seperti ibu dan ayahmu, maafkanlah ibu dan ayahmu sepanjang hidupmu, luaskan samudera hati, rezeky yang berlimpah agar mampu membahagiakanmu sepanjang kamu semakin bertumbuh besar dari tahun ke tahun, dan ibu ayahmu dapat menua bersama sampai maut memisahkan, ibu dan ayahmu dapat melihatmu menjadi penerus kehidupan dengan kehadiran cucu, cicit, dan menantu darimu. 

Nak, ibu dan ayahmu tidak menginginkan apapun darimu, hanya inginkan kamu menjadi penegak Agama bagi kedua orangtuamu. apapun itu cita-citamu, impianmu, dan keinginanmu ibu dan ayahmu akan selalu mendoakanmu. Ibu dan ayahmu akan selalu berada paling depan saat kamu merasa sakit dan disakiti. Ibu dan ayahmu yang akan berjuang saat kamu merasakan tidak berdaya.  Ibu dan ayahmu hanya mampu untuk mencintaimu dengan segenap jiwa dan raga. Anakku, berbahagialah dan terus berbahagia dengan kehidupanmu. 

---

Ya Allah, izinkan hamba menjadi Ibu yang pandai mensyukuri NikmatMu, izinkan hamba menjadi Ibu yang sholeha untuk anakku dan kedua orangtuaku, izinkan hamba menjadi Ibu yang penurut dan berbakti untuk suamiku. Izinkan hamba mendoakan untuk kedua orangtuaku dan suamiku, agar selalu panjang umur, diberikan keberkahan kehidupan, dan berjuang jihad di jalanMu. 

Ya Allah, teruntuk kedua orangtuaku, suamiku dan Anakku. Hamba memang penuh Khilaf, pemarah, dan pendosa. Hanya kepada Engkau tempat hamba bersujud, maka maafkanlah dan ampunilah segala perbuatanku di dunia selama ini. Ya Allah, mudahkanlah proses kelahiran untuk anakku, berikanlah jalan lahir yang mudah untuk anakku, ringankanlah sakitku, dan Hamba menjadi manusia yang takut dihadapanMu saat harus berjuang antara hidup dan mati melahirkan anakku. Ya Allah, engkau maha mendengar dan maha melihat, maka kabulkanlah segala Doa-doaku ini. Hanya kepada engkau tempatku bersujud, dan hanyalah kepadamulah hamba kembali.



Sidoarjo
25 Agustus 2020
-C-

Tuesday, 28 March 2017

Berhentilah Membenciku

Tuhan memang maha bijaksana dalam pembuat keputusan. Ketika ketidakpuasan dalam meraih kesempurnaan hidup harus berakhir. Sudah berulang kali Aku coba untuk bertahan dalam ketidakpastian dan kegagalan dalam membina hubungan yang siap untuk kujalani dengan serius.

Ada saja orang yang mencoba untuk menggoyahkan dan menghancurkan hubungan yang sulit Aku jalani saat ini, berapa lama lagi Aku harus menemukan pasangan yang benar-benar membuatku nyaman, ya membuatku merasa nyaman dan terlindungi. Membuatku tertawa dan tidak ada beban.

Ku sadari baru ada yang benci denganku mencoba untuk menjadikanku orang yang tak berharga, dibelakngku kau jahat padaku di depanku pura-pura baik, kau sejatinya bukan teman baik untukku, kaulah yang mencoba untuk menjadi pembenci dalam kepura-puran mendengar semua ceritaku ceritamu cerita kita.

Dear kamu, Aku sudah lelah dengan apa yang telah kau perlakukan baik padaku. Sudahlah tak usah kau lanjutkan lagi pertemanan ini, sudahi saja pertemanan ini. Ada saja kau halangi aku agar aku lupa segalanya yang ada di diriku, aku masih sangat ingin sekali lagi menjadi yang terbaik disampingmu.
Demi kebahagiaan yang hakiki pun aku berharap kamu bisa mencintaiku, belajarlah mencoba untuk menyayangiku bukan lagi menjadi pembenci. Aku memang merindumu dan terus menjadi perindu untukmu, kamu lah yang telah perlahan untuk membuatku sadar, bahwa hidup ini tidak pernah ada yang pasti dan sempurna.

Sesulit apapun Kehidupanku
Sebahagia apapun senyumku
Ketika dirundung duka
Dibalik kesulitan itu
Terletak pula kebahagiaan yang menanti

Tahukah, kamulah yang selama ini kunanti bersabar dan berharap agar kamu bisa berada disampingku, setiap saat setiap hari dan bahkan selamanya. Jangan pernah lagi menjadi pembenci, karena itu rinduku padamu sebesar samudra tak sanggup untuk ku simpan terus menerus dalam-dalam. Sejak lama memang aku sudah menyadari itu, namun kamu memang seolah tak peka dan tak peduli. Akulah yang harus memendamnya selama ini. Memendam dalam-dalam rasa ini yang telah lama mati.


 Dear Diary,
jakarta 27 Maret 2017
close