Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Hey You Do Not Copy Paste My Blog!!! appreciate my work as a blogger

Sunday, 10 January 2016

Tahukah Kamu?

Tahukah kamu?

yang aku takuti adalah
jika suatu saat nanti kita tak bersama lagi
ada rasa sedih dan kecewa
disana...
kamu bersama orang lain
padahal...
aku sudah cukup sabar untukmu
berusaha setia dan bertahan untukmu
tapi...
apa yang aku dapat tak ada yang istimewa
sedangkan...
engkau mengistimewakan dia dari hadapanku
kamu terlalu acuh dan tak menganggupku ada
disini...
saat engkau bersamaku
bahkan kamu tak rela aku pergi
padahal...
aku sudah berusaha semampuku
untuk satu hari bahagiamu
tapi...
semua itu hanya seperti sandiwara belaka
sedangkan...
aku harus memendam tangisku
saat engkau tak bersamaku

Jakarta, 10 Januari 2016
Dear Diary

Tuesday, 5 January 2016

Partisipasi Pemuda Disabilitas Dalam Kebijakan dan Peran Pemerintah Dalam Pelaksanaan UNCRPD di Indonesia

Diterbitkan tanggal 9 Mei 2013
Young Voices in Indonesia have made this video for the international 'Say Yes to Inclusion' campaign.
Launching Young Voice Indonesia Projcect 22 Juni 2012
Refleksi ke tahun 2012

Tulisan ini sudah sangat lama sekali dan tidak bisa dipublikasikan untuk umum, dan saatnya untuk perubahan Indonesia yang lebih baik dan sebagai buah penghargaan saya kepada Leonard Chesire Disability dimana saya juga bergabung sebagai Anggota aktif periode 2012 di Young Voices Indonesia. Disini saya menulis dengan buah pikiran saya sendiri bukan karya orang lain maupun jiplakan. Tulisan ini dibuat pada bulam Desember 2012 dan penghargaan kepada pemenang anggota Young Voices Indonesia dilaksanakan pada bulan Januari 2013 di Jakarta Selatan lupa tempat lokasinya, dimana anggotanya antara lain berasal dari Jakarta dan Aceh. Selain hobby dalam menulis saya menganggap ini tidak hanya sekedar hobby yang bisa menghasilkan penghargaan diri tetapi juga sebuah karya nyata melalui tulisan.

Saya sangat berterima kasih selama bergabung di Young Voices Indonesia selain mendapatkan teman, relasi, ilmu, dan kesempatan yang datang untuk saya mewakili Indonesia, dalam kesempatan ini saya ingin mengenalkan kepada pembaca bahwa apapun pandangan kalian terhadap penyandang disabilitas jangan menganggap remeh sebuah kekurangan mereka jadikan itu sebuah semangat ataupun motivasi bagi kalian. Karena penyandang disabilitas memiliki anugerah dan kelebihan yang diberikan Tuhan, tidak hanya berguna bagi orang lain disekitarnya tetapi juga dapat menghidupi dirinya sendiri. Young Voice Indonesia adalah sebuah perkumpulan Angkatan Muda Penyandang Disabilitas diantaranya adalah tunarungu/ wicara, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa berusia 17-25 tahun. Selain itu juga Young Voice Indonesia sudah beberapa kali memenangkan penghargaan di Luar Negeri. Tidak hanya melakukan perubahan di Indonesia saja, tetapi juga sebagai penggiat para Remaja Disabilitas dalam sebuah forum ataupun seminar-seminar yang diselenggarakan oleh para pemangku kepentingan. Saat itu anggota Young Voices berjumlah 25 orang anggota perwilayah kota Jakarta. Saya bergabung di Young Voices Indonesia wilayah Jakarta Timur pertama meeting di Panti Tunadaksa Pondok Bambu, sisanya di wilayah Jakarta Selatan di Wisma Chesire. Jadi masing-masing wilayah anggota punya rutinitas bulanan untuk berkumpul sesuai dengan isu/ tema yang sedang hangat.

Saat ini anggota Young Voices Indonesia semakin bertambah dan perwilayah digabung Timur dan Selatan. Dan selanjutnya luar daerah seperti Aceh memiliki perwakilan juga bergabung bersama dengan wilayah Jakarta. Bayangkan suasananya saat berkumpul dan bertemu dengan teman-teman yang berbeda. Apalagi disini juga ada Anggota dari Aceh namanya Delisa yang terkenal dengan filmnya Hafalan Surat Delisa. Bayangkan dia yang sempurna harus kehilangan kakinya, namun semangatnya tidak pernah surut. Ini tidak hanya menjadi motivasi bagi saya tetapi juga untuk membangkitkan diri bahwa tiada yang sempurna di dunia ini, rumah hanyalah titipan. 

Disini dengan bergabung di Young Voices Indonesia tidak hanya melahirkan orang-orang sukses dengan bakat luar biasa untuk tampil di Internasional tetapi juga mendapatkan kesempatan yang sama dengan Non-Disabilitas lainnya untuk meraih sukses memajukan pemuda Disabilitas yang berpotensial. Saya berkesempatan bertemu orang-orang sukses dan hebat yang hanya bisa dilihat atau didengar saja melalui internet atau televisi, dengan bertemu mereka saya yakin kita semua dapat menjadi orang hebat yang berkarakter, menyimpan impian-impian super yang patut ditiru, bukan dibajak idenya. 

Anggota Young Voice Indonesia Wilayah Jakarta Timur

Mohon dibaca baik-baik kerja keras saya untuk menulis judul "Partisipasi Pemuda Disabilitas Dalam Kebijakan dan Peran Pemerintah Dalam Pelaksanaan UNCRPD di Indonesia" yang begitu panjang sekali teksnya. Hargai sebuah tulisan ini sebagai bahan media belajar, maupun renungan bagi kita semua.

Arus globalisasi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat modern dewasa ini memiliki dampak yang luas bagi perilaku manusia. Pesatnya arus globalisasi yang melanda hampir semua segi kehidupan, menyebabkan kompetisi makin ketat dan tajam. Manusia sebagai makhluk berpotensi yang selalu bertumbuh menuju aktualisasi dirinya sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, memenuhi kehidupannya sendiri harus mampu mengenali kebaikan dan keburukan tersebut dengan baik. Namun tidak semua manusia berkehendak dan mau bekerja keras untuk mendayagunakan potensinya. Untuk itulah akhlak budi pekerti diperlukan bagi sisi positif dan negatif manusia sebagai individu yang memiliki potensi diri yang berbeda dengan yang lainnya. Ada pepatah yang mengatakan “di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat” (mensana in corpora sano).

Manusia yang hidup di era globalisasi sekarang ini tidak boleh pesimis, maka sebagai bagian dari dunia seseorang harus selalu optimis dan memiliki kegairahan semangat supaya tidak putus asa dan lemah sebelum bertanding maupun berjuang atau berkompetisi dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan harus mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Begitipun juga dengan penyandang disabilitas yang termajinalkan dan terdiskriminasi kemudian berjuang untuk mendapat kesetaraan hak dan kewajiban yang sama di masyarakat dan lingkungannya.

KESETARAAN KESEMPATAN

Ditengah persaingan seperti sekarang ini penyandang disabilitas menunjukkan kekurangan dan kelebihan dirinya agar mampu mencapai prestasi, dan berani memulai tidak menunda apa yang lebih penting bagi dirinya dan masyarakat. Didukung dengan bakat dan dorongan dari keluarga dan lingkungan terdekatnya sehingga mampu memotivasi dirinya sendiri agar berguna untuk orang lain dengan memupuk potensinya agar dapat berprestasi. Keterbatasan fisik tidak menjadikan penghalang bagi penyandang disabilitas untuk terus berjuang dalam pemenuhan hak-haknya untuk tumbuh berkembang dan berkreasi dengan orang lain.

Menurut Winkel, Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap-sikap. Hal ini lah yang mampu membuatnya menjadi pemimpin yang hebat selain bisa mempersiapkan dirinya melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan potensi diri. Potensi diri yang positif adalah jika kita tidak mudah emosional yaitu kita memiliki kecerdasan emosi (emotional qoutient) yang baik. Setiap orang bebas melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai pilihannya dengan tidak melanggar kebebasan orang lain. Hak dan kewajiban untuk menentukan pilihan dalam hidup harus dapat dipertanggungjawabkan, jangan sampai merugikan orang lain itu dengan menunjukkan keadilan, persamaan dan perilaku diskriminatif.

Di dalam UU Pengesahan No.19 tahun 2011, dijelaskan bahwa yang termasuk dalam penyandang disabilitas adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik, mental intelektual atau sensorik dalam jangka waktu dimana ketika berhadapan dengan berbagai hambatan, hal ini dapat menghalangi partisipasi penuh dan efektif mereka dalam masyarakat berdasarkan kesetaraan dengan yang lainnya. Aksebilitas hukum dan keadilan terhadap penyandang disabilitas masih sangat jauh dari memadai, belum terpenuhinya jaminan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Peran masyarakat juga tidak kalah pentingnya, keterampilan sosial dan kemampuan diri penyandang disabilitas yang memiliki potensi dalam proses perwujudan ini dalam mempelajari disiplin ilmu. Aksesibilitas sarana dan prasarana penunjang bagi penyandang disabilitas agar masyarakat dapat memahami mereka yang berkebutuhan khusus. Masyarakat masih kurang peduli terhadap mereka. Penyandang disabilitas dituntut untuk melakukan segala sesuatunya secara professional, efektif, dan efisien untuk mendapatkan peluang atau kesempatan yang diperolehnya melalui pendidikan dan pelatihan yang didpatkannya.

Implementasi kesamaan kesempatan bagi penyandang disabilitas seringkali tidak dapat menikmati kesempatan yang sama dengan orang lain karena kecacatannya mengakibatkan keterbatasan dan riskan dalam kebutuhan hidup layak disebabkan kurangnya aksesibilitas terhadap pelayanan sosial. Pembinaaan dan peran masyarakat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan potensi penyandang disabilitas dalam memberikan dukungan dan sikap peduli agar memiliki rasa empati terhadap penyandang disabilitas dalam melakukan perubahan dan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan membantu menghapuskan atau mengurangi pengangguran dikalangan penyandang disabilitas.

Melalui potensi yang dimiliki, mereka membantu dan menggandeng masyarakat untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu untuk tergerak dan merasakan hak-hak mereka yang belum terpenuhi agar dapat terlaksana persamaan kesempatan dan partisipasinya dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan sosial yang sama dengan orang lain.

Meskipun penyandang disabilitas masih dihantui diskriminatif oleh lingkungannya dan aneka permasalahan hidup yang dihadapinya. Sebagai warga Negara yang multikultural dengan keanekaragaman dan perbedaan dalam kesederajatan, baik secara invividual maupun secara kebudayaan terhadap lingkungan hidupnya sesuai dengan keadaannya. Melakukan implementasi kebijakan perubahan bagi kualitas hidup penyandang disabilitas melalui perbaikan dan kepatuhan terhadap implementasi UU No.4 tahun 1997 tentang penyandang cacat.

Upaya pemerintah dalam memberikan informasi yang mudah dijangkau bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas hidup ini dirasakan sangat tidak merata dan belum maksimal. Keterbatasan pemerintah dalam menangani penyandang disabilitas belum setara. Pemerintah bertanggung jawab bagi kebutuhan penyandang disabilitas akan aksesibilitas sarana dan prasarana, pendidikan, pekerjaan dan penunjang lainnya yang masih sangat sedikit jauh dari harapan semua aspek kehidpan dan penghidupan, serta hak dasar penyandang disabilitas. Untuk mendapatkan perlindungan hukum jaminan dan melindungi dirinya agar dapat hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain dan dapat berfungsi sosial. 

Sehingga Negara Indonesia menjadi Negara yang baik dan bagian penyandang disabilitas dalam mengakses sarana dan prasarana sesuai dengan kapasitas penyandang disabilitas itu sendiri. Memberikan jaminan untuk hak-hak penyandang disabilitas yaitu dengan melanjutkan implementasi program untuk Hak-hak penyandang disabilitas, mempelajari kemungkinan mengembangkan cara mengapuskan segala bentuk diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, dan meningkatkan akses disegala bidang bagi penyandang disabilitas, khususnya partisipasi mereka dalam berpolitik.

Dengan potensi diri yang dimilikinya tanpa dukungan keluarga terdekat, penyandang disabilitas tidak akan mampu menjadi pribadi yang mandiri, dengan dorongan yang kuat dari keluarga yang menjadi sumber terbesar mampu mencapai prestasi yang tinggi, sehingga masyarakat akan peduli dan menghargai mereka. Keseragaman penyandang disabilitas dalam integritas sosial jauh dari diskriminasi dengan menduduki sosial yang sama di masyarakat tanpa membedakan fisik dan kecacatannya. Kesetaraan yang adil dan bebas tidak memihak sehingga menjadikan proses interaksi sosial berjalan lancar, yakni keserasian dalam pergaulan masyarakat dan menata masyarakat sebagai sarana perubahan kea arah yang lebih baik. Namun pada kenyataannya itulah meskipun UU dan UNCRPD ini sudah menyatakan tentang persamaan kesempatan bagi penyandang disabilitas masih banyak peraturan perundang-undangan yang bersifat diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.


Salam Akselerasi!!!!

Sunday, 3 January 2016

Saat Kesetiaan Diuji

Mempertahankan yang tak pasti, hidup ini tidak akan pernah sejalan, orang yang selalu dirindu akan pulang pada cinta pertama. Dan dia akan berusaha menyembunyikan gengsinya untuk menjaga perasaan wanita yang dicintainya, meskipun dia mencoba berselingkuh dengan wanita lain yang dipujanya.

Wanitanya memang istimewa baginya, akan tetapi sanggupkah wanitanya bertahan diantara wanita lain yang dipujanya, saat bersama memang begitu spesial dia tidak menyadari bahwa wanitanya butuh tidak hanya diistimewakan dengan kejutan manis dan dia juga butuh tempat untuk hadiah yang dapat dikenang seumur hidup yang tak terlupakan.

Mampukah dia memberikan kado terbaik yang bisa membuat hal kecil terasa spesial untuk wanitanya. Sedang diluar sana dia memang bersama wanita lain yang menganggap wanitanya hanya sebuah hiasan yang selalu bergantung, padahal kesetiaan itu tidaklah mudah meski banyak jurang-jurang yang siap mematikan jiwa-jiwanya dan hasratnya untuk dia dan wanitanya belajar menjadi ibu dari anak-anaknya.

Seandainya dia menyayangi wanitanya dengan setulus hati, memberikan lebih banyak waktu untuk menghabiskan kebersamaan diantara kesibukan ataupun rutinitasnya bukan tidak mungkin dia pergi begitu saja meninggalkan sisa satu hari yang tak mencukupi untuk membuat wanitanya bahagia. Memang ada rasa kecewa tidak mendapatkan apa yang diinginkannya dalam kejutan kecil dengan dia. Wanitanya akan berusaha menjadi perempuan kuat semaksimal mungkin untuk satu hari bahagia dalam hidupnya, itu bukanlah perkara yang gampang. Terkadang rasa sedih itu tertutupi dengan senyuman, setegar apapun wanitanya rela menghabiskan perjalanan untuk menempuh tujuan dalam waktu yang lama. Rumit, menjadi satu kesulitan yang terkadang kesalahan muncul saat masalah datang, dan dia berusaha membantu memecahkan solusinya.

Wanitanya apapun dia lakukan satu hari bahagia, bisakah mendapatkan setiap hari 1 tahun hanya ada 12 bulan dalam 365 hari setahun, menjadi hadiah terindah tidak hanya setiap hari tetapi selamanya dalam ruang sederhana menghabiskan kebersamaan disisa waktu sampai maut memisahkan dia dan wanitanya. Walaupun banyak umpan bermunculan, wanitanya lebih memilih setia bersama dia yang selalu menjadi pemilik hatinya.

Jakarta, 3 Januari 2015

Friday, 1 January 2016

Rencana Revolusi Icha, Bagian 1

Beranda Kamar Icha

Dingin sekali malam ini, cuaca sangat tidak bersahabat padahal AC sudah kumatikan tetap saja terasa dingin. Ah...ternyata hujan, tidak sadar kala itu jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, waktu terasa begitu cepat padahal aku masih terbuai mimpi indah. Ah...andai saja selimut itu kamu sangat terasa begitu hangat berada disampingmu. Lucunya hanya ditemani bantal dan guling saja tidak mampu menghangatkan suasana malam ini. Mau melanjutkan tidur kembali namun tak bisa. Kutengok Handphoneku sebentar sungguh kaget ada missed call lebih dari 10 kali, lalu kubuka satu persatu pesan yang ingin kubalaskan. Dan ternyata aku lupa mengisi paket internetku, pantas saja ada telepon masuk yang tak kujawab saat sedang menikmati tidur nyenyakku. Masih tertolong dengan pulsa telepon atau sms walaupun sangat terbatas. Ada sms masuk yang tak kukenal hanya nomornya saja, dengan mata masih mengantuk kubaca isi pesanku. Ah, ternyata pesan dari si kodok alias Gusti. Mataku hanya menatap layar setengah-setengah tak karuan.

Kodok
+62879965xxxx
17:30
"Hallo...btw besok jadi gak nih? klo gak refreshing yuk ajojing pagi sama doggy cantik sindut. Payah nih di bbm gak dibalas, WA gak ditanggepin, Line gak digubris, Telegram dicuekin. Internetnya habis ya? balas kek...4 x 4 klo sempet dibalas yeee, ditunggu besok pagi jam 7 seperti biasa"
My
+62879866xxxx
22:15
"Maaf yaa genteng...gue tidur lebih awal pala gue pusing, eh ternyata paket gue habis haha...ada apaan besok jam 7 pagi? males gue ntar kayak minggu kemaren, pulang-pulang ditinggalin ditengah jalan bukannya dianter sampe rumah noooo....gue mau dirumah aja titik"
Kodok
+62879965xxxx
22:17
"woiii...lu ga tau gue nungguin kabar dari lu udah berapa jam ini ternyata molorrrr lu, katanya mau ajojing di HI gimana jadi? klo ga jadi yasudah gue sama anjing gue aja berdua. Oke...besoknya pasti lo berubah pikiran"
My
+62879866xxxx
22:19
"gak usah, gue udah ada temen jalannya. Sana deh lu berdua aja sama anjing lu deh sindut males gue sama lu"
Kodok
+62879965xxxx
22:22
"oke deh...thanks infonya jadi batal besok yakin gak mau jalan ajojing besok sama gue?"
My
+62879866xxxx
22:24
"iyee yakin ciyuz miayammmm...."
Kodok
+62879965xxxx
22:30
"oke..bhay...jangan lupa sholatnya yang tertinggal tadi"

Rasa kantuk tiba-tiba hilang setelah membaca ulang pesannya, dan aku langsung saja bangkit dari pulau empuk kapukku yang gersang segersang pemikiran hati, emang iya hati bisa gersang gitu alamaaaakkkkk. Buru-buru aku ke kamar mandi membasuh wudhu dan menyiapkan alat shalat sementara hp sengaja kutinggalkan diatas meja. Sesaat aku terbuai dalam keindahan shalat hingga tertidur di kehangatan indahnya sajadah sangat begitu nyaman. Tak ingat mimpi apa yang sempat terputus barusan. Benar-benar sangat nyaman dan inilah mimpi indah yang kurindukan.

~~~~
Kriiiiinnggg....Kriiiiinnggg....Kriiiiinnggg....
Bel jam berbunyi tiada henti, sekarang sudah pukul 5 pagi aku masih sangat ngantuk tapi ada yang harus kutunaikan kembali, menghadap sang pencipta. Masuk kamar mandi berwudhu dan melanjutkan ibadah. Selesai ibadah lanjut mandi bersiap-siap olahraga pagi yeaaayyy.... Walaupun masih sangat-sangat mengantuk tetap berusaha menyemangati diri untuk melawan rasa kantuk. semangat semangat terus semangat dalam hati. Memotivasi diri memang sangat berharga apalagi kalau sudah berada di cermin memandang wajah diri sendiri yang tak karuan begini wajah muda semakin tua tapi hati tetap berjiwa muda. Menertawai diri memang perlu asal dalam batas wajar kalau ketawanya keterlaluan ya waras masuk rumah sakit jiwa deh.

Masih berada di kamar sambil menyiapkan dan membereskan keadaan kamar yang kayak kapal pecah kalau buat aku sih perang panglima habisnya kamar sudah gak jelas gitu rapinya berantakan sana sini. 15 menit kemudian, kamar sudah mulai rapi, headset dan handphone sudah siap, kaus kaki sudah terpasang tinggal sepatu yang belum siap. yaaaa namanya juga masih di kamar belum sempat keluar pintu ada sms masuk.
Ridho
+62876766xxxx
05:55
"Assallamuallaikum pagi Non, sorry kayaknya gak jadi berangkat, nyokapku gak ngijinin keluar nih dia butuh temen seharian. Semalem nemenin di RS sesak nafas lagi, asmanya kambuh aku tlp ke WA gak aktif jadi ya pake sms, maaf ya buat hari ini. Lain waktu aku temani ya kalau gak keberatan"
My
+62879866xxxx
05:57
"Wallaikumsalam pagi yang cerah dengan hati yang mendung tak terduga, ya dho gak apa-apa berkabar lagi ya, aku lari pagi di sekitar komplek aja, kalau sempet aku menyusul kesana kutengok mommymu, cuma sebentar boleh ya"
Ridho
+62876766xxxx
06:00
"ceileh puitis lagi maenannya nih, iya boleh kok tapi aku gak bisa lama disini dari semalam aku temani nyokap mendadak hari ini jam 8 pagi nyokap mau minta dipindahkan ke kampung gak betah di RS pelayanannya lambat, di kampung pelayanannya lebih sigap nih walaupun dengan cara kuno. Maaf gak bisa temani ke HI maaf banget"
My
+62879866xxxx
06:10
"Slow wokeh dho temani mommy aja, aku tinggal dulu ya gak apa-apa, buat apa minta maaf sampaikan salam buat mommy titip semangat buat mommy cepat sembuh ya"
Ridho
+62876766xxxx
06:12
"iya terima kasih, nanti kusampaikan ke nyokap"

Di sekitar komplek

Pagi yang buruk dapat kabar gak sedap, benar-benar sungguh mengecewakan untuk pagi yang tak cerah mataharinya masih malu-malu lagi pula langit belum begitu terang masih tertutup awan gelap. Amboy, sungguh segar sekali menghirup dedaunan dan angin yang begitu sejuk, aspal basah dengan wanginya air hujan. Kudendangkan sebuah lagu beat dengan cuma-cuma ke telinga, sambil menikmati jalanan komplek yang masih sepi, ternyata di taman sudah banyak kakek nenek yang berada disana menikmati olah raga walaupun bosan disini setidaknya aku cukup menikmati lari pagiku.

Tiba-tiba dari kejauhan ada wajah yang kukenal membawa motor bersama anjing kesayangannya tidak salah lagi kalau itu Gusti bersama sindut yang manjanya gak ketolongan, buru-buru aku mencari cara untuk menutupi wajah dengan handuk kecil atau memalingkan muka ke arah lain berpura-pura sambil membuka Hp, tetap saja Gusti memanggil manggil. Bodohnya aku bukannya ngumpet dari balik pohon aja kek, atau gelantungan dipohon kek ya tetep aja yang namanya manjat gak pernah bisa huwft. Heran tuh bocah masih tetep aja berisik teriak-teriak bareng si doggy.

"Hei gue panggil dari tadi gak nyaut, kenapa lo? jadi gak nih ke HI, gue sudah bawa helm buat lo, tadinya gue mau nyamper kerumah eh elo sudah nyamper duluan ah..syukur-syukur lo mau ikut hahaha..." tuturnya dalam tawa yang renyah. "Gak usah braaayyyy gue mau buru-buru balik ini ada perlu". "penting gitu? seberapa penting sih temen lo itu, eh maksudnya TTM hahaha". "Mau tau gitu mau tau banget? penting gak penting itu urusan gue, sorry gue balik duluan". "pagi amat sih lo, ini masih jam 7 pagi non. Ini buat permintaan maaf gue yang beberapa minggu kemarin ayolah sini jadi gak?". "sorry gue buru-buru".

Ini orang emang ngeselin, dari kemarin-kemarin minta tolong nemenin gak tau terima kasih ninggalin dijalan, sekarang malah kebalik malesin deh cowok macam begini (ngomong dalem hati). Sampai dirumah, mandi, ganti pakaian berangkat deh masih ada sisa waktu 25 menit buat tiba di RS semoga aja gak keburu sampai jam 8 pagi. Banyak sms masuk dari si kodok aku cuekin. Males pokoknya. Sampai di depan pintu rumah kaget lah ini cowok sudah ada di garasi rumah dengan pakaian yang masih sama ditemani anjingnya yang manja.

Di depan pagar rumah Icha

"Hei..mau kemana lo pagi-pagi tumben gak dandan biasanya lo dandan" ujar Gusti masih dengan tanda tanya penasaran. "Bukan urusan lo!!! Gue pergi dulu bhaaayyy...". (Gusti masih terbengong-bengong). "Nih anak dari kemarin salah makan lauk kali ya judes amat gak seperti biasanya kalem gitu, kenapa sih nduk??". "Gukgukguk" . "Ah.....dasar coba lu bisa ngomong gue gak pusing". "Gukgukguk".

"loh nak Gusti, ngapain disitu ayo masuk kedalam sebentar kerumah ajak masuk sinduk" ujar mamanya Icha. "Maaf tante lain kali ya tante gak enak pakaiannya gak sopan". "oh iya sudah tidak apa-apa". "permisi tante saya pamit dulu".

Di Rumah Sakit

Masuk keruang resepsionis nanya-nanya suster sana sini gak ketemu nama mamanya Ridho. Akhirnya malah ketemu dan berpapasan dengan kakaknya Ridho. "maaf permisi kak, anda kakaknya Ridho?". "iya, kamu siapa ya?". "ehm...saya temannya kak, saya pernah lihat kakak di hpnya Ridho". "oooh...temannya kirain pacarnya". "eh...gak lah kak". "ngomong-ngomong kita sambil jalan saja ya ngobrolnya perkenalkan saya Rayi, namamu siapa?". "saya icha kak, oh iya kakak baru tiba disini kah? waduh pertanyaan saya gak penting nih kak hehe maaf kak". "namamu bagus sekali, buat apa minta maaf saya justru buru-buru sampai kesini naik kereta dari kemarin walaupun itu bukan kereta cepat setidaknya bisa sampai disini saya sudah tenang". "oooohh...emh...". "aahh..ini dia kamarnya mudah-mudahan ibuku tidak apa-apa, ngobrol di dalam saja ya". "kak..tunggu dulu cuci tangan sebelum masuk lihat sebelah kiri pintu". "terima kasih dek kamu perhatian sekali melihat sekitar". "sama-sama kak gak usah sungkan".

Di dalam kamar pasien

"assallamuallaikum permisi maaf ganggu istirahatnya mom". "wallaikumsalam" (suara bersahutan pelan). "Sudah agak mendingan mom?". "Belum nak, bunda mau siap-siap jalan pulang, terima kasih sudah mampir ya, maaf kalau Ridho negerepotin kamu buat dateng kesini". "Gak apa-apa mom, inisiatif saya sendiri kok mom ini saya bawakan roti untuk sarapan. Ummmh apa mau berangkat sekarang?". "tunggu dokter datang dulu baru bunda boleh jalan". "oh baik bun". Sedari tadi Rayi dan Ridho sibuk ngobrol berdua dan saling memperhatikanku dengan senyum pandangan yang sok misterius.

Di luar kamar pasien

"sebentar ya mom saya tinggal dulu berdua dengan mas Ridho diluar bunda sama kak Rayi ya". (Menyeret Ridho keluar pintu) "Sssttt ngapain panggil mas aku belum siap dipanggil emas". (Jitak kepala Ridho). "Mas oi mas bukan emas". "Eh bercanda loh jangan ngambek gitu". Tidak sadar kalau dokter sudah keluar masuk dari tadi saking asyik mengobrol dengan Ridho, kak Rayi sudah ada di depan kami berdua sambil nyeletuk. "zsudah ngaku aja kalian berdua pacaran kan?". "gak kak"(berbarengan). "lah terus selama ini kalian ngapain?". "Kakak gak tau ya atau lupa, ini loh icha tetangga kita dulu yang rumahnya sebelahan, pernah kita ajak jadi anak hilang sampe ke sekolah terus baliknya dibawa ke pos haha". "Ah..iya sumpah aku gak inget kalau ini icha, kamu gak cerita dho, lah kenapa tadi kita salaman abis banyak perubahan sih beda dengan yang sekarang kamu Cha". "Sorry dorry morry kak, kak sibuk sih ngejar gelar". "Yuk masuk ke dalam lagi, ibu menunggu, mau siap berangkat jangan lupa kunci mobil, isi bensin nanti oke". "wokeh kak".
"Rayi, apa perlu beritahu Ridho?". "gak perlu Bu, nanti saja ngobrol berdua biaya biar saya yang urus semua, sekarang Ibu sama Ridho, icha tunggu saja di ruang resepsionis.". "yakin, kamu gak mau kasih tau Ridho?". "iya Bu kalau Ibu mau sekarang pun juga gak apa saya gak keberatan kok". "Icha bisa aku bicara sebentar dengan Ibu berdua?" ujar Ridho.  "Iya silahkan aku tunggu di depan saja sampai semua beres ok". "Saya juga bu, saya tinggal dulu ya mau ke administrasi dulu" kata Rayi.

Aku gak tahu apa yang mereka bicarakan berdua, setidaknya aku punya bayangan kalau hari ini mereka akan segera pulang dengan pesawat. Dan meninggalkan ibukota, menjauh kembali dari kehidupan kota yang serba wah, karena mataku agak berat masih mengantuk akupun tertidur sangat nyenyak sendirian. Sampai tak sengaja ada yang membangunkanku dengan kaki, samar-samar suara yang sangat ku kenal tidak salah lagi itu suara Gusti.

"Hei si tukang tidur bangun". Kagetlah aku karena di dalam tidur itu aku bermimpi indah. "Bangun neng ini bukan rumah" (sambil berbisik-bisik). Dari jauh ada rasa cemburu Rayi melihat Icha dengan orang lain. "Hei, masih mau berapa lama lagi tidurnya?". "Kodok 5 menit lagi pliss". "Bangun neng gak enak sama suster disini". (Permisi permisi maaf ya sus, sambil senyum senyum manis ke suster yang lalu lalang lewat).

Di dalam kamar pasien

"Sudah beres semua dho?". "Iya kak, lho Icha kemana?". "Ada lagi tidur dia di ruang tunggu resepsionis sama cowok kayaknya tuh". "Cowok?". "Ciee cemburu ye, sana nyusul gih?"(bisik-bisik). "Ah ga juga, nanti lah yang penting ibu dulu, beresin bawaannya".(bisik-bisik). "Ayo cepat ibu gak betah disini, dasar pemalas kalian berdua kenapa lambat sekali hah?". "Iyaaaaa buuu maaf" (Berbarengan). Dho kamu jangan ngarepin icha ya, dia udah punya cowok kayaknya tuh mungkin sejenis pacar"(bisik-bisik). "hmmmm...". "sepertinya ada yang mulai cemburu".
Di ruang tunggu resepsionis
Aku masih saja nyenyak disandaran bahu Gusti yang kekar dan sangat nyaman. Tak terasa aku dibopong entah kemana rasanya seperti cinderella bak putri tidur. Entah aku tak merasakan lagi tubuhku, aku benar-benar tak sadarkan diri. Wajahku tampak pucat bukan karena lupa sarapan tapi lupa minum obat sebelum berangkat. Ya, aku memang sangat pelupa untuk urusan obat. Aku memang sedang sakit, karena itulah aku sengaja menyembunyikan rasa sakitku ke Gusti, Ridho, Rayi dan beberapa orang yang ku kenal dekat denganku. Aku memang tidak mau mereka tahu kalau aku sakit. Aku tidak mau mengorbankan diriku apalagi menyusahkan mereka semua.

"Hai saya Gusti, saya disuruh mamanya nyusul kesini, takutnya dia kenapa-kenapa sendirian, gak sengaja sih lihat dia tidur disini, oh ya perkenalkan saya pacarnya". (senyum jahat). "Oh...pacar, siap-siap patah hati kamu dho (bisik-bisik). "Nak Icha apa perlu pakai kursi roda? dari tadi belum bangun ya? Coba diperiksakan sebentar kali saja ada yang salah, Kakaknya masih tugas jaga disini, Ridho coba minta tolong satpam pinjamkan kursi roda atau bawakan kasur dorong". "loh, dia kan baik-baik bu hanya tertidur saja mungkin kurang istirahat". "sudahlah atau kamu panggilkan kakaknya sebentar tolong ya dho, Rayi kan gak tahu kakaknya diruang apa". "Oe bu oke saya tanyakan suster". "Bu tak usah saya baru bbm kakaknya akan kesini sebentar lagi". "Oh syukurlah..ibu sama anak-anak tinggal dulu ya, Ibu amit pulang dulu sampaikan salam buat ibunya ya tolong jaga nak icha". "Baik bu nanti saya sampaikan, terima kasih. Hati-hati dijalan bu". "Dho bener kan kamu cemburu? sabar ya dho masih banyak icha-icha yang lain kok" (bisik-bisik). "Aku gakk cemburu kok cuma penasaran saja itu cowok sebenarnya siapa sih".(bisik-bisik) "Ya, aku juga gak yakin kalau itu pacarnya kak". "Ah..sudah kuduga mungkin sengaja"(bisik-bisik). "Kalian berdua dari tadi ngobrolnya kenapa gak seperti biasanya sih? kalian lambat sekali ". (dari kejauhan diam-diam ridho melihat icha bersama orang lain sambil berjalan dan menghilang diantara kerumunan orang).

"Kak Za, sini kak apa perlu kugotong atau pakai kasur ini? Gak usah panik gitu dia memang seperti itu kak tukang molor. (kakaknya hanya bisa tersenyum manis mendengar ucapan Gusti). "Bawakan saja dorong dia ke kasur, kamu tunggu saja diruang UGD". "Kak ini obatnya ibu suruh saya kasih ini, jujur saya gak tahu ini obat apa saya gak dijinkan buka". "Iya terima kasih, bisa kamu pegang dulu, mukanya sudah pucat begini, kamu sebentar disitu oke".

Di ruang UGD

Sambil browsing mencari arti obat yang ada di dalam botol. Kagetlah Gusti dengan segala kesalahannya, dia tidak mampu membendung air mata tatkala semua tampak berubah begitu cepat. Tangannya bergetar, tubuhnya tampak tak bergerak. Lemas tak berdaya ternyata sakitnya sangat begitu serius, selama ini Gusti salah mengenal icha dan berharap nyawanya bisa segera tertolong. "Tuhan lindungi icha beri kesempatan bernafas lebih lama lagi, aku mohon beri kesempatan untukku meminta maaf padanya, aku benar menjadi orang yang sia-sia hari ini" (sambil menunduk berdoa pada Tuhan yang Kuasa).

"Gusti, tidak apa2 icha baik-baik saja bisa tolong berikan obatnya. Mau segera diminumkan, sepertinya air mata di wajahmu itu, oh kamu bisa cengeng juga ya kirain cuma bisanya ngeledek, ngejelekin yang engga-engga". Ah Kak Za, bisa saja gantian aku yang diledekin. ini kak obatnya, jadi kapan saya bisa tengok? bawa pulang ichanya ke rumah? "Tunggu satu jam lagi baru boleh pulang tapi tolong jangan cabut infusnya. Nanti kita pulang bareng. saya tinggalkan tugas sebentar ya setelah saya minumkan obatnya, ada yang perlu saya kerjakan lagi, nanti saya kabari setelah satu jam oke". (Sambil menepuk nepuk bahu Gusti).

"Loh, itu siapa yang bawakan obat kak?". "Tukang go-jek dek ganteng lagi setia nunggu sampe kamu bangun hahaha". "Hmmm....". "Sudah minum ini dulu obatnya satu jam kamu boleh pulang, infusnya jangan dilepas, nanti kita pulang bareng. Aku sudah kangen kamar tercinta, 24 jam belum tidur, huh". "Namanya juga kerja kak ya nikmati saja, aku malah pengen bisa kayak kakak tapi gak diijinkan ya aku ingin ini itu tetap gak direstui bersyukur aja aku kak seperti ini punya kakak ganteng mempesonah pantesan kan pasiennya banyak rela nunggu kakak hahaha". "Yasudah aku tinggal dulu ya, ada seseorang yang diluar menunggu ingat satu jam lagi kita ketemu oke kamu istorahat dulu disini". "oke kakak tampan". "kusut dek bukan tampan hahaha". "sana masuk bang go...eh...". "Ngeledek lagi sudah ngeledek aja terus haha".

"Hei..icha gimana sudah mendingan? syukurlah kirain kamu itu yaa lagi molornya lama banget heiiisshhh....". (sentil kuping Rusti). "Ohhh...jadi kamu yang bawakan aku obat, dasar Kakak Za kirain go-jek gak tahunya kamu yang bawa, jadi kamu sudah tau semuanya hmmm....ok...ok...tapi ngomong-ngomong kemana ya Ridho sama Kak Rayi, mommy juga". "oh...mereka, tadi titip salam buat kamu mamanya sudah gak betah pengen buru-buru pulang soalnya suasananya rame disini, mungkin mereka dalam perjalanan mau ke bandara". " hah serius? miapah lo?". "miayam neng tuh kan gue jadi laper elo sihhh".

~bersambung~