Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Showing posts with label disabilitas. Show all posts
Showing posts with label disabilitas. Show all posts

Tuesday, 5 January 2016

Partisipasi Pemuda Disabilitas Dalam Kebijakan dan Peran Pemerintah Dalam Pelaksanaan UNCRPD di Indonesia

Diterbitkan tanggal 9 Mei 2013
Young Voices in Indonesia have made this video for the international 'Say Yes to Inclusion' campaign.
Launching Young Voice Indonesia Projcect 22 Juni 2012
Refleksi ke tahun 2012

Tulisan ini sudah sangat lama sekali dan tidak bisa dipublikasikan untuk umum, dan saatnya untuk perubahan Indonesia yang lebih baik dan sebagai buah penghargaan saya kepada Leonard Chesire Disability dimana saya juga bergabung sebagai Anggota aktif periode 2012 di Young Voices Indonesia. Disini saya menulis dengan buah pikiran saya sendiri bukan karya orang lain maupun jiplakan. Tulisan ini dibuat pada bulam Desember 2012 dan penghargaan kepada pemenang anggota Young Voices Indonesia dilaksanakan pada bulan Januari 2013 di Jakarta Selatan lupa tempat lokasinya, dimana anggotanya antara lain berasal dari Jakarta dan Aceh. Selain hobby dalam menulis saya menganggap ini tidak hanya sekedar hobby yang bisa menghasilkan penghargaan diri tetapi juga sebuah karya nyata melalui tulisan.

Saya sangat berterima kasih selama bergabung di Young Voices Indonesia selain mendapatkan teman, relasi, ilmu, dan kesempatan yang datang untuk saya mewakili Indonesia, dalam kesempatan ini saya ingin mengenalkan kepada pembaca bahwa apapun pandangan kalian terhadap penyandang disabilitas jangan menganggap remeh sebuah kekurangan mereka jadikan itu sebuah semangat ataupun motivasi bagi kalian. Karena penyandang disabilitas memiliki anugerah dan kelebihan yang diberikan Tuhan, tidak hanya berguna bagi orang lain disekitarnya tetapi juga dapat menghidupi dirinya sendiri. Young Voice Indonesia adalah sebuah perkumpulan Angkatan Muda Penyandang Disabilitas diantaranya adalah tunarungu/ wicara, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa berusia 17-25 tahun. Selain itu juga Young Voice Indonesia sudah beberapa kali memenangkan penghargaan di Luar Negeri. Tidak hanya melakukan perubahan di Indonesia saja, tetapi juga sebagai penggiat para Remaja Disabilitas dalam sebuah forum ataupun seminar-seminar yang diselenggarakan oleh para pemangku kepentingan. Saat itu anggota Young Voices berjumlah 25 orang anggota perwilayah kota Jakarta. Saya bergabung di Young Voices Indonesia wilayah Jakarta Timur pertama meeting di Panti Tunadaksa Pondok Bambu, sisanya di wilayah Jakarta Selatan di Wisma Chesire. Jadi masing-masing wilayah anggota punya rutinitas bulanan untuk berkumpul sesuai dengan isu/ tema yang sedang hangat.

Saat ini anggota Young Voices Indonesia semakin bertambah dan perwilayah digabung Timur dan Selatan. Dan selanjutnya luar daerah seperti Aceh memiliki perwakilan juga bergabung bersama dengan wilayah Jakarta. Bayangkan suasananya saat berkumpul dan bertemu dengan teman-teman yang berbeda. Apalagi disini juga ada Anggota dari Aceh namanya Delisa yang terkenal dengan filmnya Hafalan Surat Delisa. Bayangkan dia yang sempurna harus kehilangan kakinya, namun semangatnya tidak pernah surut. Ini tidak hanya menjadi motivasi bagi saya tetapi juga untuk membangkitkan diri bahwa tiada yang sempurna di dunia ini, rumah hanyalah titipan. 

Disini dengan bergabung di Young Voices Indonesia tidak hanya melahirkan orang-orang sukses dengan bakat luar biasa untuk tampil di Internasional tetapi juga mendapatkan kesempatan yang sama dengan Non-Disabilitas lainnya untuk meraih sukses memajukan pemuda Disabilitas yang berpotensial. Saya berkesempatan bertemu orang-orang sukses dan hebat yang hanya bisa dilihat atau didengar saja melalui internet atau televisi, dengan bertemu mereka saya yakin kita semua dapat menjadi orang hebat yang berkarakter, menyimpan impian-impian super yang patut ditiru, bukan dibajak idenya. 

Anggota Young Voice Indonesia Wilayah Jakarta Timur

Mohon dibaca baik-baik kerja keras saya untuk menulis judul "Partisipasi Pemuda Disabilitas Dalam Kebijakan dan Peran Pemerintah Dalam Pelaksanaan UNCRPD di Indonesia" yang begitu panjang sekali teksnya. Hargai sebuah tulisan ini sebagai bahan media belajar, maupun renungan bagi kita semua.

Arus globalisasi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat modern dewasa ini memiliki dampak yang luas bagi perilaku manusia. Pesatnya arus globalisasi yang melanda hampir semua segi kehidupan, menyebabkan kompetisi makin ketat dan tajam. Manusia sebagai makhluk berpotensi yang selalu bertumbuh menuju aktualisasi dirinya sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, memenuhi kehidupannya sendiri harus mampu mengenali kebaikan dan keburukan tersebut dengan baik. Namun tidak semua manusia berkehendak dan mau bekerja keras untuk mendayagunakan potensinya. Untuk itulah akhlak budi pekerti diperlukan bagi sisi positif dan negatif manusia sebagai individu yang memiliki potensi diri yang berbeda dengan yang lainnya. Ada pepatah yang mengatakan “di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat” (mensana in corpora sano).

Manusia yang hidup di era globalisasi sekarang ini tidak boleh pesimis, maka sebagai bagian dari dunia seseorang harus selalu optimis dan memiliki kegairahan semangat supaya tidak putus asa dan lemah sebelum bertanding maupun berjuang atau berkompetisi dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan harus mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Begitipun juga dengan penyandang disabilitas yang termajinalkan dan terdiskriminasi kemudian berjuang untuk mendapat kesetaraan hak dan kewajiban yang sama di masyarakat dan lingkungannya.

KESETARAAN KESEMPATAN

Ditengah persaingan seperti sekarang ini penyandang disabilitas menunjukkan kekurangan dan kelebihan dirinya agar mampu mencapai prestasi, dan berani memulai tidak menunda apa yang lebih penting bagi dirinya dan masyarakat. Didukung dengan bakat dan dorongan dari keluarga dan lingkungan terdekatnya sehingga mampu memotivasi dirinya sendiri agar berguna untuk orang lain dengan memupuk potensinya agar dapat berprestasi. Keterbatasan fisik tidak menjadikan penghalang bagi penyandang disabilitas untuk terus berjuang dalam pemenuhan hak-haknya untuk tumbuh berkembang dan berkreasi dengan orang lain.

Menurut Winkel, Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap-sikap. Hal ini lah yang mampu membuatnya menjadi pemimpin yang hebat selain bisa mempersiapkan dirinya melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan potensi diri. Potensi diri yang positif adalah jika kita tidak mudah emosional yaitu kita memiliki kecerdasan emosi (emotional qoutient) yang baik. Setiap orang bebas melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai pilihannya dengan tidak melanggar kebebasan orang lain. Hak dan kewajiban untuk menentukan pilihan dalam hidup harus dapat dipertanggungjawabkan, jangan sampai merugikan orang lain itu dengan menunjukkan keadilan, persamaan dan perilaku diskriminatif.

Di dalam UU Pengesahan No.19 tahun 2011, dijelaskan bahwa yang termasuk dalam penyandang disabilitas adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik, mental intelektual atau sensorik dalam jangka waktu dimana ketika berhadapan dengan berbagai hambatan, hal ini dapat menghalangi partisipasi penuh dan efektif mereka dalam masyarakat berdasarkan kesetaraan dengan yang lainnya. Aksebilitas hukum dan keadilan terhadap penyandang disabilitas masih sangat jauh dari memadai, belum terpenuhinya jaminan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Peran masyarakat juga tidak kalah pentingnya, keterampilan sosial dan kemampuan diri penyandang disabilitas yang memiliki potensi dalam proses perwujudan ini dalam mempelajari disiplin ilmu. Aksesibilitas sarana dan prasarana penunjang bagi penyandang disabilitas agar masyarakat dapat memahami mereka yang berkebutuhan khusus. Masyarakat masih kurang peduli terhadap mereka. Penyandang disabilitas dituntut untuk melakukan segala sesuatunya secara professional, efektif, dan efisien untuk mendapatkan peluang atau kesempatan yang diperolehnya melalui pendidikan dan pelatihan yang didpatkannya.

Implementasi kesamaan kesempatan bagi penyandang disabilitas seringkali tidak dapat menikmati kesempatan yang sama dengan orang lain karena kecacatannya mengakibatkan keterbatasan dan riskan dalam kebutuhan hidup layak disebabkan kurangnya aksesibilitas terhadap pelayanan sosial. Pembinaaan dan peran masyarakat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan potensi penyandang disabilitas dalam memberikan dukungan dan sikap peduli agar memiliki rasa empati terhadap penyandang disabilitas dalam melakukan perubahan dan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan membantu menghapuskan atau mengurangi pengangguran dikalangan penyandang disabilitas.

Melalui potensi yang dimiliki, mereka membantu dan menggandeng masyarakat untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu untuk tergerak dan merasakan hak-hak mereka yang belum terpenuhi agar dapat terlaksana persamaan kesempatan dan partisipasinya dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan sosial yang sama dengan orang lain.

Meskipun penyandang disabilitas masih dihantui diskriminatif oleh lingkungannya dan aneka permasalahan hidup yang dihadapinya. Sebagai warga Negara yang multikultural dengan keanekaragaman dan perbedaan dalam kesederajatan, baik secara invividual maupun secara kebudayaan terhadap lingkungan hidupnya sesuai dengan keadaannya. Melakukan implementasi kebijakan perubahan bagi kualitas hidup penyandang disabilitas melalui perbaikan dan kepatuhan terhadap implementasi UU No.4 tahun 1997 tentang penyandang cacat.

Upaya pemerintah dalam memberikan informasi yang mudah dijangkau bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas hidup ini dirasakan sangat tidak merata dan belum maksimal. Keterbatasan pemerintah dalam menangani penyandang disabilitas belum setara. Pemerintah bertanggung jawab bagi kebutuhan penyandang disabilitas akan aksesibilitas sarana dan prasarana, pendidikan, pekerjaan dan penunjang lainnya yang masih sangat sedikit jauh dari harapan semua aspek kehidpan dan penghidupan, serta hak dasar penyandang disabilitas. Untuk mendapatkan perlindungan hukum jaminan dan melindungi dirinya agar dapat hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain dan dapat berfungsi sosial. 

Sehingga Negara Indonesia menjadi Negara yang baik dan bagian penyandang disabilitas dalam mengakses sarana dan prasarana sesuai dengan kapasitas penyandang disabilitas itu sendiri. Memberikan jaminan untuk hak-hak penyandang disabilitas yaitu dengan melanjutkan implementasi program untuk Hak-hak penyandang disabilitas, mempelajari kemungkinan mengembangkan cara mengapuskan segala bentuk diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, dan meningkatkan akses disegala bidang bagi penyandang disabilitas, khususnya partisipasi mereka dalam berpolitik.

Dengan potensi diri yang dimilikinya tanpa dukungan keluarga terdekat, penyandang disabilitas tidak akan mampu menjadi pribadi yang mandiri, dengan dorongan yang kuat dari keluarga yang menjadi sumber terbesar mampu mencapai prestasi yang tinggi, sehingga masyarakat akan peduli dan menghargai mereka. Keseragaman penyandang disabilitas dalam integritas sosial jauh dari diskriminasi dengan menduduki sosial yang sama di masyarakat tanpa membedakan fisik dan kecacatannya. Kesetaraan yang adil dan bebas tidak memihak sehingga menjadikan proses interaksi sosial berjalan lancar, yakni keserasian dalam pergaulan masyarakat dan menata masyarakat sebagai sarana perubahan kea arah yang lebih baik. Namun pada kenyataannya itulah meskipun UU dan UNCRPD ini sudah menyatakan tentang persamaan kesempatan bagi penyandang disabilitas masih banyak peraturan perundang-undangan yang bersifat diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.


Salam Akselerasi!!!!

Friday, 9 October 2015

Arti Bersyukur Mata & Telinga #Saveourdisability

Hai gadis kecil yang tak berdosa,
sucinya tubuhmu bagai bau surga yang mewangi dalam rindu Illahi. . .
Bagai taman surga yang menghantarkanmu mengenali dunia
Sang penghibur ada disana
bersama malaikat dan
bidadari-bidadari yang menyambutmu bersama tangan-tangan mungilmu.

Tuhan selalu memberikan kejutan untukmu dan keluargamu. Cantiknya dirimu tak mampu mengungkapkan semua ekspresi orang-orang yang melihatmu. Meskipun matamu adalah buta, dan tak bisa melihat dunia, tapi aku kagum denganmu wahai gadis kecil berhati suci. Tak mampu melihat dunia dengan mata, senyummu membuatku selalu ingat artinya bersyukur, aku dan kamu nak sangat berbeda. Pemberian Allah selalu luar biasa.

Hati kecilku berkata ingin sekali ku memelukmu dengan erat, namun hatiku tak kuasa menahan air mataku melihatmu begitu terus tersenyum padaku. Dik, jika sudah besar nanti inginku terus sekali melihat pancaran wajahmu yang penuh dengan senyuman bukan wajah murung yang membuatku tak bisa berbahagia jika berada di dekatmu.

Dik, teruslah tersenyum buat mereka menyukaimu dengan semangatmu, disuatu hari nanti kamu akan menjadi orang hebat selanjutnya. Aku percaya setelah aku, dan kamulah dik yang akan memperjuangan semua hak-hakmu suaramu, dan hal-hal luar biasanya hidup yang tak pernah lekang oleh waktu.

Cahaya penerang jiwa setiap orang, adalah ibumu dik yang sungguh berjiwa ksatria tanpa mengharap balas jasamu, sabar dalam membimbingmu, begitu juga aku teringat saat kecilku dulu. Hari ini diusiaku ditahun 2014 ini, aku belum mampu membahagiakan kedua orangtuaku, belum bisa membanggakan mereka, aku masih penuh dosa dik, penuh dengan sejuta bahkan bermilyaran tanda tanya bagaimana aku bisa memberikan orangtuaku artinya bahagia dan bangga. Melihatmu, aku jadi semakin lebih semangat mengejar semua impianku.

Dik, aku sungguh sangat menyayangimu betapa hidup ini penuh liku, betapa orang pernah tidak menyukaimu, tapi percayalah perjuangan kita tidak akan pernah berakhir hanya sampai disini saja. Masih banyak mata dan telinga yang membutuhkan uluran tangan untuk belajar dan mengejar cita-cita. Masih banyak mata dan telinga yang yang harus kita perjuangkan untuk bertahan dan meraih semua hak-hak kita.

Dik, meski wajah polosmu membuatku tertawa tetapi aku percaya di masa depan kamulah yang akan jadi penerus orang-orang hebat dan luar biasa yang terdahulu. Memperjuangkan semua isu-isu disini tempat kelahiranmu, tempatmu mencari kepingan-kepingan mimpi dan meraihnya sampai mendapatkannya. Dik, meski kamu tak mengerti apa yang kubicarakan, yakinlah suatu saat jika engkau besar nanti kamupun akan mengerti. Problematika yang akan kamu hadapi dimasa depan. Aku bukannya lelah mengejar semua hal problematika itu, aku terlalu tua untuk menyelesaikan semua permasalahan itu. Semua orang percaya kamulah yang akan menjadi penerusnya. Tetaplah tersenyum di depanku agar aku menjadi orang yang tak lupa bersyukur.

Teruntuk :
Semua adik-adik yang kutemui
Tunanetra, tunarungu, tunadaksa, cerebal palsy, dan autis

Terima kasih Ibu kalian memang Ibu luar biasa, suatu hari aku ingin seperti engkau tak berlelah letih mengucap penuh syukur memiliki anak luar biasa dan hebat.

Love
-Chairunisa Eka-
9 November 2014 pukul 9:36

Wednesday, 3 December 2014

Malam Tirakatan 3 Desember 2014

Ditepi tembok aku bersembunyi,
Ketika syair indah dalam tulisan yang tak abadi namun terkenang sepanjang hidup, meski hanyalah sebuah tulisan tanpa makna namun nyata dan terasa di sayat kalbu malam yang tak berujung menunggu pagi.....

Sepenggal potongan puisi yang nyaris terlupa....dan diganti dengan tulisan yang tak ingin dibaca oleh siapapun!!!! Dari sanapun kita belajar


Pada dasarnya kita semua adalah manusia dilahirkan di dunia yang sama yaitu bumi. Kelak kitalah yang menjadi pemuda pemudi masa depan yang akan memperjuangkan hak-hak asasi. Negara maritim yang beribu-ribu pulau belum mampu menjadikan kita manusia yang seutuhnya mampu membangun negeri ini dengan penuh keyakinan diri. Kita masih perlu banyak berbenah untuk menjadikan negara kita berubah agar menjadi negeri yang inklusif.

Sayangnya, banyak orang yang beranggapan dan belum menyadari hal ini betapa pentingnya kita bersosialisasi, bukankah kita harus hidup bergandengan dan bersosialisasi? Hidup bukanlah untuk berkorban untuk mencari kebenaran yang ada tetapi hiduplah yang harus dicari letak keadilannya. Jangan sampai orang lain semena-mena atas perjuangan kita. Tidak boleh menyerah hanya sebatas rasa belas kasihan. Tangan yang meminta bukanlah sebuah petunjuk yang benar, tangan yang berharap penuh cinta untuk diajak bergandengan tangan dialah memberikan segala hal tidak kita tahu sebelumnya.

Dunia ini, berapa banyak lagi yang harus menderita karena kesusahan? Bukan, bukan itu yang ingin saya lakukan, tapi saya ingin dunia ini berubah, mengubah setiap orang di dunia atau bahkan di negara sendiri untuk segera berbenah. Menjadikan negara yang ramah bahkan inklusif. Saya yakin semua orang tahu biar semuanya yakin bahwa penyandang disabilitas itu ada diantara kita, kehidupan kita.

Mari berfikir jernih, masih maukah anda menjadi manusia yang sok mana tahu segala hal? Belajarlah dari mereka bagaimana mereka bisa bertahan hidup terhadap goncangan caci makian, kebohongan publik, dan bahkan diskriminasi yang mereka temukan. Mau seperti apa negara kita, malukah kita pada negara lain atau dunia. Yang telah berhasil mengubah hidup dari pandangan orang.

Masyarakatku masih awam atau masih tak mau menerima keadaan ini? Saya malu saya berharap untuk negara ini agar tak ada lagi campur tangan kebiadaban dari peradaban yang semestinya dihapus yaitu sebuah diskriminasi. Yang telah mencapai titik nadir yaitu bagaimana kami harus memulai kembali untuk meyakinkan diri.

Kami tidak dapat melakukan itu semua, hanya bersama kalianlah ku ingin mengajak satu persatu setiap orang agar tersadar memiliki hati nurani penyayang dan rela berkorban bukan hanya untuk kami tetapi untuk negeri dari ketidak adilan dan ketidak jujuran ini. Demi bangsa kita penerus masa depan ya...dialah anak negeri penemu hebat yang bisa bermanfaat bagi negeri. Jangan sampai terlepas dari negara lain atau dunia.

Semua adalah milik kita bersama, kitalah yang memanfaatkannya, jangan sampai merusak apa yang tidak pantas untuk kita pakai demi kenyamanan dan hak hidup bagi penyandang disabilitas. Meski masih kekurangan ruang publik untuk berdialog bersama, fasilitas yang memadai jauh dari impian. Meskinya negeri ini berbenah dari sekarang mewujudkannya bersama jangan menunggu apa yang kita minta tetapi lama diwujudkannya. Masih berharapkah pada pemerintah kita untuk menjadikan kita sebagai bahan cobaan? Jangan! Tapi segeralah bagkit dengan cara kita agar pemerintah percaya kita bisa produktif, jangan asal mencopas apa yang kita dapatkam, namun pergunakan keinginan kita sebaik mungkin! Percayalah negara kita pasti bisa lebih baik dari tangan-tangan hebat selain dari anak cucu kita.

Di dunia ini banyak orang terkenal dan hebat yang berhasil mendunia, apakah kita pantas malu? Tidak...harusnya kita bangga, penyandang disabilitas lah penemu hebat yang bisa mengukir dunia dalam sejarah. Kenapa kita tidak? Bersegerah bangkit dari rasa malu karena kita sama dilahirkan di bumi yang sama walaupun kita tidak sempurna, tetapi kita masih bisa melihat, mendengar, berlari, berjalan, dan hal-hal lainnya yang masih bisa kita miliki dalam bertahan hidup di era ini. Saya yakin bumi kita nan pertiwi segera bangkit dan menjadi negara yang inklusif.

Percayalah...hanya kalianlah yang bisa mengubah dunia atau mengubah negeri ini

Jakarta, 3 Desember 2014

Salam Disabilitas!!!

Sunday, 29 December 2013

Tangisan Mendengar

Diaryku sayang, aku ingin curhat entahlah aku bingung harus berbuat apa? Dan aku juga tak tahu harus bagaimana agar aku bisa bertemu dengan Ayah??
Diaryku ingin kutuangkan sedikit puisi untuknya agar dia tahu apa yang aku rindukan…
Ayah, Mengapa kau tinggalkan aku sendiri?
Kemana engkau pergi?
Ingin aku berlari mengejarmu,
Tapi entahlah aku tak tahu harus kemana aku berlari…
(sembari terisak-isak menulis diatas coretan kertas diary kesayangannya).
Diaryku aku tidur dulu yah sudah malam, besok lanjut lagi yah, aku hapus air mataku agar bisa bertemu dengan Ayahku ke alam mimpi, bye diaryku emuuaacccchhh…
Love,
Adinda

Pagi hari
“dinda, ayo cepat sudah siang” Ujar Mama sambil teriak-teriak di depan pintu kamar dinda yang tidak dikunci.
“apa? Aku tidak dengar mama kurang keras”
“aduh dinda, mama sudah teriak-teriak di depan kamar kamu, kamu ini sudah pakai Alat bantu dengar kamu belum sih?” sambil berjalan menuju meja rias dinda yang sedang berdandan.
“Sudah ma, tapi sepertinya alat Dinda perlu diganti dengan yang baru deh ini kan sudah lama ga diganti semenjak Ayah ninggalin kita berdua ma”
“Dinda sayang, nanti kalau usaha mama sukses, mama bantu cari caranya ya supaya kamu bisa mendengar, sabar ya sayang” Ujar mama sambil tersenyum di depan Anaknya walaupun hatinya perih melihat kesedihan Anaknya.
“iya mama, Dinda akan berusaha keras agar bisa mencari uang sendiri walaupun dinda ga tau sampai kapan harus begini terus”. Kata Dinda
(Dalam hati sang mama) “Malaikat kecilku kamu sudah semakin besar, kamu pasti bisa mengerti apa yang terjadi pada mama dan papamu, tegarlah malaikat kecilku suatu saat nanti engkau pasti bisa bertemu dengan papamu dan kamu pasti bisa mendengar”.
“Ma dinda berangkat dulu yah doain Dinda bisa diterima kerja diperusahaan Restoran Santapan Nusantara”.
“Amin, sayang mudah-mudahan kamu lolos, ayo kita keluar kamar supaya tidak terlambat sampai disana yah”.
“dah mama dinda berangkat” Sambil menyalakan motornya.
“Dinda, tunggu ada yang tertinggal” sambil teriak-teriak di depan rumah.
Aora yang masih kecil dan sudah masuk TK ini berpapasan dengan kak Dinda bersama Ibunya.
“Hei kak Dinda, pagiiiiiiiiiiii”.
“Pagi adek Aora”
“Kakak mau kemana? Tante itu panggil kakak tuh”. Sambil menunjuk-nunjuk kearah yang dimaksud dengan bahasa isyarat.
“Astagaaaaaaaaaaaaaaaa….surat lamaran sampai ketinggalan” Sambil menggetok-getok helmnya sendiri.
“Terima kasaih ya dek”. (dengan bahasa isyarat)
“sama-sama kak”. (dengan bahasa isyarat)
“aduh kak Dinda cantik ya ma, aku sudah besar mau seperti kak Dinda jadi Koki pasti masakannya enak”. Mamanya cuma bisa tersenyum melihat anaknya yang pandai ini.
Bruummmmmm Dinda kemudian mebalikkan motornya mejuju rumahnya, suara knalpot Dinda membuat Aora kaget.
“maaf ma Dinda lupa, terima kasih ma sudah bersabar”
“iya sudah tidak apa-apa, lain kali taruh di dalam tas yang besar ya, hati-hati di jalan”.
“iya mama”.

Diperjalanan menuju Restoran Santapan Nusantara waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi. Tiba-tiba Adinda dicegat polisi patroli yang sedang melakukan razia terhadap pengendara sepeda motor.
“Aduh, gimana nih, aduh bingung, kok pagi-pagi gini ada razia bisa telat nih interviewnya”. Gumamnya dalam hati.
“Stop mbak stop kiri-kiri”.
“ Maaf mbak bisa tunjukkan Stnk dan SIM nya?”
“Sebentar”
(sambil membuka helmnya).
“Maaf pak anda butuh apa?”. Sambil pura-pura tidak terjadi apa-apa.
(polisi ini pun dua kali bicara dan lebih kasar terhadap Dinda).
“ Maaf mbak bisa tunjukkan Stnk dan SIM nya?”
“Pak saya mohon bicara pelan-pelan saya ini seorang tuna rungu”
“Apa? Bohong Anda”.
(dinda bengong dan ketakutan, akhirnya ada polisi lain yang menolong).
“Pak, jangan kasar sama perempuan, tidak tahu ya anda itu punya istri juga?”
“Ehm, maaf pak, saya jadi bingung dia ini saya suruh mengeluarkan Stnk dan SIM nya masih ga paham”.
“Biar saya saja, kamu urus yang lain oke?”
“Baiklah”
“Mbak maafkan teman saya yang tadi kasar ke mbak”
“Apa mas?” (sambil mendekatkan tangannya ke telinga supaya lebih jelas menerka suara polisi itu).
(huft) “mbak maafkan teman saya yang tadi kasar ke mbak”
“Oh, iya iya”
“Kok iya aja mbak, mbak tidak bisa mendengar ya?”
“Apa mas? Suara disini berisik apa bisa mas tulis aja?” (sambil menggunakan bahasa isyarat alami yang polisi bisa paham).
“Ok baik, sebentar saya tulis dulu”
“Bisa tunjukkan Stnk dan SIM nya mbak?”
“Oh, iya bisa-bisa pak sebentar”
(setelah berbicara dengan polisi ini, Dinda pun bebas dari razia polisi dan diperbolehkan melanjtkan perjalanan).
“Pak kok bebasin dia? Dia kan ga punya SIM” kata polisi yang tadi mencegat Dinda.
“Ada pak, dia katanya besok mau ke kantor polisi untuk memperpanjang SIM nya tapi dia ada surat jalannya baru selesai besok suratnya tertulis nama Bapak Sumantri yang memproses SIM nya. Bukankah itu nama Bapakmu?
“Oh, saya jadi malu pak. Saya ingin minta maaf ke dia kalau saya kasar, mudah-mudahan dia mau memaafkan saya dan bisa bertemu langsung dengannya lagi”.
(Dan polisi yang membantu Dinda ini hanya bisa tersenyum kecut melihat tingkah temannya ini).

Setiba di lokasi Restoran Santapan Nusantara.
(Ditempat parkir) “Aduh mudah-mudahan ga telat, walaupun sempet dirazia untung bawa surat-surat lengkap, terima kasih mama Dinda ga akan lupa lagi”. Gumamnya dalam hati.
Menuju koridor masuk ke arah interview. Dinda bertemu dengan satpam dan bagian informasi.
“Maaf mbak saya tuna rungu mau interview , ruangnya disebelah mana?” ujar dinda
“Ada mbak naik lift di lantai tiga ya, posisinya ada di dekat lift banyak yang sedang interview juga” kata mbak resepsonis.
“Bisa diulang lagi dan bicara sedikit pelan?”.
“Iya saya mengerti maksud anda, silahkan naik lift ke lantai tiga ya, posisinya ada di dekat lift banyak yang sedang interview juga”.
“Terima kasih mbak”.
“Sama-sama mbak”.

Diruang tunggu
(Pengeras Suara) Panggilan kepada saudara Adinda Farah dipersilahkan untuk masuk.
“mbak Adinda Farah itu kamu kan? Masuk sana mbak dipanggil tuh”. Ujar mbak yang disamping kiri dan kanan Adinda ini.
“Oh, terima kasih mbak”
“Mbak ini kenapa ya? Cocoknya jadi tukang pijet deh kayak tuna netra”, “hihihi…”
Ujar mbak yang sedari tadi asyik ngobrol ngalor ngidul disebelah Dinda.
(Dinda cuma bisa bersabar melihat kelakuan perempuan yang mengejeknya ini).
Saat di interview
“Anda Adinda Farah bukan?” Kata Manager Restoran Santapan Nusantara.
“iya Pak”.
“Riwayat hidup kamu cukup menarik dibuat dalam format CD dan juga video, sangat kreatif. Berbeda dengan yang sebelumnya. Saya sudah baca semuanya. Dan bisa mengerti kondisi Anda, jadi saya tulis saja ya biar kamu paham”
“Iya Pak” (dinda bengong).
“Ini silahkan kamu baca dan jawab ya pertanyaan saya”.
1 jam di interview yang menegangkan ini bisa Dinda jawab satu persatu dan gaya bicaranya pun lancar tanpa hambatan.
“Terima kasih nanti saya sms kamu apakah kamu berhak bekerja disini”. (sambil berbicara pelan-pelan kearah dinda)
“Ok pak, baiklah sama-sama”.
“Alhamdulillah” (sambil berjalan menuju kearah lift untuk turun dengan santai dan penuh harap).

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang Dinda harus bisa cepat-cepat pulang kerumah untuk mengajar bahasa isyarat. Tiba-tiba dinda diserunduk mobil dari belakang.
Bruaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk….. dan Dinda pun terjatuh bersama sepeda motornya. Sedangkan mobil yang menabrak Dinda kabur.
“Eh lihat ada mobil kabur ayo cepat catat nomornya kita tolong perempuan itu”.
“Gimana kita mau catat pak pulpen sama kertas aja kita ga punya tapi saya sudah ingat nomot platnya” Ujar Bapak-bapak yang sedang memperbaiki saluran air di jalan.

Orang-orang dijalan pun mulai berkerumun dan ikut membantu menolong.
“Aduh sakit” kata dinda.
“Mbak tidak apa-apa?”
“Cepat ayo-ayo bawa ke pinggir biar tidak terjadi kemacetan”
“Aduh ABD saya, ABD saya manaaaaaa”
“ABD apa mbak”
“Alaaaatttt bantu…….. (sambil memperagakan tangannya ke telinga).
“Oh, alat pendengaran mbak? Nanti kita bantu cari ya, sabar mbak”
“Tenangkan diri dulu mbak”
“Iya mbak , mbak sekarang aman kita bantu cari dulu ya.
“Saya tidak bisa mendengar telinga saya berdarah” (sambil terisak-isak menahan rasa sakit di telinga, tangan dan kakinya).
“Harus cepat-cepat dibawa ke rumah sakit. Mbak motornya saya bawa ke kantor polisi terdekat ya.”
“Tidakkkkk saya mauuuuu ABD sayaaaaaaaaaaa”. (sambil teriak-teriak mengerang kesakitan dan tiba-tiba Dinda pingsan).
“Alhamdulillah polisi dan ambulans datang tepat pada waktunya”.  Teriak Bapak penolong.
“Ayo tolong perempuan ini, motor biar polisi yang urus”.

Tiba dirumah sakit dengan ambulans dan dikawal beberapa polisi yang tadi pagi melakukan razia. Dua polisi ini sibuk berdialog untuk mencari keluarga sang korban tabrak lari yang dapat dihubungi.
“ini bukankah mbak yang tadi pagi saya cegat?”
“iyalah mas emang siapa lagi mas?”
“harus cari orang yang bisa bantu menelepon keluarganya”
“Iya pak, coba cari di tasnya siapa tau ada telepon genggam”
“Ah, mana berani saya”
“Iya dicoba saja lagipula darurat”
“Ah ini dia”
“Tidak ada satupun yang bisa saya dapatkan di hpnya”
“Masa, sini coba saya lihat?”
“Yah, ternyata tidak ada, ah saya ingin surat”
“Surat?”
“Iya, surat SIM, disana ada nomor teleponnya”
“Coba cari, pasti saya ingat ada”
“Nah ini dia, ayo kita telepon”
Dialog polisi dengan ibunda Adinda melalui telepon genggam Adinda.
“Loh tumben Dinda telepon? Ada apa ya”. Ujar mama Adinda.
“Hallo, selamat siang bisa berbicara sebentar dengan nomor ibunda Adinda Farah?”
“iya saya sendiri, ada yang bisa dibantu pak?”
“Ada bu, Anak ibu sekarang ada dirumah sakit”
“Apa?”
“Jangan kaget bu, saya serius apa ibu bisa segera ke rumah sakit secepatnya? Anak Ibu sekarang berada di Rumah Sakit Harapan kasih Bunda, di ruang Unit Gawat Darurat”.
“Baik saya akan segera kesana. Terima kasih informasinya”.
“sama-sama bu hati-hati dijalan bu”.
“Ah, malaikat kecilku apa yang terjadi padamu membuat ibumu khawatir, jangan membuat ibu menangis sayang. Kamu harus kuat malaikat kecilku apa ibu yang harus kuat? Sudahlah ibu akan menengokmu sabar sayang” Gumamnya dalam hati sang mama.

Setiba di Rumah Sakit Harapan Kasih Bunda. Sang mama Adinda dan Om Tante serta keluarga besar pun mulai was-was dan sedih. Sambil berlari-lari menuju ruang kUnit Gawat Darurat.
“Ada apa dengan anak saya pak?”. Ujarnya dihadapan polisi.
“Anak Ibu kena tabrak lari mobil orang, yang menabrak bukan anak ibu tapi mobilnya. Tim kami sedang mencari nomor plat mobil yang dimaksud bapak-bapak yang memperbaiki saluran air di tempat kejadian, paling lambat 24 jam tim kami harus segera mendapatkan nama pemilik mobil, ibu silahkan bersabar”.
“Oh, syukurlah, saya serahkan semuanya ke Bapak terima kasih Bapak telah menolong anak saya.”
“Iya sama-sama bu, itulah tugas kami sebagai seorang polisi melayani masyarakat, ini tas dan surat-surat lainnya”.
“Terima kasih pak”

Dan dokter bersama suster keluar menuju ruang Unit Gawat Darurat
“Dok bagaimana perkembangan anak saya?”
“Saya harap ibu bisa lebih mengihklaskan, dan bersabar, anak ibu tidak apa-apa hanya terjadi pendarahan serius pada telinganya”. Ujar dokter yang menangani Adinda.
“Apa yang dokter bilang? Saya tidak mengerti” (sambil terisak-isak).
“Silahkan Ibu lihat sendiri, saya tidak berani menjelaskan secara langsung, saya tidak ingin membuat luka hati anda”
“Terima kasih dokter telah menangani keponakan saya”.
“mari masuk”
“Adindaaaaaaaaaaaaa…..Kamu kenapa sayang? Kenapa sampai seperti ini”. Mama Adinda menangis di depan Anaknya.
“Sudah sabar kak, Dinda baik-baik saja, jangan sedih” Ujar tante Adinda yang berusaha menenangkan.
Tiba-tiba Dinda terbangun, dan mendapatkan dirinya tidak berdaya dibangsal Rumah Sakit.
“Mama maafkan Dinda ABD Dinda terjatuh dan Dinda gak tau dimana”.
“Iya tidak apa-apa sayang nanti kita beli baru lagi ya, mama gak marah sama kamu”
“dinda tidak bisa dengar mama” (sambil menahan tangis yang tak bisa dibendung lagi).
“Iya, tenang saja nanti om sama tante yang bantu tambahain dana ya biar kamu bisa mendengar lagi” ujar om Andida sambil tersenyum dan menguatkan hati keponakannya itu.
“Sekarang kamu istirahat ya, besok om sama tante, juga mamamu yang akan bergantian menemani kamu sampai sembuh” Kata Tante Adinda.

Seminggu kemudian. Polisi sedang mengejar pelaku sampai ke Bandung bahwa pelaku yang telah dicari sudah ditemukan di Hotel bertaraf bintang lima, dan sedang melakukan pesta narkoba. Setelah diketahui ciri-ciri orang yang menabrak Adinda. Sang Mama lalu menuju kantor polisi yang telah ditunjuk oleh petugas kepolisian yang menjaga Adinda di Rumah Sakit Harapan Kasih Bunda sampai sembuh. Setibanya di kantor polisi Mama Adinda teringat wajah yang sangat mirip dengan mantan suaminya, tidak salah lagi kalau itu adalah mantan suaminya yang tidak lain Ayah kandung Adinda.
“Ah, kamu????” Ujar Mama Adinda.
“Siapa sih pak perempuan ini saya sama sekali tidak kenal, sumpah pak” Ujar Ayah Adinda.
“Dasar bodoh, kamu tidak ingat mantan istrimu apalagi Anak-anakmu, pantas saja kamu tidak berubah sampai sekarang”
“Maaf apa mbak kenal dengan laki-laki itu?” kata Petugas polisi yang menangani tersangka.
“Iya, saya kenal pak dia mantan suami saya”
“Kalau begitu apa yang menyebabkan laki-laki itu menabrak Anak ibu?”
“Saya tidak tahu pak, coba Tanya ke dia saja” (sambil menunjuk ke mantan suaminya).
“Saya tidak sengaja menabrak, jadi saya tidak tahu kalau sampai separah itu”
“Kenapa? Mabuk narkoba hah?” Ujar Mama Adinda.
“Sabar bu sabar tenangkan diri ibu, ini masih beberapa” kata petugas lain yang ikut mendampingi proses perkara.
“Tidak, saya bilang saya tidak mabuk”. Ujar Ayah.
“Bohong” Kata Mama.
“Masa??” Ujar Dinda dari kejauhan.
Tiba-tiba Adinda masuk tanpa permisi dengan kursi roda dan alat infus ditangannya bersama dokter dan suster yang mendampinginya.
“Mama, apa benar yang menabrak itu Ayahku? Ayah kenapa jahat pada Dinda, sampai Dinda seperti ini?” (Sang mama hanya bisa diam dan terisak-isak sambil menyeka-nyeka air matanya). Kalau memang benar Mama dia adalah Ayahku penjarakan saja hatinya tapi jangan sampai penjarakan kasih sayangku”.
“Nak, mmmm, benar nak Ayah sadar sekarang bahwa dia adalah Mamamu dan Saya adalah Ayahmu, Ayah minta maaf kepada semuanya khususnya mamamu dan kamu juga keluarga besar yang lain, Ayah telah lama meninggalkan kamu. Maafkan Ayah, Ayah salah”.
“Iya maafkan Ayahmu ya” Suasana yang tadinya hening pun kembali bergema.
“Mama, Ayah Alhamdulillah Dinda bisa dengar berkat bantuan dokter yang memberikan alat bantu dengar. Dunia Dinda tidak sunyi lagi, Dinda mafkan mama dan Ayah.
Dan Akhirnya keluarga kecil yang terpisah ini pun saling memafkan.

-Tamat-

Jakarta, 02 Oktober 2012

Dalam Keterbatasanku

Aku takut ketika orang mulai
menatapku dan berpikir seolah aku
hanyalah sampah yang tak berguna
Aku takut ketika orang mulai
menjadikanku bahan celaan
Aku takut ketika orang mulai
mengujiku dengan raut muka yang
membenciku
Namun sudah aku sadari ketika
semua orang mulai bertanya dan
mendekatiku
aku mencba untuk kuat dan tak
berhenti melangkah
mencari kebenaran yang belum
terungkap
mencari setiap kepingan kata yang
hampir tersingkirkan
Kusimpan rasa sakit ini menjadi
kekuatan doaku
kurapatkan setiap kepingan ribu kata
menjadi seuntai kalimat yang indah
meski belum begitu sempurna
menjadi sebuah cerita
dalam keterbatasanku teriring banyak
doa dari orang-orang terdekatku
aku semakin giat untuk bergerilya
mencari kebenaran untuk mereka
orang-orang yang sebelumnya
pernah membenciku ingin tahu
tentangku

Jakarta, 18 Desember 2013

Wednesday, 4 December 2013

Hari Disabilitas Internasional

Bahasa Isyarat kembali mengudara di Stasiun TVRI

Setelah sekian lama "mati suri" hampir tidak ada bantuan penerjemah bagi kaum disabilitas Tunarungu. Stasiun TVRI seakan ingin membangunkan kembali bahasa isyarat ke dalam berita nasionalnya. Hampir selama bertahun-tahun mengudara mungkin sekitar tahun 1992 masih bisa merasakan dan menikmati kelihaian sang penerjemah bagi disabilitas Tunarungu mengartikan apa yang disiarkan dalam pembicaraan sang pembaca berita.

Bahasa Isyarat Indonesia atau yang lebih disingkat dengan BISINDO merupakan salah satu bahasa alami yang digunakan kamu tunarungu. Setidaknya data kaum disabilitas Tunarungu hampir paling banyak di Indonesia. Saat ini mereka sangat membutuhkan informasi yang mudah dan jelas dimengerti oleh mereka yang kurang pendengarannya dan sama sekali tidak bisa mendengar dengan bantuan alat bantu dengar dan bahasa isyarat itulah mereka menjalani kehidupan yang saat ini sulit bagi mereka untuk mampu berkembang dimasyarakat yang inklusif. Padahal Indonesia merupakan negara budaya dengan kearifan yang lokal dan menjaga nilai-nilai ras, suku, dan budaya disetiap masing-masing daerah.

Kearifan budaya salah satu ciri khas Indonesia yang paling disukai oleh negara asing. Jagalah nilai budaya kita agar tidak luntur dimakan oleh kebiadaban negara penjajahan yang serba "modern" sehingga kita tertinggal dari kemajuan. Inilah kemunduruan bangsa Indonesia yang tanpa sengaja dihilangkan bahkan dilupakan. Seperti halnya peribahasa pagar makan tanaman. Semakin dia berduri dan merusak maka semakin lunturlah harga dirinya.

Sebelum membahas judul diatas mari kita belajar dengan seksama mengapa tiba-tiba muncul penerjemah isyarat di TVRI hari ini? (4/12/2013) jam 19.00 Wib.

Baru-baru ini tepatnya kemarin (3/12/2013) Hari Disabilitas Internasional semua penyandang disabilitas diseluruh Indonesia merayakannya setahun sekali bisa dibayangkan berapa jutaan disabilitas yang tumplek disana nyaris tidak terhitung dengan masyarakat yang bukan disabilitas. Di Jakarta kali ini berlokasi di Kementerian Sosial Jl. salemba Raya, Jakarta Pusat. Di Gedung Sasana Graha Kementerian sosial mengusung tema Nasional "Hapus Hambatan, Wujudkan Masyarakat Inklusif dan mengusung tema Internasional yaitu "Break Barrier, Open Doors : For an Inclusive Society for all". Sebagaimana tercantum dalam resolusi PBB No. 48/96 th. 1992 mengenai peraturan standart tentang kesamaan kesempatan bagi penyandang disabilitas, Dasawarsa II Penyandang Disabilitas Asia Pasifik th. 2003-2013 tentang tujuh program aksi Millenium Biwako Framewrok, Undang-undang No. 19 th. 2011 tentang Pengesahan Konveksi Hak-hak Penyandang Disabilitas, Undang-undang No. 11 th. 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, serta pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Penyandang Disabilitas.

Berdasarkan dari kegiatan yang saya ikuti kemarin semuanya bukan hanya memberi manfaat tetapi juga peluang terbukanya kesempatan seluas-luasnya bagi semua disabilitas. Tuntutan yang tidak mengharuskan rasa belas kasihan pada orang yang "cacat" bukan lagi menjadi prioritas utama tetapi keberadaan merekalah yang harus diakui oleh masyarakat dari berbagai elemen entah itu pemerintah maupun orang-orang yang bukan disabilitas. Tidak ada lagi kata "cacat" dalam kamus ataupun semua berita yang mengatakan "cacat" kepada seorang penyandang disabilitas. Kata "cacat" hanya ada ketika ada bagian-bagian yang rusak oleh ketidaksengajaan kita seperti kardusku sobek, kertasku cacat. Itulah mengapa orang harus tahu betul-betul apa itu disabilitas sebenarnya.

Tidak perlu menunggu pemerintah agar kita bergerak keatas dan tunjukkan bahwa keberadaan kita akan diakui jika kita berani memperjuangkannya dari bawah. Seyogyanya kita semua dimata Tuhan itu sama tetapi perbedaanlah yang menjadi kita benar-benar "berbeda". Dukungan dari orang-orang terdekat agar kita berani maju adalah salah satu kunci cara mengadvokasi masyarakat agar mereka mau menjadi bagian kita dan dukungan dari berbagai pihak adalah poin kedua untuk sukses dalam implementasi perjuangan hak-hak disabilitas.

Nota kesepahaman (MoU) Dirjen Rehabilitasi Sosial dengan TVRI


Ada yang unik sebelumnya yaitu pemecahan rekor Muri. Padahal di dalam daftar rangkaian acara tidak ada sama sekali inilah mungkin kejutan kecil yang sulit dipercaya. Sebelum acara puncak Hari Penyandang Disabilitas sambil menunggu menteri datang tunanetra menyanyikan sedikitnya beberapa lagu, selain itu juga dibuka stand dari masing-masing perwakilan disabilitas dari tanggal 2-3 Desember 2013. Yang unik disini adalah MC nya dimana salah satunya adalah teman saya dari perwakilan Young Voice Indonesia (angkatan muda dengan disabilitas) ini menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris namanya Sikdam, seorang tunanetra dan Yustitia yang merupakan salah satu mantan pembawa acara berita indosiar dia seorang tunadaksa tapi kemana-mana beliau suka bawa mobil matiknya.

Tari topeng dari sekolah PSBL Phalamarta ini membuat penonton terpukau mereka yang menari merupakan tunagrahita dan tunanetra. Tidak heran saya juga mengaggumi mereka yang merupakan anak yang sangat sulit sekali diam ternyata bisa berprestasi di musik. Nah setelah itu dibuka oleh tari saman yang dibawakan oleh tunarungu. Hebat ya walaupun sama sekali tidak bisa mendengar mereka sangat hapal ketukan-ketukan maupun bunyi yang pas tidak ada kesalahan sedikitpun, saya memberikan aplause tepuk tangan keatas ala tunarungu benar-benar luar biasa. Dan kemudian hening, dilanjutkan pidato singkat oleh Bapak Gufron Sakaril selaku ketua umum PPDI dalam sambutannya yang saya dengar masalah Undang-undang No.4 th.1997 yang pusatnya semua masalah isu diaabilitas di Kementerian Sosial padahal penyandang disabilitas merupakan isu yang lintas sektor. Nah belum jelas apakah pemerintah ini mau berubah atau tidak hahaha....

Dilain pidato ada juga mantan ketua umum PPDI Bapak H. Siswandi memberikan sambutan dalam sambutannya beliaulah yang memprakarsai diterbitkannya Undang-undang No. 19 tahun 2011 tentang pengesahan Konveksi mengenai Hak-hak Penyandang disabilitas (Convention on The Right of Person With Disabilities) terakhir oleh Haryono Suryono yang menjelaskan data-data disabilitas saat ini. Wah jumlahnya semakin bertambah. Dan diakhiri dengan sambutan dari Menko Kesra Agung Laksono yang mengatakan bahwa di dalam Undang-undang No.4 th 1997 khususnya quota 1%  kesempatan kerja bagi penyandang diaabilitas baik di perusahaan dan terlwbih lagi di lembaga pemerintahan masih belum menggembirakan. Berkembangnya sektor jasa, perdagangan, dan informasi teknologi sesungguhnya telah membuka peluang bagi para penyandang diaabilitas untuk dapat memasuki lapangan pekerjaan yang tersedia. Juga terakhir oleh Bapak Salim Segaf dalam memberikan pidatonya yang cukup meyakinkan dan meraih tepuk tangan meriah dari tamu hadirin. Selain itu Bapak Jaya Suprana memberikan rekor Muri kepada Yayasan Daksa dan kemensos yang sudah berhasil memberikan respon positif dalam memberikan kaki palsu terbanyak. Padahal mah tunarungu juga banyak tuh hehehe

Ditutup dengan Nota kesepahaman oleh Dirjen Rehabilitas Sosial dengan PLT Direktur Utama TVRI dan Kementerian Sosial dengan Kemenakertras dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia. Dimana salah satunya adalah TVRI memberikan kesempatan penerjemah/ interpreter untuk membantu tunarungu mendapatkan informasi terbaru melalui tayangan berita. Salah satu contoh yang harus diikuti oleh stasiun-stasiun Televisi yang lain agar segera bergerak memberikan informasi bagi disabilitas tunarungu. Dimana bahasa yang digunakan adalah bahasa isyarat bukan bahasa KOMTAL atau komunikasi total yang tidak dipahami oleh tunarungu. Setidaknya TVRI sudah memberi quota 1% kepada penyandang Disabilitas tunarungu untuk mendapatkan akses informasi baru melalui berita. Tidak hanya berita saja tetapi juga acara-acara lainnya semoga bisa terpenuhi dengan baik. Saya percaya kedepannya Perusahaan dapat menjamin kesempatan seluas-luasnya bagi disabilitas untuk dapat bekerja dan berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Hari ini di stasiun berita TVRI jakarta yang menjadi penerjemah isyarat berita adalah teman saya juga namanya mas Widodo, beliau sangat aktif dimana-dimana dan juga mau mengajari saya bahasa isyarat yang tidak saya pahami sama sekali. Tidak jarang beliau juga mengeluh ke saya dengan kata "pegal" karena terus memberikan terjemahan isyarat ke teman-teman saya yang tunarungu. Tapi beliau jarang mengeluh "capek, ga enak body, dll" semangatnya patut diacungi jempol karena menjadi interpreter itu tantangan katanya. Benar deh saya juga pernah mencoba jadi interpreter waktu di Kediri beberapa hari yang lalu sebelum puncak acara diam-diam saya juga mengeluh "pegal" hihihi tapi saya sangat menikmatinya dan menghargai sebuah bahasa isyarat itu sendiri karena saya juga seorang tunarungu.

Penutupan acara puncaknya terakhir oleh PSRBW melati memainkan alat musik angklung dan Bunda Dewi Yull dimana salah satu anak laki-lakinya juga merupakan seorang tunarungu bernyanyi bersama dalam satu panggung. Dia juga sangat aktif memberikan dorongan dan semangat yang besar kepada teman-teman yang lain entah itu tunarungu atau non tunarungu, dia juga saya ajak berkegiatan seperti di Young Voice Indonesia (angkatan muda dengan disabilitas) awalnya dia tidak tertarik setelah saya rayu mau juga ikut hasilnya diapun berprestasi di Bangkok bulan lalu.

#QuoteaCha Suatu prestasi tidak bisa dilihat dengan keterbatasan fisiknya. Tetapi dari kepiawaian dan berlatih mengoreksi diri kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan agar menjadi lebih berprestasi lagi.

Foto : Dok.pribadi (atas : Suasana Acara di Gedung Sasana Graha Kemensos), Revita Alvi (bawah : Siaran berita pertama TVRI yang menggunakan Interpreter - Berita Malam pukul 19.00 Wib, 4 Desember 2013)

Thursday, 30 May 2013

Istana Rakyat Yang Belum Benar-benar Merakyat bagi Disabilitas

Tepatnya pada Hari Minggu, 26 Juni 2013 kali ini Jakarta Barrier Free Tourism mengajak teman-teman dari berbagai penyandang disabilitas maupun masyarakat umum lainnya berjalan-jalan mengelilingi Istana yang dulunya adalah merupakan tempat kantor Belanda yang kini berubah fungsi menjadi sebuah Istana bagi Presiden Pertama Republik Indonesia hingga sekarang. Istana inilah yang merupakan jejak langkah kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang. Banyak sekali sejarah Istana yang belum terekam dalam buku-buku sekolah Anak-anak padahal mengingat Istana ini begitu banyak sekali sentuhan klasik yang memang belum tersentuh oleh Anak-anak dijaman sekarang ini.

Istana di Indonesia ini cukup banyak saat saya pelajari tentang Sejarah Seni Rupa Timur dan Barat di bangku Kuliah dulu. Harusnya kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga salah satu istana tersebut juga ada buatan tangan arsitektur Ir. Soekarno loh. Ternyata selain menjadi pemimpin nomor 1 di Indonesia presiden pertama kita ini gemar sekali menggambar loh.

Nah buat yang belum tahu ngapain saya dan teman-teman Disabilitas ke Istana Merdeka-Istana Rakyat yang bisa dikunjungi hanya pada akhir pekan yaitu hari Minggu. Dimana aktivitas ini bisa digunakan oleh masyarakat yang ingin melihat-lihat koleksi serta arsitektur yang ada di dalam Istana Negara maupun di luar Istana Negara.

Ini salah satu foto yang sempat diabadikan oleh fotografer Istana
Foto ini diambil tepat di depan Istana Negara


*****
PESAN BUAT BAPAK PRESIDEN

Berikut kegiatan selama saya dan teman-teman Barrier Free Tourism berada di Istana ini (kalau ada yang mencekal saya soal tulisan Istana kayaknya perlu diklarifikasi nih karena ini kegiatannya adalah mengedukasikan masyarakat dan juga pengelola Istana). Supaya Presiden Kita yang sekarang Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saya hormati kami adalah rekan-rekan Barrier Free Tourism datang ke Istana Negara yang katanya merupakan Istana Rakyat (yang benar-benar merakyat) tapi bagi saya Istana Negara ini belum atau sama sekali Istana Rakyat seharusnya ditambahkan dengan kata Istana Rakyat Inklusif pak!.

ini adalah cerita singkat perjalanan saya mengelilingi Istana Rakyat selama 3 jam. Semoga Anda berkenan membaca Tulisan-tulisan saya, karena ini sungguh sangat memalukan bagi saya yang adalah merupakan penyandang disabilitas, apabila ada tamu dari negara lain (penyandang disabilitas) untuk bertemu dengan anda sungguh sangat malu saya pak!!!!!!! tidak adanya ruang yang aksibel bagi penyandang disabilitas di istana anda.


*****
BARRIER FREE TOURISM 

Liputan khusus ini sudah berjalan untuk yang ke-14 kalinya bagi teman-teman penggiat Barrier Free Tourism. Bagi saya acara ini bukan saja menarik untuk dipelajari tetapi juga kita bisa ikut berkegiatan di akhir pekan mengenal penyandang disabilitas secara langsung dan menghilangkan stress dari rutinitas pekerjaan. Acara yang bersifat swadaya ini digagas pertama kali oleh Ridwan DKK dan kali ini mbak Cucu Saidah yang terjun langsung menjadi pengarah bagi teman-teman yang ikut dalam BFT.

Kegiatan BFT ini sengaja dijadikan rutinitas bulanan selain dijadikan ajang edukasi juga dijadikan ajang silaturahmi dengan penyandang disabilitas dan teman-teman non penyandang disabilitas. Jadi setiap kegiatan BFT ini punya tema yang berbeda-beda dan lokasi yang berbeda-beda juga dan acara kali ini mengambil tema "Istana Untuk Rakyat". 

Padahal dalam segi jiwa anak muda, saya memiliki semangat yang tinggi untuk bisa meneruskan perjuangan teman-teman penyandang disabilitas yang lain. Acara BFT ini bukan saja menarik bagi saya tetapi juga saya jadi belajar bagaimana memahami mereka dan bukan mengasihani mereka. Saya juga adalah juga seorang disabilitas dengan keterbatasan yang saya miliki tidak menjadikan penghalang untuk bisa maju kok. 

Yang paling mengecewakan bagi saya adalah sarana akomondasi dan kebutuhan lainnya seperti sarana transportasi, pendidikan, dan pekerjaan bahkan dijalan tidak ada satupun yang aksibel. Toh itu menurut saya tapi mungkin berbeda dengan teman-teman yang lainnya. 


****
CANTIKNYA INTERIOR ISTANA

Saat memasuki area istana pertama kali yang saya lihat adalah arsitekur dan interiornya (biasalah anak interior yang notabene harus tau juga interior yang ada di dalam istana). Banyak sekali ternyata ya peninggalan saat masa penjajahan dulu. yang saya ingat sih cermin berkepala naga peninggalan belanda (ih wow~~~) tingginya ituloh lupa saya ukuran tingginya itu berapa (saking lupa bawa buku catatan buat ditulis). dan juga ukiran jepara yang ciamik cantiknya yang digunakan untuk pertemuan khusus. juga ada lukisan-lukisan yang menurut saya Indonesia banget (sayangmya selama di Istana pengunjung tidak diperbolehkan untuk memotret). juga ada patung kepala dari perunggu berwarna hitam Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. yang membuat saya tertarik itu langgamnya yang bergaya klasik benar-benar klasik (ih wow~~~) bisa dibilang Istana ini begaya Klasik Gothic (karena ada sentuhan gothicnya bukan berarti hitam loh). 

Selain melihat-lihat istana saya suka sekali hasil jepretan Ibu Ani Yudhoyono yang bertemakan alam. Bu Ani ini selain suka memotret apa yang dilihatnya juga suka memotret sang cucu tercinta (duh......manisnya). 


*****
KEBUTUHAN DAN AKSES BAGI DISABILITAS DI ISTANA

Ini yang paling ditunggu-tunggu oleh teman-teman saat mengunjugi istana pertama kalinya yang notabene ternyata sama sekali TIDAK AKSIBEL (maaf capslock), baik saya akan mejelaskan step by step saat hendak memasuki istana.

1. Non fisik di luar kompleks Istana
- Lokasi untuk mencapai ke Istana ini kita harus masuk ke Sekretariat Negara. 
- Untuk memasuki istana ini punya peraturan ketat, pertama tas atau peralatan lainnya harus melewati x-ray, juga yang kedua badan kita juga melewati body screening. ini untuk menghindari kecurigaan pasukan pengamanan alias petugas (walah..ya iyalah kemananannya emang ketat banget).
- Saat hendak memasuki istana ini tas-tas kita dititpkan oleh penitipan (kalau bawa rombongan tas akan disatukan sesuai dengan nama rombongan). jadi tamu hanya diperbolehkan membawa dompet dan handphone (tidak boleh bawa barang lain). 
- Juga harus menyerahkan KTP (KTP ini di data oleh petugas siapa saja yang berkunjung) antara ruang meja pendaftaran dengan petugas KTP ini ga sesuai banget (apa banget deh) karena terlalu jauh dibuat secara terpisah kan seharusnya Istana Rakyat ini dibuat dengan standar Internasional jadi siapapun bisa enak melihatnya bukan cuma masyarakat indonesia saja yang datang kesini tetapi juga warga asing).
- Meja pendaftaran dan ruang tunggu (ini yang buat saya jengkel banget) karena tidak adanya running teks, audio, dll, buat saya yang tunarungu mau dengerin si mba aja yang peraturannya ini itu kok ga enak banget ya (harusnya dibuat lebih profesional lagi) dengan cara penuturan dan bahasa Indonesia yang lebih santun dan cara bicara yang lebih oke lagi.
- untuk mencapai ke meja registrasi ini kursi roda sangat disayangkan karena dibiarkan begitu saja oleh petugas, namun yang lebih parah ketinggian untuk mencapainya ini tidak sesuai standar karena sulitnya medan dan tidak adanya ram (jadi harus menanjak).
- Toliet umum : belum ngecek sih (karena saya ga kbelet pipis hihihi..)
- Kebersihan dan tempat sampah di Istana ini carut marut. harusnya bisa dibuat lebih indah lagi dengan desain tempat sampah yang menarik dan lucu jadi tamu yang datang kesini jadi senang untuk membuang sampah ditempat sampah dengan benar.
- Bis Rombongan : tidak ada yang aksibel buat kursi roda dan tidak terpasang lift khusus untuk mencapai pintu masuk bis.
- tanaman dan pohon : tidak adanya huruf Braille pada setiap area jalan yang dikunjungi. (duh.. ini sangat penting bagi tunanetra)

2. Fisik di Dalam Istana
- Ram : saat memasuki pertunjukkan film yang memutar sejarah-sejarah istana ini tidak ada ram yang memadai hanya berupa anak-anak tangga jadi pengguna kursi roda harus diangkat naik turun oleh petugas, copy paste dari mbak Cucu : Bidang miring di Istana sangat curam dan berbahaya jadi untuk menyiasatinya perlu adanya pembenahan terutama pengelola istana bisa menyediakan incline lift, yaitu semacam lift hidrolik yang tidak memerlukan perubahan bidang apapun. Hanya dibutuhkan instal handrail yang sangat kuat. Contohnya bisa dilihat di Gedung Granadi, Kuningan.
- Tour Guide : maksud si mbak sih baik buat menjelaskan apa aja yang ada di dalam istana tapi ya begitulah tidak adanya interpreter bagi tunarungu. (mbaknya harus lebih ekspresif dengan lebih banyak bergaya jadi tamu ga bosen) dan lebih paham mengenai penjaelasan Istana. 
- Keamanan tamu selama perjalanan : emang nih kemanan penting banget jangan sampai ada tamu yang memotret (kalau ketahuan wah bisa lama selesainya).
- Dilarang menyentuh barang-barang Istana : waduh kenapa ya?? ini untuk menjaga keaslian barang-barang istana jangan sampai rusak oleh tangan-tangan jahil.
- CCTV : sempet memperhatikan kamera yang ada di dalam Istana loh. CCTV nya berbentuk bulat-bulat seperti meja pingpong (ga kok hehehe...). kenapa harus ada CCTV ya?? jadi setiap tamu yang ada di dalam Istana ini bisa kelihatan di layar, istilahnya begini kalau ada tamu yang mencurigakan gerak geriknya (ini sih ngeri) bersikap biasa saja selama berada di istana ya, asal kita sopan (serasa tamu negara nih aihihihi....).
- Benda Koleksi istana ini beragam bentuknya dan masing-masing punya ciri khas tertentu (sayang banget deh ga bisa motret padahal cantik banget benda koleksinya).

Beberapa kekurangan yang ada di Istana setelah berjalan-jalan mengelilingi Istana bersama teman-teman BFT:
1. Running Teks, audio visual, huruf braille.
2. Buku petunjuk Istana dalam bentuk visual (padahal penting banget itu).
3. Ram (semacam lift hidrolik untuk membantu kursi roda).
4. Toilet yang tidak aksibel (tidak sesuai standart khusus pengguna kursi roda).
5. Tempat Sampah yang berantakan dan tidak tidak sesuai standart jadi sangat disayangkan tamu dengan seenaknya pasti bisa buang sampah sembarangan.

Beberapa kelebihan yang ada di Istana setelah berjalan-jalan mengelilingi Istana bersama teman-teman BFT :
1. Petugas keamanan selama perjalanan.
2. Tour Guide dan keramahannya.
3. CCTV di Istana.
4. Adanya petunjuk di area Istana tetapi tidak ada buku petunjuk Istana.


Nah ini salah satu perjalanan singkat selama 3 jam berada di Istana Rakyat. Apakah menurut anda yang membacanya? Istana ini sudah sangat aksibel? silahkan komentar di kolom komentar jika memang anda peduli dengan penyandang disabilitas.

Bagi pengelola Istana yang membaca blog terbuka saya mengenai istana rakyat ini, bisa dijadikan saran, kritikan, dan masukan untuk disampaikan kepada Presiden. 


Bukti bahwa masih banyaknya ruang yang belum ramah bagi penyandang disabilitas yang selama ini masih jauh dari harapan. Tulisan ini untuk meneruskan perjuangan teman-teman Barrier Free Tourism yang utamanya adalah mendapatkan tempat pelayanan publik yang aksibel bagi penyandang disabilitas. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan ya.

Berani berjuang membela Hak berarti berani berjuang menyurakan hati.




Tuesday, 25 December 2012

Puisi Cinta Untuk Sang Kekasih

ISINYA SEMUA PERTAMA KALI DAN PERTAMA KALI, DAN KESEMPATAN PERTAMA KALI........DAN dst.........

edisi curhat....

Pertama kalinya membawakan puisi diatas panggung, dan berkesempatan bertemu dengan Khairani Barokka dalam satu panggung memang sangat luar biasa......Indahnya....
Terima kasih untuk Frizka Angela yang mengajak saya untuk membacakan puisi, dan mewakali Yayasan Tunarungu Sehjira di ajang puisi sastra Hearts Artist, Hearts Ability : Pentas berbeda bahagia (13/12/2012). puisi ini lah sangat menyentuh hati seorang Okka begitu sapaan akrabnya...

Pertama kali sms Okka tidak mau dipanggil mbak apalagi kakak hahaha...senang deh bisa kenal Okka apalagi  aku sudah tau Okka lewat puisi2nya di internet apalagi perjuangannya, saya kagum sekali sungguh!!! (pengen banget deh ketemu aslinya).

Pertama kali, suatu saat aku pengeeennnn pengeeennnn banget bisa menginjakkan kaki dipanggung @america setelah nonton acaranya @koprol Yahoo! Community Townhall: Education 2.0 (06/05/2012) yang bintang tamunya adalah om Wimar sosok yang benar2 saya kagumi dengan kesederhanaannya (Menarik!!!), kak Christian Sugiono (yang bikin web malesbanget.com), dan satu lagi lupa pembuat akun Flickr kalo ga salah sih, masih banyak lagi deh(lupa beneran hahaha.....)mudah-mudahan om Wimar, atau pak Satya mau ngelengkapin yang salah dan kurang nih hahaha,  pokoknya berkesan banget dan dapet pengetahuan baru dari acara ini. Thanks @koprol emang the best Winner Social Media dalam mempertemukan aku dengan sahabat-sahabat baru luar biasa dari berbagai kota di Indonesia semuanya tumplek disini.
Dokumentasi : Flickr Fhsubais

Dan...the Next Real, mimpi itu pun terwujud lewat ajakan teman saya yang juga salah satu tunarungu, dia minta saya menggantikannya karena dia ga suka baca puisi hahaha...thanks sista you are my best deh, kalo gak kenal kamu dari dulu pasti gak kayak gini nih hihihi. Sudah gitu ajakan dia juga dadakan dan mepet mepet semepet-mepetnya.... yasudah deh kenapa gak dicoba, dan ini juga kesempatan yang datangnya gak 2x. apalagi acaranya di @america sesuai impian saya wakzz gak bakalan nolaakkk deh..

Dokumentasi : Pribadi

Pertama kali ketemu Okka di Gladi resik, satu yang jadi tanda tanya saya saat itu, dalam hati saya Okka yang mana ya????? hahahaha.... soalnya waktu Gladi Resik saya telat dateng beberapa menit akibat dilanda kemacetan Jakarta yang luar biasa, bela-belain dateng dari Hotel Menara Bidakara dari acara seminar Komnas Perempuan mewakili Yayasan Tunarungu Sehjira. Fiuh...pas nama saya dipanggil sama Okka "nisa mana ya?? sudah hadir belum ya?" (mas mudi dari salah satu koordinator Young Voice sampe nunjuk-nunjuk ke saya). dan.... saat dipanggung tiba-tiba saya dapat hadiah termanis, pelukan dan senyum yang ga bakalan saya lupain seumur hidup terharu....ternyata Okka itu enerjik dan ceria banget hiks..hiks..
Dokumentasi : Pribadi

Pertama kali bacain puisi diatas panggung itu "Anugerah dan Kesempatan Emas" buat membangkitkan kepercayaan diriku akibat demam panggungnya yang sampe sekarang ga hilang-hilang hahaha...

Pertama kali aku ngebawain puisi pas banget sebelum hari ibu, makanya saya pengen ngungkapin perasaan diri ke ibu lewat puisi, yang ibu tau aku emang suka nulis, puisi-puisiku saja sudah sampe 2 buku, apalagi ide-ide kreatifnya yang agak "gila" dan penuh "inspirasi" hahahaha.

Pertama kali ditonton dalam suasana live di depan penonton yang begitu banyak dan lewat Live streaming itu menegangkan soalnya pas acara tenggorokanku lagi sakit dan sempet puasa ngomong gak pake suara sebelum hari H, saat dipanggung itu bela-belain teriak-teriak manis biar suaranya jelas (penonton mah ga bakalan sadar hahaha).

Pertama kali dapat jempol paling banyak dari penonton itu bikin saya bahagia, dan saya belum mau berpuas diri, itu adalah tantangan saya selanjutnya untuk menjadi "hebat". Sukses itu bahagia menyenangkan pas banget deh sama temanya yang okka buat.

Pertama kali diwawancara sama kartunet (website buatan tunanetra) itu ternyata seru, colek Ramadhani Ray haha..terima kasih untuk artikelnya Dhani. dan saya pun juga lagi ikutan kontes blogger kartunet nih lolosin saya yah Dhan (maksa banget deh ceritanya) kwakakakaka...


artikel lainnya

Pertama kali dan terakhir juga saya mengucapkan terima kasih untuk Yayasan Tunarungu sehjira yang memberikan saya banyak kesempatan untuk belajar menimba ilmu dan mengikuti banyak kegiatan positif selama bergabung dan memiliki keluarga baru di Yayasan Tunarunngu Sehjira. Banyak hikmah yang saya dapat dengan belajar hal-hal yang berguna terima kasih untuk ibu yang luar biasa Racmitha Maun Harahap yang banyak memberikan masukan-masukan dan kritik "pedas" namun berkesan dihati.
Dokumentasi : Pribadi

Pertama kali ini adalah apresiasi saya dan menunjukkan ke orang-orang atau pun masyarakat entah para pencinta blogger ataupun yang hobby membaca, akan tersadar dan "tunarungu pun bisa membuat puisi indah".

Dokumentasi : Pribadi

Semoga bisa bermanfaat dan membangkitkan gairah kaum disabilitas untuk terus berkarya, semangat disabilitas!!!!

Terima Kasih




Saturday, 8 December 2012

KARTUNET KAMPANYE AKSESIBILITAS TANPA BATAS

Refleksi Dunia dan Bumi
Dunia seakan berhenti berputar ketika melihat senyuman matahari yang menyambutnya, semakin dekat dia pada bumi semakin dekat pula dia menentramkan dan menerangi bumi dengan cahayanya yang menyilaukan, gemercik air di hulu sungai memanggil para manusia untuk melindungi hijaunya bumi namun tidak sama halnya dalam melindungi penyandang disabilitas, kenyataan ini harus ditelan amat pahit bagi mereka yang berkebutuhan khusus, dalam kesibukan di kota-kota besar yang amat pekat untuk mencari sesuap ilmu, bahkan untuk bekerjapun sangat sulit. Begitu mudahnya penyandang disabilitas mengalami banyak diskriminasi jauh tertinggal dengan masyarakat di belahan dunia yang sangat maju.

***

Aksebilitas di Ruang Publik
Ruang publik dalam dunia Interior dan Arsitektur memang sudah tidak asing lagi terdengar bagi para Teknik Desain. Seyogyanya ruang publik merupakan ruang bersama yang digunakan sesuai kebutuhan dan fungsinya.Ruang publik biasanya banyak digunakan bagi sebagian orang sebagai sarana untuk menambah keakraban agar terjalin hubungan yang erat dengan sesama. Banyak masyarakat yang tidak menyadari betapa pentingnya ruang publik untuk penyandang disabilitas yang masih sangat kurang diperhatikan kondisinya. 

Cara pandang masyarakat yang kurang peka penggunaan fasilitas sarana dan prasarana yang belum aksibel bagi penyandang disabilitas yang menghabat ruang gerak mereka untuk sama seperti yang lainnya. Kesadaran masyarakatlah yang sangat berperan penting untuk membangun ruang publik yang sesuai dan kemudahan menggunakan pelayanan publik yang sesungguhnya bagi keselamatan dan kenyamanan penyandang disabilitas itu sendiri. Masih banyaknya ruang publik yang tidak mengutamakan keselamatan dan kenyamanan akses bagi penyandang disabilitas yang salah serta mobilitas yang perlu diubah bagi Hak-hak Penyandang disabilitas yang selama ini diabaikan oleh pemerintah yang jarang melibatkan penyandang disabilitas.

Selayaknya, penyandang disabilitas mendapatkan tempat yang sama dengan masyarakat lainnya dalam aksebilitas kemudahan akan sarana dan prasarana yang memadai seperti fasilitas dan layanan publik yang mudah dijangkau bagi penyandang disabilitas. Namun pada kenyataannya penyandang disabilitas masih termajinalkan dan masih adanya penyimpangan diskriminasi terhadap mereka sehingga jauh dari harapan mereka yang mendambakan aksesibilitas dan mobilitas hanya karena keterbatasan dan tidak mampu sehingga penyandang disabilitas jauh tertinggal dalam segala aspek penghidupan dan kehidupan yang berbeda dengan Negara lainnya.

Sebenarnya di dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.19 Tahun 2011 dijelaskan tentang konveksi mengenai hak-hak penyandang disabilitas berbunyi :

Setiap penyandang disabilitas harus bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan martabat manusia, bebas dari eksploitasi, kekerasan dan perlakuan semenamena, serta memiliki hak untuk mendapatkan penghormatan atas integritas mental dan fisiknya berdasarkan kesamaan dengan orang lain. Termasuk didalamnya hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial dalam rangka kemandirian, serta dalam keadaan darurat.

Sudah saatnya penyandang disabilitas bergerak secara langsung dan terjun ke masyarakat bersama-sama mendorong terciptanya Negara yang ramah bagi mereka dengan cara mengedukasi masyarakat dan melobi ke pemerintah dengan memberikan wawasan baru bagi masyarakat mengenai kebutuhan hak-hak penyandang disabilitas bahwasanya di dalam CRPD, pasal 9 tentang Aksesibilitas disebutkan agar para penyandang disabilitas mampu hidup secara mandiri dan berpartisipasi secara penuh dalam semua aspek kehidupan, Negara-negara pihak wajib mengambil langkah yang tepat untuk menjamin akses bagi penyandang disabilitas, atas dasar kesamaan dengan warga lainnya, terhadap lingkungan fisik, transportasi, informasi, dan komunikassi, termasuk sistem serta teknologi informasi dan komunikasi, serta akses terhadap fasilitas dan jasa pelayanan lain yang terbuka atau tersedia untuk publik, baik daerah perkotaan maupun pedesaan.

Kelemahannya hanya pada sektor sosial dan pembangunan masyarakatnya yang semakin memudar dan tidak sebanding dengan harapan masyarakat sehingga Indonesia masih jauh tertinggal dengan Negara-negara maju, pemerintah masih sangat kurang perhatian dalam membangun fasilitas dan layanan publik bagi penyandang disabilitas yang didambakan. Area yang seharusnya menjadi milik penyandang disabilitas begitu saja diabaikan, bahkan tidak diperdulikan. Pemerintah harus turut andil dalam bagian dari tanggung jawabnya memajukan serta mewujudkan Negara yang adil, setara, maju, mandiri, makmur dan bersahabat dengan penyandang disabilitas.

Di dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang perlu diperhatikan demi terwujudnya aksebilitas yang sehat, aman, dan nyaman bagi penyandang disabilitas adalah dambaan mereka. Jangan sampai terjadi ketiadaan fasilitas dan sarana publik menjadi sebanding dengan yang dibutuhkan penyandang disabilitas. Indonesiapun harus belajar dari Jepang soal fasilitas dan layanan publik yang aksibel bagi penyandang disabilitas. Di Jepang penyandang disabilitas sangat dihormati berbeda dengan di Indonesia yang karena tidak layak berada dilingkungan dan dianggap buruk dimata mereka.

Yang harus dicapai guna membangun masyarakat yang adil dan setara adalah dengan membentuk hubungan yang erat, melakukan perubahan dimulai dari lingkungan sendiri kemudian terjun ke lingkungan masyarakat, sehingga akan terjadi timbal balik kehidupan yang memberikan kesempatan bagi setiap penyandang disabilitas agar menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama dalam kehidupan dan penghidupan yang layak bagi mereka dan dapat menyejahterakan dirinya, hidup mandiri tanpa menyulitkan dirinya maupun orang lain. 

***

Mengenal Penyandang Disabilitas

Penyandang disabilitas memang bermacam-macam untuk mengenal seperti apa penyandang disabilitas mari kita simak agar lebih mudah dipahami

Penyandang tunarungu : seorang yang mengalami hambatan atau keterbatasan dalam kemampuan mendengar, sehingga mempengaruhi kehidupannya secara kompleks terutama dalam kemampuan komunikasi secara verbal.

Saran Bagi anda yang bertemu dengan tunarungu : usahakan suara anda keluar dan berbicara berdekatan dengan lawan bicara anda supaya tunarungu paham dengan apa yang anda sampaikan melalui gerak bibir maupun intonasi, apabila mereka tidak mengerti dengan gaya bicara anda biasanya tunarungu akan memberikan tulisan di secarik kertas yang akan anda baca.

Penyandang tunanetra : seorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan atau tidak berfungsinya indera penglihatan.

Saran bagi anda yang bertemu dengan tunanetra : menyampaikan pesan anda dengan menepuk pundaknya sesuai posisi anda berdiri/ duduk di dekat tunanetra jangan mencoba untuk memanggil ketika tunanetra tidak mengetahui dimana posisi anda. Usahakan untuk mengarahkan tangannya ke tangan anda terlebih dahulu sesuai arahannya, dan ketika anda meninggalkannya sampaikan maksud anda.

Penyandang tunadaksa : bentuk kelainan pada sistem otot , tulang dan persendian yang bersifat primer atau sekunder yang dapat mengakibatkan gangguan koordinasi, komunikasi, adaptasi, mobilisasi, dan gangguan perkembangan keutuhan pribadi.

Saran bagi anda yang bertemu dengan tunadaksa : usahakan untuk mencoba menawarkan bantuan jika dibutuhkan, jika anda berjalan bersama tunadaksa (menggunakan tongkat) berikan tangan anda jika dia membutuhkan anda, cobalah untuk membukakan pintu atau mendorong kursi rodanya jika dia membutuhkan anda.

Penyandang tunagrahita : seseorang yang mengalami keterbelakangan fungsi kecerdasan atau intelektual secara signifikan dibawah rata-rata (IQ di bawah 70).

Saran bagi anda yang bertemu dengan tunagrahita : mencoba untuk mengerti kondisinya, berusahalah untuk mengajaknya untuk melakukan kegiatan sederhana yang bisa dilakukannya.

Dengan adanya pemahaman mengenai penyandang disabilitas masyarakat akan lebih peka terhadap mereka, sehingga masayarakat awam pun bisa mengerti bagaimana memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas dengan tepat.
***

Ruang Terbuka : Trotoar
Sejatinya trotoar merupakan akses bagi pejalan kaki yang merupakan ruang publik bagi masyarakat. Tatanan ruang dan kebutuhan akan trotoar bagi penyandang disabilitas sangat penting sebab tidak semua area trotoar mampu dilewati penyandang disabilitas dilihat dari keamanan dan kenyamanan. Penataan trotoar berfungsi apabila ruang publik untuk kendaraan arus lalu lintas luas sehingga ada space ruang gerak trotoar untuk pengguna jalan maupun penyandang disabilitas yang berjalan ditrotoar bisa dengan mudah dilalui, tanpa ada penyekat yang tidak berfungsi hanya sebagai hiasan saja ditrotoar. Sehingga semakin banyaknya kendaraan yang ada dijalan, trotoar bisa saja beralih fungsi sebagai tempat pedagang kaki lima, parkir kendaraan bermotor, atau motor yang melewati trotoar yang tidak menghiraukan keselamatan dirinya dan juga pejalan kaki. Alih-alih menjadikan Jakarta kota metropolitan yang mewah dan cantik hanya berupa gedung bertingkatnya saja namun jauh dari kemudahan aksebilitas bisa dibilang belum sempurna dan kurang ramah bagi penyandang disabilitas.

Dokumentasi : Cintanisatu

Berbeda dengan di Jepang  pejalan kaki disini sangat dimanjakan dengan trotoar yang ukurannya cukup lebar dan bebas hambatan dari pedagang kaki lima, maupun kendaraan bermotor, dan juga tersedia jalur khusus bagi penyandang tunanetra, dengan jalur berwarna kuning yang berstekstur kasar sehingga memudahkan tunantera.

Dokumentasi : Google

Penting untuk diingat trotoar yang rusak bahkan pernah dialami tunarungu ketika berkomunikasi dengan sesama tunarungu menggunakan bahasa isyarat, ada selokan yang tanpa sengaja tidak ditutupi sehingga membuat tunarungu tidak tersadar ketika berjalan lambat sehingga. Sama halnya dengan yang dialami tunanetra sangat kesulitan memahami kondisi jalan yang dilewatinya menyebabkannya harus ekstra hati-hati saat berjalan. Sedangkan bagi tunadaksa dan tunagrahita kesulitan melewati jalan yang landai dan ram yang tidak rata menyebabkan mereka harus ekstra hati-hati saat berjalan.

Sudah selayaknya pemerintah turun tangan membangun kota Jakarta dengan perbaikan insfratruktur sarana dan prasarana dengan meniru Negara Jepang sehingga menjadi kota Jakarta metropolitan dengan pengembangan layanan umum yang ramah dan bersahabat bagi penyandang disabilitas. Sehingga masyarakat dapat menerima keberadaan penyandang disabilitas ditengah-tengah mereka, dengan cara merangkulnya dan mengajaknya bersosialisasi maka impian dan harapan penyandang disabilitas tercapai dengan adanya layanan publik yang memadai bagi penyandang disabilitas. Sehingga menjadikan trotoar idaman yang nyaman dan layak dambaan kita semua.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kontes Blogging kartunet (KBK) 2013 yang diselenggarakan oleh ASEAN Blogger Community chapter Indonesia dan Kartunet Community didukung oleh Xl Axiata untuk menanggapi solusi masyarakat mengenai aksesibilitas serta kenyamanan fasilitas publik di Indonesia dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat pad isu disabilitas melalui media blog (Sumber: kartunet).

Artikel terkait mengenai lomba ini bisa dilihat di  url : 

Sumber :
- UNCRPD
- UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2011
- HARMONI DALAM KERAGAMAN PENERBIT YAYASAN TUNA RUNGU SEHJIRA
- Wisata Edukasi BARRIER FREE TOURISM DISABILITY, JAKARTA


close