Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Showing posts with label Kamu. Show all posts
Showing posts with label Kamu. Show all posts

Sunday, 10 January 2016

Tahukah Kamu?

Tahukah kamu?

yang aku takuti adalah
jika suatu saat nanti kita tak bersama lagi
ada rasa sedih dan kecewa
disana...
kamu bersama orang lain
padahal...
aku sudah cukup sabar untukmu
berusaha setia dan bertahan untukmu
tapi...
apa yang aku dapat tak ada yang istimewa
sedangkan...
engkau mengistimewakan dia dari hadapanku
kamu terlalu acuh dan tak menganggupku ada
disini...
saat engkau bersamaku
bahkan kamu tak rela aku pergi
padahal...
aku sudah berusaha semampuku
untuk satu hari bahagiamu
tapi...
semua itu hanya seperti sandiwara belaka
sedangkan...
aku harus memendam tangisku
saat engkau tak bersamaku

Jakarta, 10 Januari 2016
Dear Diary

Sunday, 3 January 2016

Saat Kesetiaan Diuji

Mempertahankan yang tak pasti, hidup ini tidak akan pernah sejalan, orang yang selalu dirindu akan pulang pada cinta pertama. Dan dia akan berusaha menyembunyikan gengsinya untuk menjaga perasaan wanita yang dicintainya, meskipun dia mencoba berselingkuh dengan wanita lain yang dipujanya.

Wanitanya memang istimewa baginya, akan tetapi sanggupkah wanitanya bertahan diantara wanita lain yang dipujanya, saat bersama memang begitu spesial dia tidak menyadari bahwa wanitanya butuh tidak hanya diistimewakan dengan kejutan manis dan dia juga butuh tempat untuk hadiah yang dapat dikenang seumur hidup yang tak terlupakan.

Mampukah dia memberikan kado terbaik yang bisa membuat hal kecil terasa spesial untuk wanitanya. Sedang diluar sana dia memang bersama wanita lain yang menganggap wanitanya hanya sebuah hiasan yang selalu bergantung, padahal kesetiaan itu tidaklah mudah meski banyak jurang-jurang yang siap mematikan jiwa-jiwanya dan hasratnya untuk dia dan wanitanya belajar menjadi ibu dari anak-anaknya.

Seandainya dia menyayangi wanitanya dengan setulus hati, memberikan lebih banyak waktu untuk menghabiskan kebersamaan diantara kesibukan ataupun rutinitasnya bukan tidak mungkin dia pergi begitu saja meninggalkan sisa satu hari yang tak mencukupi untuk membuat wanitanya bahagia. Memang ada rasa kecewa tidak mendapatkan apa yang diinginkannya dalam kejutan kecil dengan dia. Wanitanya akan berusaha menjadi perempuan kuat semaksimal mungkin untuk satu hari bahagia dalam hidupnya, itu bukanlah perkara yang gampang. Terkadang rasa sedih itu tertutupi dengan senyuman, setegar apapun wanitanya rela menghabiskan perjalanan untuk menempuh tujuan dalam waktu yang lama. Rumit, menjadi satu kesulitan yang terkadang kesalahan muncul saat masalah datang, dan dia berusaha membantu memecahkan solusinya.

Wanitanya apapun dia lakukan satu hari bahagia, bisakah mendapatkan setiap hari 1 tahun hanya ada 12 bulan dalam 365 hari setahun, menjadi hadiah terindah tidak hanya setiap hari tetapi selamanya dalam ruang sederhana menghabiskan kebersamaan disisa waktu sampai maut memisahkan dia dan wanitanya. Walaupun banyak umpan bermunculan, wanitanya lebih memilih setia bersama dia yang selalu menjadi pemilik hatinya.

Jakarta, 3 Januari 2015

Tuesday, 29 December 2015

Detik Demi Detik


Sumber : Kartunlucu.Com


Waktu...
terasa begitu sangat cepat
tak terasa sudah berganti hari
adakah kau rindukan aku disana
sesibuk apapun dirimu

Waktu...
masih sempatkah kita bersama
menyusuri perjalanan cerita
yang terkadang kita menjadi emosional
tak terbatas diantara ruang rindu

Waktu...
sembunyi dimana ketika aku tak ada
masih bermanja riakah kau disana bersamanya
apakah masih pantas aku menemanimu
saat kau memang benar membutuhkanku

Waktu...
bisa saja membunuhku dalam perjuangan meraih
begitu tulusnya aku untuk ada disetiap nafasmu
terkadang egomu sangat membuatku menahan amarah
setiap melihat betapa bahagianya kamu ada aku

Waktu...
bisakah kita bersama mengejar sebuah mimpi
yang masih dalam sebuah coretan kecil
buat semuanya ini pastikan nyata
diriku hanya bagaikan debu bagimu
angin lewat yang terdengar hanya puingnya

Waktu...
jika memang inilah yang terbaik jalan bagi kita
segeralah beranjak menata benang-benang kusut itu
untuk kau susun dengan rapi bak layang-layang terbang bebas
sang merpati tak akan pernah mengikari janjinya untuk kembali


Jakarta, 29 Desember 2015

Monday, 28 December 2015

Tak Perlu Marah

marah
Sumber Foto : Kochiefrog.com

Kadang aku berpikir lebih lama diam, termenung, bahkan mengingat. Adakah ucapan maupun perkataanku yang menyakiti seseorang, bahkan membuatnya kecewa. Kesalahan apa yang kuperbuat sampai membuatnya se-emosional itu, kadangkala aku merasakan keheranan dampak negatif dari ucapan atau omongan orang lain yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Padahal setiap orang memiliki kehidupannya masing-masing, kecenderungan seseorang untuk membenci sesama terkadang membuat semua orang ikut-ikutan untuk membenci. 

Jangan pernah merasa benar mengurusi kehidupan orang lain, apakah di dalam dirimu kamu sudah cukup mengurusi dirimu sendiri, bila belum cukup mampu menghidupi dirimu sendiri berkacalah di cermin apakah pribadimu sudah menarik bagi orang lain atau hidupmu tidak teratur dan membuat orang lain tidak menyukaimu karena belum menarik? berkacalah lagi apakah setiap wajahmu, badanmu sudah begitu yakin itu cukup menarik, tertawalah sebentar adakah hal yang lucu darimu, pernahkah kamu menangis di cermin apa yang tidak menarik, ya ucapan dan setiap perkataan perbuatan dan kehati-hatian dalam bersikap dengan orang lain yang ada disekitarmu atau orang yang mengenalmu. 

Pernahkah kamu mengeluh? setidaknya aku yakin setiap hari kamu mengeluh hal-hal sepele bahkan yang tidak termasuk tidak begitu penting. Wajar setiap hari bila mengeluh terus apakah kamu sadar, kamu lupa mengucapkan kata syukur? Syukur masih diberi nafas untuk siap mengarungi kehidupanmu yang baru, berbeda setiap hari, setiap waktu, setiap jam. 


Aku? setiap hari menangis bersyukur Tuhan Maha baik, maha pemaaf karena denganNya aku masih diberikan kesempatan untuk terus berbuat baik terhadap sesama, masih diberi nafas, masih bisa berkarya, masih bisa mengulurkan tanganku untuk berdoa memohon ampun, memohon maaf kepada kedua orang tua, berbuat sebisa mungkin untuk membahagiakan mereka setiap hari dengan sederhana. Tak perlu harta mewah, tak perlu uang banyak, yang terbaik adalah mendoakan agar setiap hari bisa selalu bersama mereka kedua orang tua yang senantiasa selalu ada untukku. Tanpa mereka hidup terasa hambar bagai nasi tanpa garam. 


Masih mau membenciku? masih mau tidak menyukaiku? masih mau tak peduli berteman denganku? tak adil itu kamu sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan akal sehat, kesempurnaan raga tapi kamu bertindak kasar sesukamu bahkan menggila karenaku. Hei....Tuhan saja bisa memafkan hambanya, sedangkan kamu tidak mau, bisakah memaafkan saudaramu? walaupun kamu dan aku tidak sedarah tetapi kita bersaudara, satu rumpun ciptaanNya. 


Ingatlah tak perlu marah berlama-lama atau bahkan setahun puluhan tahun, semua ucapan dan perkataanmu nanti akan dicatat seburuk-buruknya kamu, sebaik-baiknya kamu pikirkanlah sekali lagi tak perlu marah berlama-lama, bila masih terus seperti itu penyakit akan datang menyerangmu yaitu penyakit hati karena tidak mau memaafkan orang lain disekitarmu, yang mengenalmu, dan siapapun yang pernah berjumpa denganmu. 


Setiap orang punya karakter yang unik, pribadi yang unik dan kehidupan yang unik, berbahagialah setiap hari, setiap waktu, setiap jam apapun itu, masalah di dalam hidupmu diantara kamu dengan siapapun. Karena kebahagiaan itu hanya datang pada saat yang tidak disangka-sangka. Kesedihan yang tidak disangka-sangka. Maka belajarlah untuk tak perlu marah, semua orang akan selalu ada disekitarmu walaupun kamu tidak mengenal mereka. Suatu saat kamupun juga akan mengalaminya. 



Jakarta, 18 Mei 2015

Wednesday, 26 August 2015

Bisakah

Terkadang sulit mengungkapkan semua isi dan perasaan yang membelenggu di hati, pikiran bahkan juga ingatan.

Semua berawal memang tidak sengaja, pertemuan pertama yang begitu berkesan dan memori pertemuan pertama itu kemudian terekam dalam ingatanku hingga kini.

Memang semua orang bisa saja berubah tapi..untuk kamu janganlah pernah berubah sedikitpun untukku, menyukaimu dan bahkan mencintaimu saja tidak pernah ku ucapkan dari mulutku. Atau perasaanku yang masih terkunci?

Bisakah....
Kamu katakan padaku artinya cinta?
Bagaimana bisa menjadikanmu yang terindah untukku? Atau menjadikanku yang terbaik dan terindah bagimu?

Meski ini hanya sebuah tulisan bagimu yang tak berarti apa-apa, setidaknya ini adalah naluriku untuk nenyalurkan hasrat dan perasaanku yang sesungguhnya padamu. Sebuah kejujuran yang terkadang tak mampu diterka olehmu.

Dear Diary
Jakarta, 19 April 2015

Perasaan Hati

Aku tahu kamu sengaja diam
Aku tahu kamu sengaja bersembunyi
Aku tahu kamu sengaja tak mengabari
Agar aku khawatir karenamu
Agar aku khawatir keadaanmu
Agar aku khawatir kamu pergi menjauh
Tahukah...
Disini aku bertahan karenamu
Disini aku mencoba menjadi setia
Disini aku berkorban untukmu
Supaya...
Kamu bisa tahu yang sebenarnya
Aku terlalu cemburu untuk mencintaimu
aku terlalu cemburu untuk wanita lain dikehidupanmu
aku terlalu cemburu untuk kau sayangi wanita lain dikehidupanmu
Biar...
Semua itu hatiku hancur terbuang
Hatiku sesak untuk terlalu membencimu
Hanya demi kamu
Karena itu tepat dihari ini adalah 10 bulan aku mengenalmu
Apakah dan masih ingatkah pertemuan itu
Semoga kamu ingat...

Dear My Love
Jakarta, 29 Juli 2015

CINTA YANG BERBEDA PANDANGAN, MISI YANG SAMA DAN VISI YANG BERTOLAK BELAKANG

Ah....dramatis banget judulnya, terlalu dilebay-lebaykan...tapi sebenarnya itulah kisahnya karena memiliki pasangan butuh rasa saling suka saling percaya satu sama lainnya, dan juga komunikasi yang tidak boleh berhenti. Dan satu hal lagi bisa menaklukkan keluarga termasuk orangtua. Karena cinta itu adalah hal termanis yang tak bisa diulang kembali, ada rasa yang membuat semakin rindu ada rasa yang membenci dan ada rasa untuk meninggalkannya. Akan tetapi itulah cinta tak terungkap dengan rangkaian sebuah kata, karena disitulah harta karunnya yang membuat mereka jadi tergila-gila. Naluri akan keindahan dan kemolekan kisah yang dijalani berdua.

Gue????
Hal romantis yang tak bisa gue dapetin saat ini. Keindahan akan rindunya surga dalam dzikir dan ibadah adalah yang sulit, hanya karena itulah perbedaan agama kadang menjadi penghalang rindu akan Tuhan. Karena Tuhan kita berbeda, gue gak yakin apa gue bisa menaklukkan dia untuk pindah agama. Karena itu semua kembali ke diri masing-masing.

Kadang ketika dia jauh, gue dan dia menjadi seorang yang berbeda, komunikasi lewat hp dan terkadang dicuekin bahkan gak ada komunikasi sama sekali, terkadang mendadak buat saling berjumpa. Ketika dekat sama dia terkadang dia menjadi orang yang manja, penuh kasih sayang, dan perhatian. Terkadang dia bisa menjadi orang yang menyebalkan ketika sudah dekat dengan gadget, dan berkomunikasi dengan orang lain. Waktu jadi tersita, konunikasi hanya sebentar. Buat gue komunikasi itu penting agar sama-sama saling percaya, jalanin hubungan dengan tulus dan serius. Gue benci menjadi orang yang cemburu, gue terlalu cemburu, bahkan saking cemburunya gue gak bisa dapetin yang namanya kejutan ataupun sisi romantis yang gue dapetin dari dia.

Gue, gak perlu bersusah payah buat menunggu saatnya tiba, walaupun suatu saat nanti gue gak disini lagi, gue ikhlas, dan gue siap karena ajal gak ada yang tau. Sakit yang selama ini gue rasakan ternyata membuat gue menjadi semakin dekat sama Tuhan, membuat gue bisa bertahan karena cuma Tuhan yang menyayangi dan mencintai gue. Gak ada yang melebihinya, hanya karena gue gak ada yang mencintai dan mendampingi, Tuhan selalu ada untuk menjadi pendengar dalam setiap doa-doaku.

Setiap tidur gue selalu dibawa mimpi akan kematian, itu berlangsung setiap saat dan gue membenci air mata, masih banyak impian yang belum gue capai, masih banyak dosa yang belum gue perbaiki, Ini menjadi titik terendah gue selama gue menjalani kehidupan yang penuh dengan teka teki. Titik tertinggi yang belum gue capai saat ini adalah bagaimana bisa membahagiakan mereka orang-orang yang gue kasihi, orang-orang yang mensupport gue penuh kasih dan sabar. Gue merasa menjadi orang yang egois untuk bangga sama diri sendiri, nyatanya gue belum berbuat apa-apa yang terbaik di hadapan Tuhan.

Suatu hari atau ditahun yang akan datang, jika memang dimudahkan dijodohkan atau pun direstui, yah suatu kebahagiaan tersendiri bisa dekat dan bersama seumur hidup, kalaupun bisa selamanya. Karena kesetiaan itu tidak mudah, menaklukkan dia yang berbeda, dan terkadang ada kebencian yang membuat rindu, kasih sayang yang membuatku merasa nyaman berada di dekatnya.

Tahukah...cinta pertama tak pernah datang terlambat walaupun tidak bisa bertahan lama, karena itu bisa menjadi kebahagiaan tersendiri. Bisa menjadi buku kenangan dan tidak pernah berakhir dengan tidak sangat manis. Tapi gue percaya disana ada kebahagiaan lain yang bisa ditaklukkan suatu hari nanti ataupun pun mungkin esok hari. Menaklukkan dia diantara perbedaan-perbedaan itu.

Jakarta, 14 Agustus 2015

Semua Tentangmu

Buat yang baca. Ini tentang kejujuran disiang bolong eh malem ding #abaikanlah hahaha

#Curhatanku

Misteri angka 5 di Bulan Oktober setahun yang lalu.

Awal singkat perkenalan yang tak disengaja disebuah situs pertemanan pencari jodoh ini membuatku penasaran dengan situs ini. Gegara situs ini gue menemukan teman yang menurut gue tuh special, walaupun agak ngejutekin, dan susah buat diajak ngerumpi bareng ditempat ramai.

Disitus ini semua serba ada. Mau like atau dislike, Tinggal pilih koleksi yang ada disitus itu mana saja yang bisa sreg dihati dan enak buat diajak ngobrol lebih jauh, yailah....situs ini emang bener-bener ajaib dan membuatku semakin ketagihan buat mencari teman. Nggak kepikiran buat mencari pasangan yang sesuai seleranya sama. Bahkan disitus ini gue sama seseorang yang disamarkan namanya bisa bertukar ilmu seni desain bahkan hal-hal lain diluar nalar [baca: Ilmu Ghaib]. Tiba-tiba gue dikirimkan sebuah gambar lucu yang menurutku beda dengan yang lain. Ini pakai foto pribadi bung! Dan dia bikin meme sendiri buat menertawakan dirinya sendiri. Fotonya aja diprivate cuman gue yang beruntung dikirimkan fotonya melalui keinginan siempunya foto.

Isi tulisannya begini "menantu idaman itu yang anak desain", "jangan ngaku jomblo pacaran aja gak jadi-jadi", "pacaran itu ibarat layangan, putus aja bisa nyambung lagi, itu telepon kaleeee". Tiap baca picturenya gue gak bisa diem ketawa terus kayak orang belum minum akua. Sungguh sengaja kreatif nih atau terlalu kreatif. Yah begitulah anak desain awal-awalnya enak buat diajak ngobrol gak ada yang isinya curhatan semuanya isinya seni lama-lama jadi bosen juga dan akhirnya malah jarang ngobrol lagi akibat kesibukan masing-masing. Gak sempat tuker-tukeran nomor hp apalagi pin bbm. Aih.....bubar deh ditempat.

Selama 4 bulan kenal sama cowok disitus itu belum pernah sekalipun ketemu. Hilang kontak beneran sama itu cowok. Namanya aja lupa gegara lagu "hilangkanlah ingatanku" jadi ilang ingatan beneran semua hahahaha....password situs itu aja sampe lupa beneran gak inget deh.

Dan dengan sangat terpaksa lupain tuh akun eh situs, dan cari situs perjodohan yang menurut temen gue tuh keren! Katanya iya katanya "ayo coba aja keren tau itu situs bisa nyariin kau cowok! Tapi..cowoknya yang deket sama daerah kau" alaamaakk...ini bahasa batak temen keluar deh..

"Gegara ini situs bikin gue deket dan kenal sama kakak senior kampus.eh ternyata beneran kakak senior gue hahaha...."

Dan apalah ini situs bikin gue semakin penasaran dibuatnya, dengan sangat berat hati bikinlah user name yang abal-abal. Terus sebelum gue bikin nih user name gue minta pendapat dulu sama temen yang semuanya udah pada bikin duluan.

Katanya sih begini
"jangan kau bikin akun abal-abal itu situs kan nyambung ke mendsos lain!".

"Mau bikin akun abal-abal gak usah dimanis-manisin ntar ketemu langsung dia kabur gimana? kayak di iklan-iklan beda sama aslinya!"

"Cobain aja dulu ntar ketemu langsung bawa manisnya buang pahitnya, seru ko malah temen penghilang stress!"

"Liat nih si bule mau ketemu gue tapi gue yang kenegaranya dibayarin! Lah ga munafik sih. Tapi kalo pergi sendiran takut di deportasi hati gue ahaha...

~~~~

Setelah lama berpikir ulang bikin juga itu akun pertama gue, yang sekarang bisa dibilang itu akun sudah berjalan setahun. Banyak pelajaran yang bisa gue petik gak semua cowok itu sempurna, mereka rata-rata mencari pasangan yang sesuai usia dan gelar, tapi mereka gak pernah nanya "apa agamamu?". Padahal menurut gue agama itu penting supaya gak salah langkah gak salah arah.

Beruntung gue selama setahun ini menemukan temen yang karakternya beda-beda. Cara ngobrolnya juga beda. Bahkan sudah beberapa kali ketemu dan sampe sekarang masih suka komunikasi lewat bbm, WA, Line atau lewat FB juga. Bahkan juga gue tularkan semangat buat bersosialiasi lebih banyak temen, atau relasi agar gak punah..halah punah...

Ada satu cowok yang membuat gue beneran suka makin suka makin suka dari hari ke hari. Tapi untuk ngajak serius butuh pendekatan yang lama. Iyaaa sebentar lagi sudah mau setahun. Apa yang gue dapet? Di duain iya! Di lupain iya, bahkan ngedapetin hal-hal yang romantis kayak dikasih bunga, coklat, boneka , atau apalah gue gak pernah! Mau ngeluh atau nangis pun percuma, marah juga percuma. Masa bodoh amatanlah tapi gue masih bisa nafas, masih bisa deket sama orang lain. Walaupun terpaksa LDR, tapi gak bertahan lama. Karena sama-sama miss komunikasi. Putus? Ah..sia-sia..hubungan ngambang seperti berada di laut lepas. Gak ada yang pegangin, pelukin, kuatin. Huwft...

(Buka situs perjodohan)
Ada message masuk dari cowok baru sebut saja namanya mister dono kasino indro [biar fair namanya dibanyakin]  tapi isinya bukan hai, hallo tapi langsung nyaut kayak temen lama yang baru kenal.bener kata temen gue bilang ambil manisnya buang pahitnya. Ahhh sialan nih temen gue satu ini.

Lama-lama saking penasarannya jadi pengen ngobrol banyak hal sama itu cowok, tapi kok jutek sih. Justru jutek itu yang bikin gue jadi suka ahahaha. Kata salah satu buku panduan "cewek itu mau dijutekkin, atau bahkan kebalikkannya akan jadi sindrom suka, jika dijalani dengan sabar maka jadilah pacar yang setia" [ abaikan buku abal-abal itu gak taulah judulnya lupa hahaha...]

Hari semakin berwarna dengan kehadirannya, baru kenal juga kok asyik ya orangnya tapi bingung, apa ganteng itu termasuk playboy ya, cakep itu relatif termasuk suka deketin cewek terus ganti lagi besoknya. Gimana mau jadi setia muka ganteng gitu ya. Jadi agak ragu hahaha. Begitulah awalnya.

~~~~

(Kaget melihat tanggal ulang tahun yang sudah lewat di profilenya) Hah!!! Apa??? Ulang tahun? Wuih gue aja baru kenal juga masa ngucapin ulang tahun pas kenalan. Lucu ini mah..ngucapin aja telat 3 hari. Tapi ga papalah yang penting ucapannya lagian mah cowok gak bakalan minta apa-apa sama cewek kok, doa aja juga cukup. Apalagi baru kenal ketemu juga belum. Emang mau diculik gitu? Ihh....[kata-kata khayalan gue dalam hati khayalan yang terlalu ketinggian banget gak jelaslah].

Dia membuatku semakin penasaran, sudah membuatku jatuh cinta seribu bahasa hati ini. Sudah sebulan gue mengenalnya bahkan bertemu saja belum. Rasanya kok hambar sekali. Tidak ada kabar satupun darinya. Ah...ingin sekali cepat-cepat bertemu dengannya. Sudah melewati kedua bulan ketiga bulan. Akhirnya ketemu juga dan rencananya sih mau nonton bioskop tapi gagal ya sudahlah. Lagian emang pengen nonton sih tapi nanti juga ada siaran ulangnya buat nonton bioskop di hari lain.

Makan malam pertama ketemu terasa hambar karena ada kucing kampung ngeong minta jatah 2 porsi ayam kfc yang kumakan, sungguh mengganggu suasana makan yang lagi kelaperan bahkan suasana malam itu lagi syahdu-syahdunya, dingiiinnnn.

Setelah selesai makan mau foto-foto ria sejenak eh malah dengan sengaja fotonya dihapus "gak usah difoto, gak maulah jelek tau" begitu katanya.

Yah gagal deh candle lightnya apalagi lilinnya meong yang selalu ribut ngeong. Jadi pusing dan pengen cepet pulang. Karena gak kuat angin malam, apalagi sudah pusing sama ulah kucing yang sengaja gangguin biar dapet jatah tambahan sisa ayam. ya sudahlah, sabar-sabar saja.

#Curhatanku

(Kaget melihat tanggal ulang tahun yang sudah lewat di profilenya) Hah!!! Apa??? Ulang tahun? Wuih gue aja baru kenal juga masa ngucapin ulang tahun pas kenalan. Lucu ini mah..ngucapin aja telat 3 hari. Tapi ga papalah yang penting ucapannya jam lagian mah cowok gak bakalan minta apa-apa sama cewek kok doa aja juga cukup. Apalagi baru kenal ketemu juga belum. Emang mau diculik gitu? Ihh....[kata-kata khayalan gue dalam hati khayalan yang terlalu ketinggian banget gak jelaslah].

Dia membuatku semakin penasaran, sudah membuatku jatuh cinta seribu bahasa hati ini. Sudah sebulan gue mengenalnya bahkan bertemu saja belum. Rasanya kok hambar sekali. Tidak ada kabar satupun darinya. Ah...ingin sekali cepat-cepat bertemu dengannya. Sudah melewati kedua bulan ketiga bulan. Akhirnya ketemu juga dan rencananya sih mau nonton bioskop tapi gagal ya sudahlah. Lagian emang pengen nonton sih tapi nanti juga ada siaran ulangnya buat nonton bioskop di hari lain.

Makan malam pertama ketemu terasa hambar karena ada kucing kampung ngeong minta jatah 2 porsi ayam kfc yang kumakan, sungguh mengganggu suasana makan yang lagi kelaperan.

Setelah selesai makan mau foto-foto ria sejenak eh malah dengan sengaja fotonya dihapus "gak usah difoto, gak maulah jelek tau" .

Yah gagal deh candle lightnya apalagi lilinnya meong yang selalu ribut ngeong. Jadi pusing dan pengen cepet pulang. Karena gak kuat angin malam, apalagi udah pusing sama kucing yang sengaja gangguin biar dapet jatah tambahan sisa ayam.

Dia tetep gak mau pulang nungguin sampe selesai ngomong..bingung kan mo ngomong apalagi coba hahaha...beneran bingung dan gak tau ngomong apa yang udah disimpen duluan diotak.

Sebelum pulang mau ngomong serius, beneran serius..
Me : "serius ga nih jadiannya yang kamu kirim ke aku beberapa bulan yang lalu? kalo bercanda yaudah..
You : "seriuslah masa bercanda?
Me : " yakin?"
You : "iya yakin"
Me : "awas yaa.."
You : "awas apaan?"
Me : "awas aja pokonya, ayo buruan pulang ikan bobo"
You : "yailah belum selesai juga udah berhenti aja..gamaulah.."
Me : "udah lanjut aja d line"
You : "yaudahlah udah malem kan ya? Baru sore kok minta pulang"
Me : (dalem hati, apaan udah sore? Pagi iya kalee..).
Diperjalanan diantar sampai rumah, gue sewot setengah bloon, nih orang jutek amat apa gimana ya, tapi itu sih yang bikin gue suka sama dia.

Gue jadi inget pesen meme temen gue itu di dumay. Walaupun gue gak sempet simpen fotonya, tapi beneran terjadi sama hubungan gue setahun belakangan ini.
"Jangan ngaku jomblo pacaran aja g"
"pacaran itu ibarat layangan, putus aja bisa nyambung lagi, itu telepon kaleeee"

Cuma dia doang yang bilang "apa agamamu, islam kan? Gpp lah kita beda agama loh". Aiihhh...jleb...serasa disambar petir disiang bolong, yang imamin aku siapa dong????"(kataku dalam hati sedalam dalamnya hati sakitnya tuh di hati).

Mudah-mudahan sih gue bisa dapet imam yang bisa sholat bareng, ngaji bareng itu yang bikin suasana jadi makin romantis, syahdu-syahdu gimana gitu, iyalah siapa juga sih gak pengen kayak begini semua juga pengen manusia yang inget sama Tuhannya, juga pengen bisa deket sama TuhanNya biar dipermudahkan jodohnya biar harmonis hubungannya.

Langgeng urusan hubungannya sama pasangannyalah, jodohnya sudah ada dan biar Tuhan yang kasih jawaban buat pikiran, hati perasaan masing-masinglah. [Moga aja beneran jodoh ya Allah gak minta yang muluk-muluk hanya minta yang pasti].

Tapi hubungan ini kok terasa lain, gak ada euforia atau apalah yang bikin hubungan ini bisa bertahan lama. Mau seberapa lama jalan mau seberapa lama dekat tapi seberapa lama gue itu bisa bertahan. Yaph bertahan di dalam ketidakpastian. Tapi gue percaya dia sengaja menyembunyikan atau menjaga perasaan salah satunya. Pernah pegen mencoba menjauh, benci, tapi rindu yang semakin buat gue jadi sayang. Sayang buat ninggalin dia. (Lebay? Ah gak juga sengaja berprosa).

Gue pernah ngalamin gimana ngadepin cowok yang notabene playboy kata temen-temennya sekomplek secara gue dulu yang pernah mutusin dia eh balik buat jadi temen baik. Gak usahlah musuhan. Percuma musuhan seumur hidup gak akan bikin gue panjang umur. Dan dia itu cowok pertama gue di musim masih SMP. Bahkan cinta monyet gue aja masih temenan karaokean, ngobrol gak jelas, namanya juga mantan pasti ada reuninya hihihi...

Gue cuma belum pernah ngerasain jalan berdua, jalan ketempat yang romantis bahkan ke tempat hiburan lain yang belum pernah dikunjungi. Cuma ya gak bisa bagi waktu buat jalan. Ngeremnya dirumah ngobrolnya pehapein banget, gak ada mesra-mesranyalah kalo ditempat rame malah bisa dibilang jutek atau mungkin ah..sudahlah...mungkin dia sengaja tak mau beromantis.

Dan diakhir cerita ini gue gak berharap lebih siapapun nantinya pasangan gue, jodoh gue, kalaupun dia ya alhamdulillah, kalaupun bukan ya maka dekatkanlah lagi supaya bisa saling ngerti lagi satu sama lain, bisa jaga egonya masing-masing, bisa saling kenal lagi satu sama lain. Pokoknya memulai semuanya dari nol, bukan dari awal atau sampai akhir.

Setidaknya gue mencoba jujur. Dan akan memilih siapa dia nantinya, gue atau orang lain. Gue hanya bisa disini setia menunggunya sampai bilang "hey...you marry me?"...aih....

(Aahhh....tulisan gue itu ternyata semua adalah mimpi sang bunga tidur, mimpi nyata yang gak harus menjadi kisah legenda buat diceritakan ke anak cucu gue....)

-sekian-

Jakarta, 26 Juli 2015

Thursday, 6 November 2014

SEMUA TENTANG KITA

Dan bukan karena aku yang memilihmu atau karena kamu yang memilihku, semua itu adalah proses butuh perjuangan untuk dapat meyakinkan diri bahwa tidak ada yang pasti. Bukan berarti harus pergi perlahan atau menjauh perlahan, semakin aku merindukanmu atau semakin kamu merindukanku, ada gejolak asmara diantara kita yang tak terpisahkan.

Masih ada banyak waktu dan ruang untuk kita berbicara banyak hal yang tak kita ketahui sama sekali, kekurangan bukan berarti kita harus menyerah pada kegagalan. Ada kelebihan yang kita miliki bukanlah suatu alasan untuk memamerkan diri. Lebih banyaklah berkarya atas kekurangan diri. Dari sana kita pun belajar untuk mencintai seseorang atau menyayangi seseorang.

Belajarlah dari mengenal aku dan kamu untuk dapat menyatukan perbedaan yang ada. Bagaimana menyatukan hubungan dua sejoli diantara kita, agar menjadi hubungan yang erat. Setiap masalah itu ada solusi dan setiap solusi itu ada jalan keluar bagi kita untuk saling menguatkan. Belajar memaafkan, belajar mengalah, dan belajar menyikapi perbedaan yang ada. Semua adalah tentang kita.

Jakarta, 5 November 2014

SEPEKAN TERAKHIR BERSAMA

Bagaimana aku bisa tahu tentangmu, bagaimana aku bisa tahu semua hal yang ku tak tahu sama sekali, dan bagaiamana pula aku bersabar menghadapi semua sikapmu?

Mengurung diri dalam lamunan senja bertabur cahaya bintang yang tak mau menampakan kemolekkannya. Hanya aku bisa diam berdiri menatap jendela keluar berbicara pada awan malam yang pekat. Dari sana tampak butiran-butiran debu bersama angin sepoy yang meliuk-liuk menari mengucapkan kepadaku "jangan bersedih ku buat kau bergembira melihatku menari malam ini".

Bersama angin pualam yang semerbak daun kamboja mewangi dalam kegelisahan diri. Dimana sang pujaan hati tak memberi kabar dalam sejuta tanda tanya yang bermilyaran bahan cerita yang tak sanggup ku karang dalam kiasan sandiwara. Membuai dalam harapan yang sendu menghipnotis semua kehidupan masa lalu yang tak seharusnya dibaca dan diceritakan.

Sang pujaan hati tak mau diam membisu dia selalu saja membangkitkan semua kenanganku, apa ada yang salah dalam semua kisahku atau hanya begitu dia yang keingintahuannya luas ingin mengetahui semua masa laluku. Ah...biar saja semua tenggelam bersama badai yang siap menghampiriku, itu adalah aku dan itu adalah masa lalu. Biarkan semua dihantam petir agar kau tak terus bersandiwara. Aku sudah lelah dengan semua yang telah lalu. Biarkan aku bersamamu dengan semua cerita yang nantinya kurangkai bagai melodrama yang penuh dengan cerita romantis kita, atau kebencian, air mata, dan tawa yang membuat semua cerita ini menjadi hidup. Bersamamu memulai petualangan baru dengan cinta.

Mungkin darimu tak yakin bagaiamana aku, seperti apa aku, yakinkan aku, dan membuatmu semakin mengerti tentangku, aku hanya belum siap dari segala hal cerita yang kurangkaikan nantinya padamu. Aku percaya kamu bisa benar-benar mencintaiku dan menyayangiku dengan segenap ketulusan yang bertabur kebahagiaan bersamaku meski aku takut kekuranganku akan membuatmu menjaga jarak untukku. Semakin kamu tenggelam dan menjauhiku dalam jarak pandang yang tak lagi mampu menjadi sandaran dalam jiwaku.

Setiap kali aku menangis, bukan karena aku merindukanmu tetapi aku menangis mengingat semua hal manis bersamamu. Bolehkah aku menangis saat jauh tanpamu. Kadangkala aku pula tak berani menangis dihadapanmu. Aku berusaha untuk kuat bila kau disampingku. Kehadiranmulah yang membuatku semakin kuat dan semakin sadar bahwa aku tak boleh berhenti untuk terus menyakinkan diriku, hidupku tak sendiri. Hanya kamulah yang membuatku benar-benar nyaman ketika kau berada disampingku, saat jauh aku terus mengingatmu tak pernah sekalipun ku berprasangka buruk padamu. Saat dekat denganmu pula aku terus mengingatmu. Apa salah?

Bisakah aku benar-benar mencintaimu meski kamu tak peka. Membiasakan diri untuk memulai menyayangimu dalam rautan kisah yang selalu merindukan kenangan. Aku tulus apa adanya, butuh perjuangan untuk mendapatkanmu kembali, meraih semua yang ingin aku gapai bersamamu. Dapatkah aku meraihnya semua hal saat berada disampingmu, bersamamu, dan saat jauh. Itu adalah kisah yang berbeda yang tak mampu aku biarkan ini berhenti begitu saja. Aku tidak butuh harta, dan kekayaanmu. Aku hanya butuh kamu saat ini, esok hari, dan selamanya.

Jakarta, 6 November 2014

Thursday, 18 September 2014

Tunggulah Aku di Dawai Asmaramu

Bingung ku harus memulai darimana
Semua ini berlalu begitu sangat cepat
Sehingga tak sempat ku susun menjadi sebuah cerita
Tetapi aku masih ingat bagaimana rasanya suka
Menyukai seseroang dan kemudian jatuh cinta

Masih adakah peluang disana 'tuk mendapatkanmu
Masih adakah peluang disana 'tuk mendekatimu
Meski kita terhalang antara jarak dan waktu yang sulit ditempuh

Membayangkan dirimu disaat kita jauh
Hati ini serasa sendiri bukan milik siapa-siapa terasa kosong
Dan kehampaan ini mulai ditangisi oleh air mata kesedihan
Diantara udara dan daratan yang membuat kita terpisah diantara ruang waktu

Aku tahu ini sulit, aku tahu ini tidak mudah
Tapi aku yakin aku percaya meski aku takut untuk meyakinkan diriku
Seberapa besar cintamu padaku disaat seperti ini
Mudah goyah diombang-ambing dalam buaian asmara lain

Rinduku menantikan kehadiranmu
Kini semua kisah kita masih sangat kusimpan dengan rapi
Tunggu aku disana untuk menjemputmu dawai asmara yang kau nantikan

Jakarta, 18 September 2014

Friday, 11 July 2014

KEHADIRANMU

kehadiranmu...
Adalah sosok yang kunantikan
Disetiap waktu antara jam, detik, dan menit.
Seolah semua yang ku tak punya termasuk cinta
Telah hadir dalam rindu yang datang silih berganti
Menerobos antara kehampaan dan kesepian pelukan.

Diantara itu hanya engkau yang mampu merajam diriku dengan semanis janjimu  dan semanis kebohonganmu serta belakamu.

Yang kuminta darimu inginku adalah
Buat semua cerita tentang kita indah saat dikenang.

Walaupun banyak kisah kita yang terlewatkan namun yang pasti akan selalu teringat.

Cerita kita bukan seperti kisah sinetron bukan pula film dramatis ataupun romantis.

Hanya setiap kali melihat wajahmu hatiku berbunga bahagia tetapi yang kirimkan adalah  sebuah lukisan manis yang bisa membuatku tersenyum.

Jantungku berdegup kencang mengikuti irama musik yang syahdu, rocker, pop ataupun dangdut setiap kali bertemu denganmu aku tak berani menatapmu.

Yah, aku tahu alam dan seisinya, rasa sayangmu padaku belum berjuta-juta seperti bintang yang ribuan tahun selalu bersinar.

tapi aku tetap menunggu setia disini menanti engkau datang untuk memberikan sekuat tenaga, mencurahkan seisi jiwa dan kasih sayangnya untukku.

Aku yakin engkau bisa bersinar bersamaku seperti dongeng yang abadi, menerangi kegelapan dan kesunyianku agar aku tidak kesepian lagi menyambut dunia baru

Dear Diary,

Jakarta
11 Juli 2014

Saturday, 18 January 2014

Dua Insan

Adakah rasa tulus saat ini kau berikan untukku
Adakah rindu yang menggembu tuk menantikanku
Disaat semua rasa sepi ini datang melanda
Redakan semua kekosongan dihati

Entahlah...
Mengapa ini bisa terjadi begitu cepat
Seolah sang waktu mempermainkan kisah kita
Tatkala senyumanmu menggoyahkan semua
Keinginan terbesar dalam hidupku

Tuk mendapatkanmu dalam bingkai cinta
Ku rangkai kata demi kata seindah mungkin
Sehingga menjadi kiasan yang bermakna
Dan menjadi karangan yang penuh arti

Kau selalu saja membuat hatiku berdebar
Tak mampu kuasa menahan mulut ini berucap
Mengatakan satu dua kata saja aku bingung
apalagi merangkai kalimat yang indah untukmu

Tuhan....
Pertemukanlah dua insan yang menjauh ini
Agar mampu menjadi insan yang saling menyayangi
Kelak hanya kepadaMu aku dan dia menjadi dekat
Memimpin bahtera kehidupan baru dengan izinMu

Jakarta, 18 Januari 2014
Dear Diary.

Wednesday, 1 January 2014

Dalam Diam

Saat masa lalu tenggelam ditelan waktu seakan kembali mundur kewaktu yang lama. Kesakitan, kecemasan, kekecewaan, kemarahan dan tangis semua seakan menjadi lembaran cerita yang telah mengusik jiwa. Terlalu lemah sehingga raga ini tak berdaya terselungkup oleh abu sedikit demi sedikit.

Sirna akan keteguhan yang semakin pudar seolah diri ini tak percaya dengan apa yang sudah terjadi sehingga tak mungkin terulang. Masih ada jantung ini yang terus berdenyut memberikan setidaknya untuk bernafas mencintai dunia dengan kerendahan hati walau terasa berat untuk ditinggalkan terlalu gemerlap dan indah, sehingga adrenalin ini terpacu mencari sesuatu yang setidaknya berguna.

Terkadang keegoisan dan keirian selalu merenggut jiwa ini membawa kepuasan pada harta yang berlimpah. Dimana lagi kita mencari kalau bukan dunia. Ahhhh tahukah dunia ini begitu fana sehingga keelokannya menggelapkan mata kita. Sesungguhnya yang dicari dari mereka adalah harta bukan iman maupun ilmu yang akan dibawa saat kita tidak di dunia lagi.

Ingin rasanya hati dan mulut ini berteriak sampai nadi ini berhenti. Tapi tak mampu, ada rasa penyesalan yang membuat kita menangis larut dalam doa yang teramat dalam. Sehingga waktupun tak akan mampu berdiam dia akan terus berputar sampai kita berhenti tepat dimana kita berdiri. Dia akan pelan-pelan berbunyi ketika jam bertik tik pada kita. Sadarkah? Waktu tidak pernah berhenti sampai sedetik ini.

Saat aku menulis ini ada rasa penyesalan yang teramat menyakitkan sehingga tidak mungkin ditenggelamkan oleh sang waktu. Masih sedetik ini setiap aku menulis selalu ada tangis dalam diamku. Entah harus dimana lagi kutuangkan penaku kucoba mencoret-coret ceritaku dalam tulisan yang sepanjang ini tak ada kata yang berguna, yang menyayat hati hanya ada kalimat yang penuh dengan kemarahan, keemosian dan jiwa yang diliputi dengan teriakan. Pasti kita semua merasakan apa yang dinamakan cerita.

Dengan balutan kertas yang tak bernyawa masih ada tersimpan kisah yang menarik namun kadang sempat terabaikan dalam momen kita. Semakin kita mengungkapkannya namun tiba-tiba terlepas dalam ingatan. Tak ada lagi cerita yang menarik yang mampu mengingatkan kita pada kejadian yang terlewat dan terlepas dari itu kita pun semakin lupa pada waktu dan semakin kita menyesalinya.

Semua biarkanlah saja terlupa tapi kita pun sangat semakin yakin bahwa kita tidak akan pernah lupa apalagi melupakan. Begitu sangatlah sulit untuk benar-benar dilupakan. Mengingat kembali semua cerita kita pun akan berurai air mata tahukah kamu jika meneteskan setiap butiran air mata yang keluar ini dengan penuh penyesalan dan keteguhan hati bahwa air mata ini berasal dari waktu kita disepanjang hari dalam melewati perjalanan waktu.

Berdoalah dan berbicaralah pada Tuhan-Mu. "Dimanakah penyesalanku saat itu, dimanakah bahagiaku saat itu" . Dan semua kisah kita pun akan kembali pada-Nya.

Selamatkanlah dirimu dan duniamu dalam malam pergantian tahunmu. Percayalah Tuhan-Mu itu maha baik akan memudahkan setiap segala urusanmu dengan duniawimu.

Salam,
Dear Diary.

Jakarta, 1 Januari 2013
00.00 WIB

Sunday, 29 December 2013

Jangan Katakan Selamat Tinggal

Mengapa harus ada perpisahan saat semua murni menjadi masa lalu. Ah entahlah ini memang sebuah pengkhianatan kecil seakan itu ditujukkan kepadaku. Semakin aku tidak memperdulikannya semakin aku melupakannya dan aku pun perlahan-lahan semakin kembali teringat. Mungkin aku ingat dimana letak kesalahanku dulu tapi itu sudah dipastikan akan tercatat bukan hanya dalam memory otak tetapi juga dialam sana. Alam yang jauh lebih indah...

Semakin aku merindukan semakin aku ingin mencarinya sampai akhirnya kudapati hanya sebuah karangan cerita biasa sama seperti yang dulu. Setidaknya aku menemukan kisahku yang memang bukanlah kisah sejati namun berkesan. Ada 365 hari dan 12 bulan dalam setahun, entahlah apa saja yang sudah kulewati pada masa itu.

Tapi aku masih menyimpan impian kecilku yang orang lain belum tentu tahu tentang itu. Aku hanya bisa menangisi setiap perjalananku penuh dengan peristiwa-peristiwa yang patut menjadikanku pelajaran yang amat berarti. Tidak ada salahnya berbalik pada masa lalu agar itu menjadi penyesalan. Naif memang tapi sungguh berarti bahwa perjalananku tidak akan berhenti hanya disini saja.

Yang kulakukan bukan hanya menyimpan secarik cerita dalam diary manis ini agar semua orang tahu bahwa aku baik-baik saja dan masih setia dengan rasa yang berbeda. Dan yang kulakukan adalah mengembalikkan keceriaan itu menjadi kenangan yang membahagiakan. Bukan otakku yang error ataulah nasibku yang sial tapi kekuatan inilah yang menjadikan aku setegar ini kujalani hidupku dengan intrik-intrik bak superhero melawan penjahat yah memang benar ada kejahatan dibalik selimut yang hangat. Tak semua orang menyadarinya lucu memang akalan-akalan dan aku mengetahuinya dengan penuh kehati-hatian.

Memang pahit jika dirasakan manis jika dikenang. Tak ada kisah sejati untukku yang ada hanyalah angin yang lewat dalam buaian rindu. Setiap goresan ini adalah kisah sejati dan ini adalah kisahku, agar mereka tahu ini adalah ceritaku dan dibuat dengan balutan nada-nada yang syahdu dan sendu seakan membawamu pergi dalam tidur dibalut dengan mimpi yang tak nyata ketika terbangun itu adalah nyata.

Jangan katakan selamat tingga tahun 2013
Mengapa?
Karena tahun terus berganti
Dan kita pun akan semakin menua
Kisah baru sedang menanti
Biarkan itu berjalan
Seiring waktu, hari, dan bulan
Karena kita tak tahu
Ada apa denga masa lalu kita
Setidaknya kita masih bisa bernafas
Menghirup dunia yang kejam
Sadarlah ajal akan menanti
Kita tidak tahu kapan
Ubahlah hidup yang bermanfaat
Yang akan mampu dikenang orang
Dan membawa amal yang bermanfaat

Tahun 2014 akan semakin dekat
berdoalah pada Tuhan
Karena dengan-Nya
Kita bisa melewati ujian-Nya
Menempuh hidup yang baru
Dengan semangat yang membara
Bukan api tetapi hasrat dan semangat
Tidak ada kegundahan dan rasa takut
Menggapai mimpi-mimpi yang ada di depan mata

Tuhan itu tidak tidur, aku hanya takut tak mampu membahagikan diriku dengan srmua yang telah kulewati dan aku masih berdosa.
Semua orang pasti sama, masih banyak dosa yang diperbuat, suci hanya ketika kita menghadap-Nya. Dan gagal adalah hal biasa namun perlahan mencoba agar berhasil. Doa adalah obat mujarab untukku ketika kumenangisi waktu yang telah kulewati dan waktu yang tersisa kemudian itu kumanfaatkan selama aku masih diberi nafas. Kehidupan tidak ada yang abadi ingatlah hanya kisah sejati dan itu dalah aku, kamu, dan kita ketika terhanyut saat membaca semua cerita ini. Wajarlah bila engkau ingin menangis dan ini hanyalah cerita bukan kebenaran biarkan hati yang menilai mulut yang berkata.

Salam,
Dear Diary.

Dirimu

Telah banyak kulewati masa sedemikian rupa
Meski hati tercampur adukkan sesaat
Gagal sudah pasti ada

Kerinduanku akan semua waktu yang dilewati
Hari pun sudah berhasil kulalui dengan tidak mudah
Kehampaan ini semakin menguatkan batinku

Tak tahu harus berlari kemana lagi
Saat pikiran ini kosong dan tak tentu arah
keheningan ini aku sendiri tidak ada siapapun

Aku rindu saat dimana orang-orang memberiku kehangatannya
Merasakan keakraban yang telah lama hilang
Di dalam kegilaan yang membuatku tersontak gembira

Peluh, kesal, dan kecewa telah kuganti masanya
Hanya tinggal asa yang menjadi aku berduka
Akan kemana kini aku kembali menerjang waktu

Kini sia-sia hanya tinggallah cerita
Dunia ini memang benar seperti sandiwara
Kehidupan memang kecil dan sempit

Hanya dengan ini aku sanggup berkata
Dimana lagi aku akan mengejar
Kepastian yang kutunggu

Dalam bayang-bayang semu
Tak ada riasan yang sempurna
Hanya lukisan yang terbengkalai

Dimana lagi nyawa ini kutaruh
Seisi jiwa ini seakan kian memanas
Berharap kamu yang indah

Memberikanku dingin dan hangatnya dirimu
Namun tak tahu ini sampai kapan
Kudapatkan dirimu yang kusuka dalam nyata

Jakarta, 29 Desember 2013

close