Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Hey You Do Not Copy Paste My Blog!!! appreciate my work as a blogger

Friday, 27 February 2015

#Kopdarnaskoprol3

Halo...halo....warga koprol bogor bakalan jadi tuan rumah nih, sudah siapkah kalian menerima kunjungan alumni koprol??? Jangan lupa sediakan karpet hijau yak. Karena, karpet hijau lebih menyegarkan daripada karpet merah.

Alumni koprol ngadain lagi event seru nih. Kalau tahun lalu kopdar nasionalnya di yogyakarta tepatnya di Kaliurang (18-19 Oktober 2014) untuk tahun ini eventnya akan di adakan di daerah Bogor. Siapa sih yang gak kangen kumpul bareng-bareng lagi mengingat masa-masa koprol ada, walaupun koprol masih vakum gak menyiratkan semangat teman-teman buat mengadakan event untuk yang ketiga kalinya.

Dan sekarang kali ini selaku ketua penyelenggaranya bakalan berbagi cerita seru soal kopdar di yogyakarta loh...hiksss gue gak bisa ikutan cuma bisa gigit jari Liat foto-foto live kopdar lewat Watshapp Group Kopdarnas Koprol, dan lagi-lagi malioboro selalu jadi tempat untuk bisa kembali >,<

Okelah untuk tahun ini kudu ikutan dan bikin list rencana kopdar event ini. Mudah-mudahan sih pak Satya Witolear dkk mau datang ke acara dan support, bahkan kalo bisa sih ngasih swags (ngareeppp).

Selanjutnya, sembari menikmati udara pagi Jakarta, gue ngerecokin temen wawancara gue untuk ngejelasin detail acara tahun lalu, dan ngebocorin event tahun ini simak baik-baik ya cerita gw. Nama orang gue persingkat supaya mudah mengikuti percakapannya.
Nisa (N), Aji (A)

Nisa (N) : Hei ji gimana kabar lo? Sehat? Hahahaha

Aji (A) : Alhamdulillah sehaaat

N : Haha, baiklah. Ceritain dong serunya kopnas yang kemarin? sempet ada perubahan yach?

A : Kopnas Jogja kemaren di kapteni sama Dinar Taris. Kita udah rancang dengan baik dari jauh-jauh hari, dari pertama kali kopnas itu di cetuskan oleh roni. Kemudian, ketika H-14, ternyata penginapan yang akan kita pakai itu disalip orang. Akhirnya, Titian Ardhis selaku Pelaksana Lapangan Jogja, dia nyari tempat lagi. Tapi ternyata tempatnya gak jauh-jauh dari villa yang tadinya mau kita sewa.

Dan surprisenya, villa yang kita pake ternyata jauh lebih besar dari villa semula. Dan villa awalnya mau kita pake itu hadep-hadepan sama villa yang mau kita pake. Aku ngeliatnya sambil ketawa ahahahahaha

N : Eh konsep yang tahun lalu keik gimana apa sama dg yg kemarin (kopdar nasional koprol pertama)?

A : Kalo konsep, sebetulnya konsep kopdar kita sama kayak kopdar pada umumnya. Tapi untuk Kopnas, kita kasih perbedaan yang sangat besar yaitu dengan penginapannya. Supaya yang datang lebih merasakan rasa kekeluargaannya. Jadi, Kopnas itu konsepnya "Keluarga Dunia Maya Yang Hidup"

N : ooh...terus masih inget kopdar nasional yang pertama itu dimana sih dan kapan? Biar teman-teman yang lain tau.

A : Kita sepakat untuk mengatakan bahwa Kopnas pertama itu masih ketika Koprol hidup. Yaitu Kopfest waktu pertengahan 2011. Lupa bulannya, tapi itu adalah yang pertama. Cuma, acaranya berbeda dengan kopnas yang mau diadakan 2 kali ini. kalo kau ingat tanggal kopfest, tambahin aja tanggalnya.

N : Lupa haha...Coba tengok-tengok blogku ada nggak? Keywordnya koprol.

Terus apa sih yang elo rasain pas jadi ketua acaranya? Persiapannya apa aja? Suka dukanya?

A : Dimana-mana, yang namanya jadi ketua atau kapten itu gak ada yang enak lah ya. Biarpun kerjanya cuma ngarahin, tapi aku ini adalah pusat dari otak mereka. Jadi, gaenaknya ya beban pikiran ada diaku. Jadi aku mengarahkan acaranya kayak begini, nanti mereka menjalankannya sesuai perintahku atau mereka modifikasi sendiri sebagaimana mereka bisa menjalankannya.

Kendalanya ?
Kendalanya, aku gak bisa bertemu dengan 100% panitia, karena beberapa panitia tersebar di beberapa kota dan provinsi di Indonesia. Alhasil, kita yang sudah rapat di Jakarta dan Bogor ngasih resumenya ke yang ada di luar kota itu.

Persiapannya kita sudah rancang acaranya dari sekarang, jadi mentang-mentang acaranya masih jauh kita gak akan mempersiapkannya mepet-mepet.

N : Nah terakhir nih apa yang elo harapkan dari kopdar nasional koprol tahun ini? Acaranya apa aja sih bisa bocorin gak?

A : Acaranya belom bisa di bocorin.
Kita surprise aja deh nanti buat acaranya hehe.

Apa yang diharapkan ?
Silaturahminya yang kami harapkan, biar lebih erat dan kuat. Jadi bukan cuma sahabatan aja, tapi jadi keluarga dan kekeluargaannya semakin erat.

N : Terima kasih ya ji buat sidak wawancaranya, berasa wartawan gw hahaha... Sukses deh buat kopdarnya

A : Huahahahahaha iyaa beb sama-sama. Aku jarang-jarang mau ngobrol panjang lebar gini hahaha.

N : Huahahahahaha kampret makjleb banget!

Buat teman-teman yang pengen banget ikutan, untuk yang berada di luar kota ataupun jabodetabek bisa kok tinggal tanya-tanya yang ada di fliyer yang sudah tersedia nomor kontaknya, pilih salah satu aja supaya gampang ngasih infonya (panitianya gak akan ngasih info sesat kok, gak usah kepo deh) tapi inget yaa jangan gangguin si CPnya, jangan pada bawel (ups keceplosan), dan inget bantu doa mereka hanyalah manusia biasa dan terkadang salah hahaha...

Kalian bisa kok bagi-bagiin swags buat ngeremain acara, justru makasih banget tuh panitianya dikasih swags dari sponsor-sponsor. Matanya bakalan berbunga-bunga bahagia (duileehhh), asalkan bukan bunga-bungaan, kalo dikasih bunga deposito sih gpp nambah pemasukan (ups...).

Reuni kan bukan penghalang buat kalian untuk bersilarurahmi, kapan lagi bisa kumpul setahun sekali? Asal jangan reuni mantan aja dech yach hahahaha....

Salam Koprol,

@chiaka_

Silahkan gabung di grup Facebook Kopdar Nasional Koprol : https://www.facebook.com/groups/655652077883643/

Dokumentasi : Koprolers 

Saturday, 7 February 2015

TERIMA KASIH

Terima kasih harapan terima kasih masa depan terima kasih impian dan akhirnya menuju ke tempat tujuan meraih cita-cita. Terima kasih ayah ibuku yang telah bersusah payah merawatku memberikanku kasih sayang luar biasa, setulus murnimu menjagaku dengan erat.

Terima kasih kesayangan, terima kasih yang telah memberi kehidupan ini lebih baru lebih hidup dan lebih penuh dengan tantangan. Terima kasih telah memberi kekosonganku dalam hari-hariku sehingga mampu beranjak dari kegelapan kesendirian dan kesepianku.

Terima kasih semuanya yang pernah hadir memberi kabar, terima kasih sahabat yang selalu menjadi ruang untuk tertawa lepas jauh dari semua masalah memberi hariku lebih hidup meski kalian-kalian sibuk.

Terima kasih telah membaca tulisanku yang tak bermanfaat semoga menjadi bahan sebuah renungan. Terima kasih hari, terima kasih waktu, terima kasih cuaca hingga sedetik ini aku mulai berfikir untuk berhenti melangkah pada satu titik tujuanku hasratku mencari diri yang sejati.


Dear Diary,

Jakarta, 7 February 2015



Sumber Foto : Google Image

Tuesday, 3 February 2015

HINGGA NANTI

New Song : Hingga Nanti
Lirik by : Nisa

Biarkan waktu yang menjawabnya
Kita mungkin tak'kan bersama lagi
Cinta tak'kan bisa bersemi lagi
Yang ku tau pasti engkaulah tetap milikku
Pujaan hati yang pernah kudamba

Lepas tanganku jangan kau rindukan aku
Pergi menjauh dari bayang-bayangmu
Ku berjanji hingga saatnya nanti
Kan ku cari pengganti dirimu lagi
sampai ku lupakan semua tentangmu

Andai...
Ku tak mengenalmu saat itu
Semua rasa bertabur manisnya janjimu
Sungguh indahnya gelora asmara
Tak mampu ku bendung lagi
Rindu..sayang..kecupan manismu...

2 February 2015

Entah kenapa aku bisa buat lirik lagu seperti ini ya, perasaan seperti dicampur aduk...hatiku beku, ingin rasanya menangis, butuh pelukan saat detik-detik harapan itu ada justru semua harus berakhir...

Bukannya hari-hariku semakin berwarna justru semakin hilang warnanya, bahkan tidak ada warna lain yang menghiasi kehidupanku. Yaitu cinta, yaph...cinta...yang membuatku semakin membencinya.

Bahkan dia semakin menjauh dan menghilang tidak menampakkan diri lagi dihadapanku, sampai akhirnya sakitku kembali kambuh. Tapi aku berusaha untuk tetap bertahan menjadi kuat, merasa hebat agar tegar. Memang benar dia bukan jodohku. Tak apa masih bisa aku menilainya. Meski dia bukanlah pria baik-baik, dari situ aku semakin sadar bahwa masih ada yang peduli. Memberikan perhatian tapi tak bisa aku rasakan siapa dia yang baru.

Ah....baiklah ku akhiri saja kututup lagi sebuah catatan ini bersamanya, aku yakin bisa aku baik-baik saja tanpanya. Aku sudah tak lagi peduli, aku tak'kan lagi mencarinya aku sudah lelah merasa dalam ketidakpeduliannya.

Benar, aku pergi lebih dulu meninggalkannya menjauh dan berusaha menghilang, tiba-tiba dia kembali datang hanya sebentar, mengabari kabar, lalu menghilang lagi. Yang tadinya hatiku sudah merasa kehilangan justru semakin merasakan kehilangannya. Dia bahkan benar-benar serius menghilang dari keberadaanku. Aku bahkan tak lagi dianggap olehnya. Ya syukurlah aku masih bisa move on sendiri.

Memiliki teman yang hebat, hari-hari yang luar biasa, membuatku semakin percaya diri, bangkit dari keterpurukan cinta. Aku percaya bahwa akan ada saatnya cinta yang sejati itu akan hadir menghiasi kehidupanku kembali. Tidak akan sebentar-sebentar seperti yang kemarin.

Aku hebat jika masih bisa tersenyum bisa tertawa dan itulah hidup. Di malam ku yang sepi diam-diam aku menangis seolah mengingat semua yang terjadi hari ini. Kututup buku dengan manis, tak ada rasa tak ada kilau-kilau rindu. Aku menjadi diriku yang luar biasa agar bisa berbagi dengan siapapun disekelilingku.

Bukan berarti aku bodoh, aku pelit, aku hanya tak mampu menjadi diriku sendiri bergerak mengorbankan apa yang ada di dalam diriku. Bagaimana lagi aku bisa segera bisa keluar dari kekosongan hati, kekosongan kerinduan. Agar aku bisa kembali membuka lembaran baru. Menjadi lebih indah lebih berwarna.

Aku bukan tidak mau berlelah-letih, tampaknya disana masih ada aku-aku yang lain yang sama seperti aku. Bernasib sama tetapi berbeda. Ah, biarlah tapi aku sendiri mampu bisa, tanpanya ya tanpanya. Masih ada ruang yang cukup untuk bergerak, berlari sejauh mungkin yang aku bisa untuk segera mencari yang tersisa, atau yang baru-baru ini aku menemukannya. Ya sosok lelaki yang benar-benar menjadi sosok yang ingin ku miliki segera. Itu butuh waktu setidaknya aku belajar mencari siapa dia sosoknya apapun itu semua, agar mampu menjadi pantaskah dia berada disampingku.

Kelak.....
Semuanya akan terganti yang lebih indah lebih baik dari sekarang bahkan. Lelaki itu akan menjadi hebat bila aku menjadi aku sendiri, pribadi yang disukainya. Biar dia belajar bahwa wanita butuh uluran kehangatan.

Dera diary,
Jakarta, 3 February 2015

Sunday, 1 February 2015

HAI HUJAN...

Hai Hujan...

Rindu akan sosok yang ku damba
Sekian lama ku bertepi dalam haluan
Berlabuh sejenak diantara badai asmara
Sempat mengoyak-ngoyakan ketenanganku
Aku tak diam aku selalu berprasangka
Dan...akhirnya diterjang dalam ketidakpastian

Hai hujan...
Ku ingin kau titipkan rasa sayangku ke dia
Walaupun itu tidak seberapa penting baginya
Engkau bagaikan mendung yang berselimutkan pekat
Betapa menyejukannya kau wahai hujan

Langit akhirnya menjadi tebal
Suasana makin mendayu-dayu
Hening damai menyengat dalam jiwa
Kuinginkan kehangatannya seseorang yang kurindu sejak hari itu
Ingin terus menatapnya lama tak ingin ku lepas

Hai hujan...
Aku ingin bertanya padamu
Sedang apa dia disana
Kuingin menyapa walau dia tak akan menyambutku
Ribuan kata sepatah kata pun dia tak mau mendengarku
Biar apa kata dia tapi suara hatikulah yang berbicara

Aku bingung dimana lagi akan bersandar
Dermagaku ke pelabuhan rindu
Yang ingin ku menantikan sosok-sosok senyumnya
Meskipun dia acuh cuek dan kadang-kadang menyebalkan
Bagiku itulah yang ku suka
Karena dari situ aku belajar mengenal arti kepribadiannya

Hai hujan...
Aku ingin sekali bertemu menyapanya
Meskipun hanya sesaat
Tak akan mampu dia merangkulku
Dengan segenggam tangannya
Senyum hangat yang menggodaku
Tawa yang menyiratkan kebahagiaanku

Aku tahu meskipun harus menjauh
Dan aku hanya bisa melihatnya dari jauh
Kusadari betapa hebatnya dia menjadi sosok lain
Dari dia akupun belajar mulai mengenal arti benci

Hai hujan...
Bisakah sekali lagi engkau titipkan salam rinduku
Agar dia tahu aku baik-baik saja
Aku disini akan selalu nampak baik-baik saja
Meski hati kecilku berkata lain
Tapi biarkanlah aku berlabuh ke dermaga lain
Jangan sampai terdampar di tempat yang salah

Jakarta, 1 Februari 2015

Sumber foto : Google Image