Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Hey You Do Not Copy Paste My Blog!!! appreciate my work as a blogger

Wednesday, 26 August 2015

Sampai Kapan

Aku tidak tahu sampai kapan aku harus menunggu sampai saatnya itu tiba, saat dimana hari ini sama seperti kemarin. Tak ada yang istimewa bagiku, mengapa ini tampak berbeda sejenak aku berfikir untuk tidak mengharapkan ini bisa terjadi, aku takut kecewa meski diantaranya ada yang harus kulakukan untuk mendahuluinya atau hanya seperti angin yang tertiup dedaunan, sang rantingpun bergoyang-goyang mengikuti alunan sang deru.

Entahlah harus bagaimana lagi aku mengatakannya, semua pikiranku kosong bagai tak terisi sama sekali. Meski perasaanku teramat sakit, aku mencoba untuk tetap tegar dan berusaha tersenyum di depannya seolah itu semua tidak terjadi apa-apa. Apakah memang benar aku tergila-gila padanya, sampai kutak mampu melihat yang ada disekitarku, atau aku yang bodoh menyukai orang seperti dia sehingga dia tak sadarkan atau tak mengharapkan perasaanku.

Ya sudah, biarkan aku saja yang merasakannya betapa sakitnya jika dipermainkan walaupun tertusuk jarum sekalipun tetap merasakan sakit yang teramat pahit. Jika esok dia datang memberikan sejuta perasaan sayang dan cinta dengan tulus maka ku terima dia apa adanya sampai berakhirnya kisah atau meneruskan kisah ini hingga ujung maut yang memisahkan. Aku tetap berusaha kuat agar semua ini tampak indah dan berarti.

Jakarta, 29 Oktober 2014

Gejolak Asmara

Dan bukan karena aku yang memilihmu atau karena kamu yang memilihku, semua itu adalah proses butuh perjuangan untuk dapat meyakinkan diri bahwa tidak ada yang pasti. Bukan berarti harus pergi perlahan atau menjauh perlahan, semakin aku merindukanmu atau semakin kamu merindukanku, ada gejolak asmara diantara kita yang tak terpisahkan.

Masih ada banyak waktu dan ruang untuk kita berbicara banyak hal yang tak kita ketahui sama sekali, kekurangan bukan berarti kita harus menyerah pada kegagalan. Ada kelebihan yang kita miliki bukanlah suatu alasan untuk memamerkan diri. Lebih banyaklah berkarya atas kekurangan diri. Dari sana kita pun belajar untuk mencintai seseorang atau menyayangi seseorang.

Belajarlah dari mengenal aku dan kamu untuk dapat menyatukan perbedaan yang ada. Bagaimana menyatukan hubungan dua sejoli diantara kita, agar menjadi hubungan yang erat. Setiap masalah itu ada solusi dan setiap solusi itu ada jalan keluar bagi kita untuk saling menguatkan. Belajar memaafkan, belajar mengalah, dan belajar menyikapi perbedaan yang ada. Semua adalah tentang kita.

Jakarta, 5 November 2015

Sang Pujangga

Bagaimana aku bisa tahu tentangmu, bagaimana aku bisa tahu semua hal yang ku tak tahu sama sekali, dan bagaiamana pula aku bersabar menghadapi semua sikapmu?

Mengurung diri dalam lamunan senja bertabur cahaya bintang yang tak mau menampakan kemolekkannya. Hanya aku bisa diam berdiri menatap jendela keluar berbicara pada awan malam yang pekat. Dari sana tampak butiran-butiran debu bersama angin sepoy yang meliuk-liuk menari mengucapkan kepadaku "jangan bersedih ku buat kau bergembira melihatku menari malam ini".

Bersama angin pualam yang semerbak daun kamboja mewangi dalam kegelisahan diri. Dimana sang pujaan hati tak memberi kabar dalam sejuta tanda tanya yang bermilyaran bahan cerita yang tak sanggup ku karang dalam kiasan sandiwara. Membuai dalam harapan yang sendu menghipnotis semua kehidupan masa lalu yang tak seharusnya dibaca dan diceritakan.

Sang pujaan hati tak mau diam membisu dia selalu saja membangkitkan semua kenanganku, apa ada yang salah dalam semua kisahku atau hanya begitu dia yang keingintahuannya luas ingin mengetahui semua masa laluku. Ah...biar saja semua tenggelam bersama badai yang siap menghampiriku, itu adalah aku dan itu adalah masa lalu. Biarkan semua dihantam petir agar kau tak terus bersandiwara. Aku sudah lelah dengan semua yang telah lalu. Biarkan aku bersamamu dengan semua cerita yang nantinya kurangkai bagai melodrama yang penuh dengan cerita romantis kita, atau kebencian, air mata, dan tawa yang membuat semua cerita ini menjadi hidup. Bersamamu memulai petualangan baru dengan cinta.

Mungkin darimu tak yakin bagaiamana aku, seperti apa aku, yakinkan aku, dan membuatmu semakin mengerti tentangku, aku hanya belum siap dari segala hal cerita yang kurangkaikan nantinya padamu. Aku percaya kamu bisa benar-benar mencintaiku dan menyayangiku dengan segenap ketulusan yang bertabur kebahagiaan bersamaku meski aku takut kekuranganku akan membuatmu menjaga jarak untukku. Semakin kamu tenggelam dan menjauhiku dalam jarak pandang yang tak lagi mampu menjadi sandaran dalam jiwaku.

Setiap kali aku menangis, bukan karena aku merindukanmu tetapi aku menangis mengingat semua hal manis bersamamu. Bolehkah aku menangis saat jauh tanpamu. Kadangkala aku pula tak berani menangis dihadapanmu. Aku berusaha untuk kuat bila kau disampingku. Kehadiranmulah yang membuatku semakin kuat dan semakin sadar bahwa aku tak boleh berhenti untuk terus menyakinkan diriku, hidupku tak sendiri. Hanya kamulah yang membuatku benar-benar nyaman ketika kau berada disampingku, saat jauh aku terus mengingatmu tak pernah sekalipun ku berprasangka buruk padamu. Saat dekat denganmu pula aku terus mengingatmu. Apa salah?

Bisakah aku benar-benar mencintaimu meski kamu tak peka. Membiasakan diri untuk memulai menyayangimu dalam rautan kisah yang selalu merindukan kenangan. Aku tulus apa adanya, butuh perjuangan untuk mendapatkanmu kembali, meraih semua yang ingin aku gapai bersamamu. Dapatkah aku meraihnya semua hal saat berada disampingmu, bersamamu, dan saat jauh. Itu adalah kisah yang berbeda yang tak mampu aku biarkan ini berhenti begitu saja. Aku tidak butuh harta, dan kekayaanmu. Aku hanya butuh kamu saat ini, esok hari, dan selamanya.

Jakarta, 6 November 2014

Wahai Kekasih Hati

Kemanakah kau sekarang, rinduku akan semua tentangmu, tentang kita..masih adakah rasa untuk kau merindukanku, entah sampai kapan semua mimpi ini berlanjut, atau biar saja aku yang pergi meninggalkanmu bersama semua kisah yang kita rangkai sebelumnya. Semua hanya janji, tak pernah ada yang indah, namun....tanpamu aku bisa walau aku lelah harus menunggu berapa lama lagi kau hadir disini. Bolehkah aku pergi? Pergi meninggalkan semua cerita ini bersamamu, dan kembali merangkai kisahku dengan orang lain?

Aku lelah...sampai kapan aku berlabuh ketika tidak ada dermaga untuk aku berhenti di dalam pelabuhan terakhir ini. Berapa lagi aku harus mendayung mencari pulau-pulau untuk kusinggahi. Tahukah....aku menangis merindukan semua saat kita bersama, tetapi kamu bagai serangga yang terus terbang entah kemana tanpa kabar yang tak pasti.

Bisakah....kali ini yang terakhir untuk aku melepaskanmu, agar perasaanku bisa lebih bahagia tanpamu. Bukan karena aku tak rela, bukan karena aku tak bisa..tapi dari sinilah aku belajar...karena saat dimana aku dan kamu menyukai satu sama lain. Meski tidak lagi bisa bersama...

Jakarta, 23 Desember 2014

Terima Kasih Kesayangan

Terima kasih harapan terima kasih masa depan terima kasih impian dan akhirnya menuju ke tempat tujuan meraih cita-cita. Terima kasih ayah ibuku yang telah bersusah payah merawatku memberikanku kasih sayang luar biasa, setulus murnimu menjagaku dengan erat.

Terima kasih kesayangan, terima kasih yang telah memberi kehidupan ini lebih baru lebih hidup dan lebih penuh dengan tantangan. Terima kasih telah memberi kekosonganku dalam hari-hariku sehingga mampu beranjak dari kegelapan kesendirian dan kesepianku.

Terima kasih semuanya yang pernah hadir memberi kabar, terima kasih sahabat yang selalu menjadi ruang untuk tertawa lepas jauh dari semua masalah memberi hariku lebih hidup meski kalian-kalian sibuk.

Terima kasih telah membaca tulisanku yang tak bermanfaat semoga menjadi bahan sebuah renungan. Terima kasih hari, terima kasih waktu, terima kasih cuaca hingga sedetik ini aku mulai berfikir untuk berhenti melangkah pada satu titik tujuanku hasratku mencari diri yang sejati.

Jakarta, 7 Februari 2015

Genggam Erat Tanganku

Kamu harus percaya takdir itu ada sampai sejauh mana kita akan melangkah pergi, aku tak sekuat kamu, dan kamu memiliki orang yang kau cintai disetiap saat sedangkan aku jauh, tapi ada kamu semua terasa ada, walaupun tidak setiap hari, kamu dan aku selalu mencoba untuk menyapa 'hai' hidup terasa kaku. Tak ada lagi canda tawa semua terasa amatlah sangat berbeda tidak seperti kemarin kita berbicara sangat lepas.

Aku tahu ini bukanlah jalan untukku bisa bersamamu tapi aku mencoba untuk selalu berada disampingmu. Meskipun aku bukanlah satu-satunya untukmu, yakinlah aku mencoba untuk membuatmu nyaman dan merasa aman, walaupun kamu tidak berbuat demikian padaku. Aku mencoba bersikap romantis untukmu tapi apa yang aku lakukan padamu dianggap tak ada. Harus bagaimana lagi aku, semua telah kulakukan semampuku agar kamu tahu aku adalah aku, dan aku bukanlah orang lain, berharap kamu menyayangiku dengan apa yang telah aku lakukan, meskipun sangat kecil untukku membuatmu bahagia. Cobalah rangkum kembali awal pertemuan kita yang tak sengaja, aku yakin kamu akan ingat pengorbanan-pengorbanan kecil itu.

Walaupun kita tak lagi bersama tapi disuatu saat nanti kamu akan percaya bahwa kitalah yang akan menjadi pasangan dalam ikatan cinta yang sudah disusun sedemikian rupa, sampai aku menuliskan sepucuk surat dalam buku harianmu, dan kamu membacanya saat aku tak ada lagi. Aku pergi jauh dan aku menghilang untuk melupakanmu. Kamu mencariku, dan aku mencarimu ada sekelumit rindu dalam semua rangkaian cerita.

Dan diantara aku kamu menemukan tempat dimana kita bertemu pertama kali. Itu semua bagai kembali ke masa dulu, pakaian yang sama dan tempat yang sama. Kecuali aku..aku memakai semua pemberianmu agar aku bisa bertemu denganmu, walau kita sudah sama-sama berubah tapi ada hal yang membuatku merasa kamu selalu ada. Aku terus menunggu sampai kamu kembali disini, menggenggamkan tanganku, bahwa aku benar menyayangimu tidak ingin kamu pergi lagi menjauh dan menghilang dalam setiap pandangan mataku, saat aku melangkah bersamamu. Bagaikan romansa sang bunga sakura bergururan di musim gugur memberikan kisah romantis disepanjang jalan.

Jakarta, 26 Februari 2015

Terjebak

Aku berhenti sejenak dalam lingkaran hitam, setidaknya aku kembali ke tempat tujuan awalku yah masa lalu masa kelam dan masa dimana aku harus menyingkirkan semua egoku. Aku berpura-pura untuk tidak melirik sesuatu yang membuatku bisa jatuh cinta setidaknya mentalku harus kuat. Belum goyah juga semangatku untuk mendapatkan yang aku inginkan namun ini bukanlah lingkaran gelap yang membuatku harus berbuat jahat. Tapi bisakah aku belajar untuk menghilangkan marahku, egoku.

Ah, yakin pasti aku bisa dan mencoba untuk tidak tertawa. Lelah memang aku harus disini sendiri. Mencoba mencari tempat sepi di dalam kehidupanku sendiri, diam membisu dan aku berada di lorong beranda rumahku, yang kulewati hanya kelebat bayangan yang terus membuatku hampir pusing kepala. Aku mencoba mencari tempat terbaik untuk rehat, kamarku dan kutumpahkan seluruh tubuhku dikasur yang empuk ah....menyenangkan sekali aku tergoda untuk menyetel sebuah lagu yang ada di dalam handphoneku dengan headset terpasang ditelinga. Lalu akupun tertidur sambil mendengarkan musik.

Hari semakin malam, tidak ada lagi yang harus kuceritakan oleh orang terdekatku. Mereka semua sangat sibuk dengan segala urusan masing-masing. Dan aku masih ingat sahabat karibku dulu entah sampai sekarang belum juga ada kabarnya hingga saat ini. Aku masih terbayang-bayang perpisahan itu, saat aku berdiri di bandara mengucapkan salam perpisahan untuknya sampai di depan kaca, ku ikuti dia hingga tubuhnya tidak terlihat lagi. Sampai saat ini dia tidak mengabariku, pesanku semua yang ada tidak pernah satu detikpun dibalasnya. Padahal dia berjanji, jika sudah sampai di Jepang dia akan mengabariku secepatnya.

Sudah satu bulan lebih aku lewati belum juga ada kabar, ku buka-buka terus lembar demi lembar kenangan foto-foto di album handphoneku saat aku sudah terbangun dari tidurku. Aku merasa dia telah melupakanku setiap pesan-pesan di e-mailku pun tak pernah dibalasnya. Ku pandangi salah satu foto favoritku saat dia menangis diam-diam kuambil fotonya dengan menggunakan kamera jamku. Sampai saat ini aku masih teringat pesan terakhirnya sebelum pergi. 'Aku meninggalkanmu hanya sementara, jika aku kembali pulang nanti bukan karena ini semua salahku tak mengabarimu, hanya karena aku lupa bagaimana cara untuk menemukanmu tanpa harus lewat media sosial'. Rasanya pesan itu sangat membuatku menitikkan air mata dan terus terngiang-ngiang di kepalaku. Aku bingung ya Tuhaaaannn, bagaimana aku mencoba lagi mencarinya, sedangkan semua keluarganya sudah pindah rumah tak ada satupun yang ku kenal. Alamat rumahnya yang baru saja aku tidak tahu.

Jakarta, 5 Maret 2015

Ulang Tahun Spesial

#Cerpenkamis

Kubuka jendela kamar, menghirup udara pagi sungguh sangat menyenangkan. Membuatku semakin bersemangat menikmati sejuknya pagi. Semua masalah semalam aku lupakan. Kuluapkan saja hari ini dengan berolah raga pagi, kubuka pintu kamarku, dan kuikatkan sepatuku persia disamping pintu kamar. Tak lupa aku membawa earphone dan ipad sebagai teman berolah raga pagi. Ah....menyenangkan sekali. Sudah lama tak pernah kulakukan kegiatan rutinku ini. Merasakan sensasi keringat yang membanjiri tubuhku.

~~~~

Bruk...tanpa sengaja aku menabrak seseorang tanpa melihat terlebih dahulu. Entah aku yang salah atau dia yang sengaja menabrakku saat aku memperbaiki earphoneku. Menyebalkan sekali orang itu. Tanpa permisi dan minta maaf padaku. Benar-benar menjengkelkan. Tapi aku belum sempat menoleh wajahnya dia sudah lari, sepertinya sedang terburu-buru. Ah...sudahlah kulanjutkan saja lariku.

Tubuhku sudah penuh keringat, aku tidak sempat membawa handuk kecil untuk mengelap keringatku. Selesai berlari aku balik badan untuk kembali kerumah. Rupanya tanpa sengaja aku bertemu lagi dengannya seperti mencari sesuatu. Yah..kaos yang dipakainya sama persis seperti orang yang menabrakku tadi. Aku tanpa permisi juga menanyakan padanya untuk sedikit membantu. Namun tak digubrisnya. Sungguh benar-benar cowok yang menyebalkan. Belum sempat ku tanyakan dia sudah marah-marah tidak jelas. Dari raut wajahnya, dia bukan orang yang baik dengan cewek saja berani gimana dengan ibunya ya.

~~~
Masi teringat kejadian tadi pagi, hari ini jadwalku kosong. Ku gunakan hariku ini untuk pergi mengecek usahaku yang semakin banyak pelanggan, lebih menyenangkan pergi dengan menggunakan sepeda walaupun jaraknya tidaklah begitu jauh dari rumah. Biasanya aku pakai mobilku untuk pergi kemana-mana, daripada memikirkan kejadian tadi pagi apalagi mikirin cowok yang sudah melabrakku dengan tampang judesnya.

~~~

Diperjalanan menuju tempat usahaku, tiba-tiba ada mobil yang sedang melaju kencang, klaksonnya sungguh memekakan telinga. Berisik sekali sehingga membuat konsentrasiku menjadi buyar, akhirnya aku terjatuh dari sepeda jatuh ke got. Mana suasana dilingkunganku pagi ini tidak begitu ramai seperti biasanya.jantungku copot kepalaku pusing bajuku ikut basah terkena percikan air got. Untungnya aku membawa baju ganti dan tas anti basah jadi sudah ku siapkan sebelumnya. Duh...badanku kotor sekali dan bau. Tak sempat ku hapalkan nopol mobilnya karena posisiku jatuh digot, tapi aku ingat warna mobilnya yaph warna merah marun.

~~~

Sesampainya di tempat usahaku tak sengaja aku melihat ada mobil yang sedari tadi pagi kulihat sama persis seperti kejadian saat aku terjatuh dari sepeda. Ingin rasanya kulabrak sampai mampus. Benar-benar membuat ku marah, keki, emosi dan kesal. Gimana nggak begitu badan kotor bau got lecek dan gak enak dipandang bikin klien-klienku seolah ingin mengusirku saat itu juga ketika posisiku berada di parkir khusus sepeda.

Satpam dengan sigap membantu untuk mengunci sepedaku. Dan menyarankanku untuk segera berganti pakaian agar tidak dilihat oleh klien-klienku, sepertinya satpamkubtidak kuat mencium bau air got. Huh..hari ini sungguh sangat menyebalkan sebenarnya mimpi apa aku semalam ya. Sampai kejadian-kejadian aneh menimpaku beberapa kali di pagi ini.

Dengan tergesa-gesa aku melewati pintu belakang ku tutup wajahku dengan topi andalanku, dan ternyata Oh My God! Pintu belakang terkunci. Aku lupa pintu ini sedang rusak. Agak ragu aku untuk melewati pintu depan. Aku mencari akal bagaimana supaya bisa masuk tanpa harus lewat pintu depan. Aku minta tolong satpam untuk membantuku agar segera bisa meleqati pintu masuk caranya dengan menjadi pelanggan kucel atau dengan cara lain meminjam jaketnya. Dan jaket satpamku itu loh sumpek dewek lebih bau dari baunya air tajin. Tak apalah cuma 15 menit bukan waktu yang cukup lama.

Buru-buru aku masuk ke dalam melalui puntu depan dan tanpa ketahuan klien-klienku. Sesaat kemudian aku menyuruh karyawanku untuk memberi kode agar konsentrasi ke klien saja. Dan bruk...sedang terburu-buru melewati tangga aku bertemu lagi dengan wajah dan orang yang sama. Ah..langsung saja aku meminta maaf, dan permisi karena saking terburu-buru. Tapi dia menarik jaketku untuk tidak lari.

Dan drama itu pun dimulai. masih berada diposisi tangga, cowok menyebalkan yang ku lihat tadi pagi itu menyuruhku untuk diam di tempat dan dia akan berteriak memanggil satpam jika ada orang lain dengan pakaian berbau air got sepertiku masuk tanpa permisi.
'Hei ngapain lo keatas? Toilet ada dibawah atau ngga gw panggil satpam klo lo nekat, diatas kan kantor karyawan, apa lo salah naek hah?'

Masih dengan tampang menyebalkan dan kurang bersahabat, ku tarik saja jaket yang ku kenakan, tanpa pikir panjang aku lari mengarah ke toilet. Tak kudengarkan kata-katanya barusan "lah wong ini tokoku kenapa dia yang marah? Dasar cowok aneh" gumamnya dalam hati.

~~~

Saat keluar pintu toilet, sudah ada banyak orang dan yang membuatku kaget, di depan cowok tadi dengan tampang sindirnya dia mengatai-ngataiku dengan ucapan yang kurang berkenan. Satpamku dan dua orang karyawan tidak bisa membantuku, diam seribu bahasa. Dan hanya bisa tertawa jahat, antara mau membantuku bersuara atau mau menolongku. Benar-benar sindiran halus yang bikin pagiku muak.

Tanpa sengaja dibelakang dua karyawanku. Datang kakakku yang tidak pernah kulihat beberapa tahun. Baru kali ini dia datang untuk memberikanku kejutan. Ya kejutan ulang tahun untukku, aku bahkan tak ingat dan malah lupa kalau hari ini adalah ulang tahunku. Benar-benar kejutan istimewa. Dan lagi ternyata cowok yang sedari pagi yang mengerjaiku dan tepat sekarang berdiri itu adalah sahabat kakakku yang dulunya culun sekarang berubah menjadi cowok ganteng idaman para wanita. Pantas saja dia tidak begitu asing. Semua orang tertawa dan aku menangis bahagia saking dikerjai habis-habisan.

Jakarta, 16 April 2015

Bisakah

Terkadang sulit mengungkapkan semua isi dan perasaan yang membelenggu di hati, pikiran bahkan juga ingatan.

Semua berawal memang tidak sengaja, pertemuan pertama yang begitu berkesan dan memori pertemuan pertama itu kemudian terekam dalam ingatanku hingga kini.

Memang semua orang bisa saja berubah tapi..untuk kamu janganlah pernah berubah sedikitpun untukku, menyukaimu dan bahkan mencintaimu saja tidak pernah ku ucapkan dari mulutku. Atau perasaanku yang masih terkunci?

Bisakah....
Kamu katakan padaku artinya cinta?
Bagaimana bisa menjadikanmu yang terindah untukku? Atau menjadikanku yang terbaik dan terindah bagimu?

Meski ini hanya sebuah tulisan bagimu yang tak berarti apa-apa, setidaknya ini adalah naluriku untuk nenyalurkan hasrat dan perasaanku yang sesungguhnya padamu. Sebuah kejujuran yang terkadang tak mampu diterka olehmu.

Dear Diary
Jakarta, 19 April 2015

Pendampingku

#cerpenkamis

Aku dulu bukanlah siapa-siapanya bagimu, semenjak mengenalmu, aku banyak mencari tentangmu, belajar tentangmu, apa yang aku peroleh darimu, ini tidak akan menjadi sia-sia mencoba untuk lebih dekat dengamu. Hal yang tak kuduga sama sekali sebenarnya. Kejadian pertama dan terakhir bagiku. Adalah mendapatkanmu dan memilikimu seutuhnya.

Senyummu membangkitkan gairah semangatku untuk berhenti memoles wajahmu agar tak bersedih karena kehadiranku, akan ku buat kamu tertawa setiap kali ada kisah lucu dan manis yang patut kuceritakan atau bahkan kudongengkan untukmu. Selalu ada rangkaian cerita menarik untuk kita bicarakan dengan serius, tak menutup pintu hati untuk mencoba membuatmu marah, terluka, dan emosional karenaku. Hal sepele yang sepatutnya bisa diselesaikan secara baik-baik agar semua masalah kita tidak berlarut-larut sampai esok hari.

Aku bahkan bisa sekali cemburu melihatmu jalan dengan siapa, mendengar suara orang lain saat bertelepon dan bahkan sekali-kalinya aku takut akan kehilanganmu atau kamu mencoba untuk meninggalkanku. Cemburuku karenamu membuatku semakin sayang padamu. Mencoba untuk selalu bisa dan bisa berada di dekatmu setiap saat bertemu, ku coba bagikan waktuku hanya untukmu, tak terlepas setiap detik untuk selalu hadir dalam bagian hidupmu.

Hari-hari sepiku kini sudah berlalu, sebentar lagi aku akan mengikat janji denganmu di kehidupan yang baru dalam membangun bahtera rumah tangga yang akan kita bina bersama.

Andaikata masihkah kamu seperti dulu jika nanti kita telah bersama dalam satu ruang yang tertutup indah di dahan cinta. Ku ingin selalu kamu menjadi apa adanya. Yang ku kenal sejak pertama kali. Jangan pernah berubah apapun yang terjadi denganmu nanti.

Bila suatu hari nanti kamu berubah demi aku. Akan kubuatkan kamu menjadi sempurna dengan Akhlaqku, ibadahku, dan agamaku. Ku buat sekuat mungkin agar kita menjadi sepasang kekasih yang saqinah mawadah warohmah.

Diamlah sejenak dengarkan aku, biarkan aku bicara sebisaku, jangan pernah mengeluh dengan kehidupan kita bersama. Membina kerukunan dalam satu perbedaan itu bukanlah hal yang mudah. Aku dan kamu disatukan karena Allah Ta'ala. Biarkan mengalir adanya bagai air jernih yang menyejukkan.

Lihatlah di atas sana awan biru dalam langit  berkapas putih membentuk sebuah gambar antara kita, sedang disana matahari menari-nari indah memberikan dahaga haus dan lapar bagi kita mencari rezeky di jalan yang halal.

Lihatlah diatas sana juga bintang berkelap kelip penuh cahaya, bulan benderang semakin terang, walau pekat malam hari yang sudah gelap menghantarkan kita bersenda gurau bersama. Tak lupa lantunan ayat-ayat suci Al-Quran kita nyanyikan sampai sang fajar bertemu pagi. Ingatlah jangan pernah ada diantara kita lalai menjalankan ibadah malam. Bila lelah datang cobalah kita berdua beristirahat dalam tidur yang nyenyak.

Esok hari nanti akan ada yang pulang, tak perlu kita bersedih hati. Karena Allah selalu ada untuk kita. Kapan kita akan pulang disanalah suatu saat adalah rumah kita, surga tanah kita. Jangan pernah berhenti bersujud padaNya, doa-doa untukNya yang akan memperkuat iman kita, ibadah kita.

"Hai...kamu pendamping hidupku. Menyesalkah kamu telah menikah denganku? Bahagiakah kamu menikah denganku? Sedihkah kamu menikah denganku? Adakah kekuranganku menjadikan beban bagimu? Jikalau pertanyaanku ini tidak mampu kau jawab berikanlah aku kesempatan bagimu untuk mampu menjadi yang sempurna di hidupmu walaupun aku dimatamu bukanlah yang sempurna. Tidak perlu kita bermewah-mewah sayang, suatu saat yang akan dibawa pulang adalah bekal ibadah, agama, dan keshalihan kita, buatlah aku menjadi bagian setengah hiupmu agar menjadikanmu kekasih surgaku hingga akhirat nanti".

Jakarta, 23 April 2015

Perasaan Hati

Aku tahu kamu sengaja diam
Aku tahu kamu sengaja bersembunyi
Aku tahu kamu sengaja tak mengabari
Agar aku khawatir karenamu
Agar aku khawatir keadaanmu
Agar aku khawatir kamu pergi menjauh
Tahukah...
Disini aku bertahan karenamu
Disini aku mencoba menjadi setia
Disini aku berkorban untukmu
Supaya...
Kamu bisa tahu yang sebenarnya
Aku terlalu cemburu untuk mencintaimu
aku terlalu cemburu untuk wanita lain dikehidupanmu
aku terlalu cemburu untuk kau sayangi wanita lain dikehidupanmu
Biar...
Semua itu hatiku hancur terbuang
Hatiku sesak untuk terlalu membencimu
Hanya demi kamu
Karena itu tepat dihari ini adalah 10 bulan aku mengenalmu
Apakah dan masih ingatkah pertemuan itu
Semoga kamu ingat...

Dear My Love
Jakarta, 29 Juli 2015

CINTA YANG BERBEDA PANDANGAN, MISI YANG SAMA DAN VISI YANG BERTOLAK BELAKANG

Ah....dramatis banget judulnya, terlalu dilebay-lebaykan...tapi sebenarnya itulah kisahnya karena memiliki pasangan butuh rasa saling suka saling percaya satu sama lainnya, dan juga komunikasi yang tidak boleh berhenti. Dan satu hal lagi bisa menaklukkan keluarga termasuk orangtua. Karena cinta itu adalah hal termanis yang tak bisa diulang kembali, ada rasa yang membuat semakin rindu ada rasa yang membenci dan ada rasa untuk meninggalkannya. Akan tetapi itulah cinta tak terungkap dengan rangkaian sebuah kata, karena disitulah harta karunnya yang membuat mereka jadi tergila-gila. Naluri akan keindahan dan kemolekan kisah yang dijalani berdua.

Gue????
Hal romantis yang tak bisa gue dapetin saat ini. Keindahan akan rindunya surga dalam dzikir dan ibadah adalah yang sulit, hanya karena itulah perbedaan agama kadang menjadi penghalang rindu akan Tuhan. Karena Tuhan kita berbeda, gue gak yakin apa gue bisa menaklukkan dia untuk pindah agama. Karena itu semua kembali ke diri masing-masing.

Kadang ketika dia jauh, gue dan dia menjadi seorang yang berbeda, komunikasi lewat hp dan terkadang dicuekin bahkan gak ada komunikasi sama sekali, terkadang mendadak buat saling berjumpa. Ketika dekat sama dia terkadang dia menjadi orang yang manja, penuh kasih sayang, dan perhatian. Terkadang dia bisa menjadi orang yang menyebalkan ketika sudah dekat dengan gadget, dan berkomunikasi dengan orang lain. Waktu jadi tersita, konunikasi hanya sebentar. Buat gue komunikasi itu penting agar sama-sama saling percaya, jalanin hubungan dengan tulus dan serius. Gue benci menjadi orang yang cemburu, gue terlalu cemburu, bahkan saking cemburunya gue gak bisa dapetin yang namanya kejutan ataupun sisi romantis yang gue dapetin dari dia.

Gue, gak perlu bersusah payah buat menunggu saatnya tiba, walaupun suatu saat nanti gue gak disini lagi, gue ikhlas, dan gue siap karena ajal gak ada yang tau. Sakit yang selama ini gue rasakan ternyata membuat gue menjadi semakin dekat sama Tuhan, membuat gue bisa bertahan karena cuma Tuhan yang menyayangi dan mencintai gue. Gak ada yang melebihinya, hanya karena gue gak ada yang mencintai dan mendampingi, Tuhan selalu ada untuk menjadi pendengar dalam setiap doa-doaku.

Setiap tidur gue selalu dibawa mimpi akan kematian, itu berlangsung setiap saat dan gue membenci air mata, masih banyak impian yang belum gue capai, masih banyak dosa yang belum gue perbaiki, Ini menjadi titik terendah gue selama gue menjalani kehidupan yang penuh dengan teka teki. Titik tertinggi yang belum gue capai saat ini adalah bagaimana bisa membahagiakan mereka orang-orang yang gue kasihi, orang-orang yang mensupport gue penuh kasih dan sabar. Gue merasa menjadi orang yang egois untuk bangga sama diri sendiri, nyatanya gue belum berbuat apa-apa yang terbaik di hadapan Tuhan.

Suatu hari atau ditahun yang akan datang, jika memang dimudahkan dijodohkan atau pun direstui, yah suatu kebahagiaan tersendiri bisa dekat dan bersama seumur hidup, kalaupun bisa selamanya. Karena kesetiaan itu tidak mudah, menaklukkan dia yang berbeda, dan terkadang ada kebencian yang membuat rindu, kasih sayang yang membuatku merasa nyaman berada di dekatnya.

Tahukah...cinta pertama tak pernah datang terlambat walaupun tidak bisa bertahan lama, karena itu bisa menjadi kebahagiaan tersendiri. Bisa menjadi buku kenangan dan tidak pernah berakhir dengan tidak sangat manis. Tapi gue percaya disana ada kebahagiaan lain yang bisa ditaklukkan suatu hari nanti ataupun pun mungkin esok hari. Menaklukkan dia diantara perbedaan-perbedaan itu.

Jakarta, 14 Agustus 2015

Semua Tentangmu

Buat yang baca. Ini tentang kejujuran disiang bolong eh malem ding #abaikanlah hahaha

#Curhatanku

Misteri angka 5 di Bulan Oktober setahun yang lalu.

Awal singkat perkenalan yang tak disengaja disebuah situs pertemanan pencari jodoh ini membuatku penasaran dengan situs ini. Gegara situs ini gue menemukan teman yang menurut gue tuh special, walaupun agak ngejutekin, dan susah buat diajak ngerumpi bareng ditempat ramai.

Disitus ini semua serba ada. Mau like atau dislike, Tinggal pilih koleksi yang ada disitus itu mana saja yang bisa sreg dihati dan enak buat diajak ngobrol lebih jauh, yailah....situs ini emang bener-bener ajaib dan membuatku semakin ketagihan buat mencari teman. Nggak kepikiran buat mencari pasangan yang sesuai seleranya sama. Bahkan disitus ini gue sama seseorang yang disamarkan namanya bisa bertukar ilmu seni desain bahkan hal-hal lain diluar nalar [baca: Ilmu Ghaib]. Tiba-tiba gue dikirimkan sebuah gambar lucu yang menurutku beda dengan yang lain. Ini pakai foto pribadi bung! Dan dia bikin meme sendiri buat menertawakan dirinya sendiri. Fotonya aja diprivate cuman gue yang beruntung dikirimkan fotonya melalui keinginan siempunya foto.

Isi tulisannya begini "menantu idaman itu yang anak desain", "jangan ngaku jomblo pacaran aja gak jadi-jadi", "pacaran itu ibarat layangan, putus aja bisa nyambung lagi, itu telepon kaleeee". Tiap baca picturenya gue gak bisa diem ketawa terus kayak orang belum minum akua. Sungguh sengaja kreatif nih atau terlalu kreatif. Yah begitulah anak desain awal-awalnya enak buat diajak ngobrol gak ada yang isinya curhatan semuanya isinya seni lama-lama jadi bosen juga dan akhirnya malah jarang ngobrol lagi akibat kesibukan masing-masing. Gak sempat tuker-tukeran nomor hp apalagi pin bbm. Aih.....bubar deh ditempat.

Selama 4 bulan kenal sama cowok disitus itu belum pernah sekalipun ketemu. Hilang kontak beneran sama itu cowok. Namanya aja lupa gegara lagu "hilangkanlah ingatanku" jadi ilang ingatan beneran semua hahahaha....password situs itu aja sampe lupa beneran gak inget deh.

Dan dengan sangat terpaksa lupain tuh akun eh situs, dan cari situs perjodohan yang menurut temen gue tuh keren! Katanya iya katanya "ayo coba aja keren tau itu situs bisa nyariin kau cowok! Tapi..cowoknya yang deket sama daerah kau" alaamaakk...ini bahasa batak temen keluar deh..

"Gegara ini situs bikin gue deket dan kenal sama kakak senior kampus.eh ternyata beneran kakak senior gue hahaha...."

Dan apalah ini situs bikin gue semakin penasaran dibuatnya, dengan sangat berat hati bikinlah user name yang abal-abal. Terus sebelum gue bikin nih user name gue minta pendapat dulu sama temen yang semuanya udah pada bikin duluan.

Katanya sih begini
"jangan kau bikin akun abal-abal itu situs kan nyambung ke mendsos lain!".

"Mau bikin akun abal-abal gak usah dimanis-manisin ntar ketemu langsung dia kabur gimana? kayak di iklan-iklan beda sama aslinya!"

"Cobain aja dulu ntar ketemu langsung bawa manisnya buang pahitnya, seru ko malah temen penghilang stress!"

"Liat nih si bule mau ketemu gue tapi gue yang kenegaranya dibayarin! Lah ga munafik sih. Tapi kalo pergi sendiran takut di deportasi hati gue ahaha...

~~~~

Setelah lama berpikir ulang bikin juga itu akun pertama gue, yang sekarang bisa dibilang itu akun sudah berjalan setahun. Banyak pelajaran yang bisa gue petik gak semua cowok itu sempurna, mereka rata-rata mencari pasangan yang sesuai usia dan gelar, tapi mereka gak pernah nanya "apa agamamu?". Padahal menurut gue agama itu penting supaya gak salah langkah gak salah arah.

Beruntung gue selama setahun ini menemukan temen yang karakternya beda-beda. Cara ngobrolnya juga beda. Bahkan sudah beberapa kali ketemu dan sampe sekarang masih suka komunikasi lewat bbm, WA, Line atau lewat FB juga. Bahkan juga gue tularkan semangat buat bersosialiasi lebih banyak temen, atau relasi agar gak punah..halah punah...

Ada satu cowok yang membuat gue beneran suka makin suka makin suka dari hari ke hari. Tapi untuk ngajak serius butuh pendekatan yang lama. Iyaaa sebentar lagi sudah mau setahun. Apa yang gue dapet? Di duain iya! Di lupain iya, bahkan ngedapetin hal-hal yang romantis kayak dikasih bunga, coklat, boneka , atau apalah gue gak pernah! Mau ngeluh atau nangis pun percuma, marah juga percuma. Masa bodoh amatanlah tapi gue masih bisa nafas, masih bisa deket sama orang lain. Walaupun terpaksa LDR, tapi gak bertahan lama. Karena sama-sama miss komunikasi. Putus? Ah..sia-sia..hubungan ngambang seperti berada di laut lepas. Gak ada yang pegangin, pelukin, kuatin. Huwft...

(Buka situs perjodohan)
Ada message masuk dari cowok baru sebut saja namanya mister dono kasino indro [biar fair namanya dibanyakin]  tapi isinya bukan hai, hallo tapi langsung nyaut kayak temen lama yang baru kenal.bener kata temen gue bilang ambil manisnya buang pahitnya. Ahhh sialan nih temen gue satu ini.

Lama-lama saking penasarannya jadi pengen ngobrol banyak hal sama itu cowok, tapi kok jutek sih. Justru jutek itu yang bikin gue jadi suka ahahaha. Kata salah satu buku panduan "cewek itu mau dijutekkin, atau bahkan kebalikkannya akan jadi sindrom suka, jika dijalani dengan sabar maka jadilah pacar yang setia" [ abaikan buku abal-abal itu gak taulah judulnya lupa hahaha...]

Hari semakin berwarna dengan kehadirannya, baru kenal juga kok asyik ya orangnya tapi bingung, apa ganteng itu termasuk playboy ya, cakep itu relatif termasuk suka deketin cewek terus ganti lagi besoknya. Gimana mau jadi setia muka ganteng gitu ya. Jadi agak ragu hahaha. Begitulah awalnya.

~~~~

(Kaget melihat tanggal ulang tahun yang sudah lewat di profilenya) Hah!!! Apa??? Ulang tahun? Wuih gue aja baru kenal juga masa ngucapin ulang tahun pas kenalan. Lucu ini mah..ngucapin aja telat 3 hari. Tapi ga papalah yang penting ucapannya lagian mah cowok gak bakalan minta apa-apa sama cewek kok, doa aja juga cukup. Apalagi baru kenal ketemu juga belum. Emang mau diculik gitu? Ihh....[kata-kata khayalan gue dalam hati khayalan yang terlalu ketinggian banget gak jelaslah].

Dia membuatku semakin penasaran, sudah membuatku jatuh cinta seribu bahasa hati ini. Sudah sebulan gue mengenalnya bahkan bertemu saja belum. Rasanya kok hambar sekali. Tidak ada kabar satupun darinya. Ah...ingin sekali cepat-cepat bertemu dengannya. Sudah melewati kedua bulan ketiga bulan. Akhirnya ketemu juga dan rencananya sih mau nonton bioskop tapi gagal ya sudahlah. Lagian emang pengen nonton sih tapi nanti juga ada siaran ulangnya buat nonton bioskop di hari lain.

Makan malam pertama ketemu terasa hambar karena ada kucing kampung ngeong minta jatah 2 porsi ayam kfc yang kumakan, sungguh mengganggu suasana makan yang lagi kelaperan bahkan suasana malam itu lagi syahdu-syahdunya, dingiiinnnn.

Setelah selesai makan mau foto-foto ria sejenak eh malah dengan sengaja fotonya dihapus "gak usah difoto, gak maulah jelek tau" begitu katanya.

Yah gagal deh candle lightnya apalagi lilinnya meong yang selalu ribut ngeong. Jadi pusing dan pengen cepet pulang. Karena gak kuat angin malam, apalagi sudah pusing sama ulah kucing yang sengaja gangguin biar dapet jatah tambahan sisa ayam. ya sudahlah, sabar-sabar saja.

#Curhatanku

(Kaget melihat tanggal ulang tahun yang sudah lewat di profilenya) Hah!!! Apa??? Ulang tahun? Wuih gue aja baru kenal juga masa ngucapin ulang tahun pas kenalan. Lucu ini mah..ngucapin aja telat 3 hari. Tapi ga papalah yang penting ucapannya jam lagian mah cowok gak bakalan minta apa-apa sama cewek kok doa aja juga cukup. Apalagi baru kenal ketemu juga belum. Emang mau diculik gitu? Ihh....[kata-kata khayalan gue dalam hati khayalan yang terlalu ketinggian banget gak jelaslah].

Dia membuatku semakin penasaran, sudah membuatku jatuh cinta seribu bahasa hati ini. Sudah sebulan gue mengenalnya bahkan bertemu saja belum. Rasanya kok hambar sekali. Tidak ada kabar satupun darinya. Ah...ingin sekali cepat-cepat bertemu dengannya. Sudah melewati kedua bulan ketiga bulan. Akhirnya ketemu juga dan rencananya sih mau nonton bioskop tapi gagal ya sudahlah. Lagian emang pengen nonton sih tapi nanti juga ada siaran ulangnya buat nonton bioskop di hari lain.

Makan malam pertama ketemu terasa hambar karena ada kucing kampung ngeong minta jatah 2 porsi ayam kfc yang kumakan, sungguh mengganggu suasana makan yang lagi kelaperan.

Setelah selesai makan mau foto-foto ria sejenak eh malah dengan sengaja fotonya dihapus "gak usah difoto, gak maulah jelek tau" .

Yah gagal deh candle lightnya apalagi lilinnya meong yang selalu ribut ngeong. Jadi pusing dan pengen cepet pulang. Karena gak kuat angin malam, apalagi udah pusing sama kucing yang sengaja gangguin biar dapet jatah tambahan sisa ayam.

Dia tetep gak mau pulang nungguin sampe selesai ngomong..bingung kan mo ngomong apalagi coba hahaha...beneran bingung dan gak tau ngomong apa yang udah disimpen duluan diotak.

Sebelum pulang mau ngomong serius, beneran serius..
Me : "serius ga nih jadiannya yang kamu kirim ke aku beberapa bulan yang lalu? kalo bercanda yaudah..
You : "seriuslah masa bercanda?
Me : " yakin?"
You : "iya yakin"
Me : "awas yaa.."
You : "awas apaan?"
Me : "awas aja pokonya, ayo buruan pulang ikan bobo"
You : "yailah belum selesai juga udah berhenti aja..gamaulah.."
Me : "udah lanjut aja d line"
You : "yaudahlah udah malem kan ya? Baru sore kok minta pulang"
Me : (dalem hati, apaan udah sore? Pagi iya kalee..).
Diperjalanan diantar sampai rumah, gue sewot setengah bloon, nih orang jutek amat apa gimana ya, tapi itu sih yang bikin gue suka sama dia.

Gue jadi inget pesen meme temen gue itu di dumay. Walaupun gue gak sempet simpen fotonya, tapi beneran terjadi sama hubungan gue setahun belakangan ini.
"Jangan ngaku jomblo pacaran aja g"
"pacaran itu ibarat layangan, putus aja bisa nyambung lagi, itu telepon kaleeee"

Cuma dia doang yang bilang "apa agamamu, islam kan? Gpp lah kita beda agama loh". Aiihhh...jleb...serasa disambar petir disiang bolong, yang imamin aku siapa dong????"(kataku dalam hati sedalam dalamnya hati sakitnya tuh di hati).

Mudah-mudahan sih gue bisa dapet imam yang bisa sholat bareng, ngaji bareng itu yang bikin suasana jadi makin romantis, syahdu-syahdu gimana gitu, iyalah siapa juga sih gak pengen kayak begini semua juga pengen manusia yang inget sama Tuhannya, juga pengen bisa deket sama TuhanNya biar dipermudahkan jodohnya biar harmonis hubungannya.

Langgeng urusan hubungannya sama pasangannyalah, jodohnya sudah ada dan biar Tuhan yang kasih jawaban buat pikiran, hati perasaan masing-masinglah. [Moga aja beneran jodoh ya Allah gak minta yang muluk-muluk hanya minta yang pasti].

Tapi hubungan ini kok terasa lain, gak ada euforia atau apalah yang bikin hubungan ini bisa bertahan lama. Mau seberapa lama jalan mau seberapa lama dekat tapi seberapa lama gue itu bisa bertahan. Yaph bertahan di dalam ketidakpastian. Tapi gue percaya dia sengaja menyembunyikan atau menjaga perasaan salah satunya. Pernah pegen mencoba menjauh, benci, tapi rindu yang semakin buat gue jadi sayang. Sayang buat ninggalin dia. (Lebay? Ah gak juga sengaja berprosa).

Gue pernah ngalamin gimana ngadepin cowok yang notabene playboy kata temen-temennya sekomplek secara gue dulu yang pernah mutusin dia eh balik buat jadi temen baik. Gak usahlah musuhan. Percuma musuhan seumur hidup gak akan bikin gue panjang umur. Dan dia itu cowok pertama gue di musim masih SMP. Bahkan cinta monyet gue aja masih temenan karaokean, ngobrol gak jelas, namanya juga mantan pasti ada reuninya hihihi...

Gue cuma belum pernah ngerasain jalan berdua, jalan ketempat yang romantis bahkan ke tempat hiburan lain yang belum pernah dikunjungi. Cuma ya gak bisa bagi waktu buat jalan. Ngeremnya dirumah ngobrolnya pehapein banget, gak ada mesra-mesranyalah kalo ditempat rame malah bisa dibilang jutek atau mungkin ah..sudahlah...mungkin dia sengaja tak mau beromantis.

Dan diakhir cerita ini gue gak berharap lebih siapapun nantinya pasangan gue, jodoh gue, kalaupun dia ya alhamdulillah, kalaupun bukan ya maka dekatkanlah lagi supaya bisa saling ngerti lagi satu sama lain, bisa jaga egonya masing-masing, bisa saling kenal lagi satu sama lain. Pokoknya memulai semuanya dari nol, bukan dari awal atau sampai akhir.

Setidaknya gue mencoba jujur. Dan akan memilih siapa dia nantinya, gue atau orang lain. Gue hanya bisa disini setia menunggunya sampai bilang "hey...you marry me?"...aih....

(Aahhh....tulisan gue itu ternyata semua adalah mimpi sang bunga tidur, mimpi nyata yang gak harus menjadi kisah legenda buat diceritakan ke anak cucu gue....)

-sekian-

Jakarta, 26 Juli 2015